Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Dream - Bendahara Umum Partai Priboemi, Yakub Arupalaka mengaku mengetahui aliran dana terkait kasus makar yang menjerat Rachmawati Soekarnoputri. Yakub mengatakan menerima dana Rp 9 juta untuk biaya operasional mobil komando dalam aksi 2 Desember 2016.
" Saya saksi sudah dua kali. Tentang aliran dana masalah mobil komando, aliran dana ada," kata Yakub di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 19 Desember 2016.
Yakub mengungkapkan dana tersebut berasal dari Eko yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.
Sebetulnya, total biaya untuk menggunakan mobil komando tersebut mencapai Rp15 juta. Kebutuhan dana itu akan dipenuhi dari sumbangan Eko sebesar Rp9 juta. Sisanya, Rp6 juta, akan disumbang musisi kondang, Ahmad Dhani.
Tetapi, uang dari Ahmad Dhani belum diberikan. " Itu hanya dari mas Eko Rp9 juta, sisa Rp6 juta belum dibayar," ungkapnya.
Menurut Yakub, mobil komandi tersebut hanya akan digunakan untuk berorasi pada aksi 212. Eko membantah jika mobil komando akan dipakai untuk melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI.
Lebih jauh, dia membantah jika aksi orasi 212 dilakukan sebagai upaya melakukan makar terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
" Tidak (untuk makar), itu setahu saya itu diparkir di Patung Kuda lalu muter di HI. Mobil itu saya sampaikan ke pemilik truk mau dipakai sampai jam lima, tujuannya hanya untuk orasi," pungkasnya.
Sebelumnya, polisi menangkap 11 aktivis dan tokoh nasoional. Kesebelas orang tersebut ditangkap sesaat sebelum aksi 212.
Seperti diketahui, dsri 11 orang tersebut polisi mentetapkan 8 orang sebagai tersnsgka makar yakni, Kivlan Zein, Aditya Warman, Eko, Alvin Indra, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet.
Adapun Ahmad Dhani menjadi tersangka kasus penghinaan terhadap penguasa. Sementara, dua tersangka lainnya, Jamran dan Rizal menjadi tersangka terhadap kasus pelanggaran Undang-undang ITE.(Sah)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
