Terkuak! Kenapa Jasad Osama Bin Laden Tak Pernah Diperlihatkan

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 12 Mei 2016 08:26
Terkuak! Kenapa Jasad Osama Bin Laden Tak Pernah Diperlihatkan
Teka-teki itu akhirnya terjawab. Ternyata selama ini...

Dream - Lima tahun yang lalu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengumumkan bahwa Osama Bin Laden, 'pemimpin jaringan teroris Al Qaeda, tewas di tangan militer negara dengan julukan Paman Sam itu.

Dalam video yang diunggah oleh Gedung Putih pada tanggal 1 Mei, 2011, Presiden Obama memuji 'anggota militer AS yang berhasil menjalankan tugas membunuh Osama' untuk menunjukkan bahwa 'korban serangan teroris pada 11 September 2011 'tidak pernah dilupakan'.

Hanya saja ada hal yang janggal yang selama ini disimpan rapat oleh pemerintahan Obama. Yakni foto-foto jasad otak di balik serangan teror 11 September itu tidak pernah dipublikasikan.

Namun sebuah informasi terbaru mungkin bisa menjawab teka-teki tak pernah dipublikasikannya foto-foto jasad Osama Bin Laden.

Matt Bissonnette, yang berada di Abbotabad, Pakistan bersama pasukan SEAL Team Six di malam ketika Osama dibunuh, baru-baru ini menerbitkan No Easy Day.

Itu adalah sebuah buku yang mengungkapkan secara detail tentang detik-detik terakhir sang pemimpin Al Qaeda sebelum tewas dihabisi militer AS.

Cuplikan dalam buku Bissonnette berbunyi seperti ini:

" Saat menghadapi kematiannya, dia (Osama) masih menggeliat dan bergerak. Anggota pasukan yang lain dan aku segera mengarahkan sinar laser ke dadanya dan menembak dia beberapa kali. Terjangan peluru merobek tubuhnya, menjatuhkan dia ke lantai sampai dia tak bergerak lagi."

Berdasarkan teks tersebut, terungkap bahwa Osama tidak hanya ditembak sekali tapi beberapa kali sampai dia benar-benar dinyatakan telah tewas.

Meski dalam hukum perang internasional cara-cara seperti tentara menembak berulang kali untuk memastikan musuh yang tergeletak di lantai tidak lagi menjadi ancaman dibenarkan, namun tulisan Bissonnette memberi gambaran bahwa mereka 'menembak berulang kali' dada Osama meskipun korban sedang sekarat.

Hal itu mungkin bukan masalah bagi sebagian orang - selain karena Osama dianggap kejam - tapi hal itu memunculkan kesan lain.

Apa yang dilakukan militer AS terhadap musuh tidak bersenjata dan sedang meregang nyawa itu dianggap sebagai tindakan yang melanggar hukum.

Meski tindakan mereka didasari oleh rasa marah terhadap Osama, namun itu bukan cara yang etis dan dibenarkan, seperti yang dikemukakan oleh Unilad.

Jadi buku karya Bissonnette ini telah mengungkapkan sebuah fakta mengapa, tidak seperti kasus Saddam Hussein, jasad Osama tidak pernah diperlihatkan ke publik.

(Sumber: Elitereaders.com)

1 dari 7 halaman

Terkuak! 5 Wasiat Terakhir Osama bin Laden yang Mengejutkan

Dream - Dokumen baru yang diyakini ditulis oleh pemimpin kelompok Al Qaeda, Osama bin Laden, diumumkan ke publik pada Selasa kemarin. Dokumen yang disebut-sebut sebagai “ wasiat terakhir” Osama itu berisi sejumlah hal.

Osama ditembak mati oleh tentara Amerika Serikat pada 2 Mei 2011. Kala itu, pasukan Navy SEAL yang melakukan operasi dengan sandi “ Operasi Geronimo” menyerbu sebuah rumah di Abbotabad, Pakistan.

Sejumlah kejahatan dituduhkan kepada Osama. Dia dituding menjadi dalang di balik aksi terorisme yang meruntuhkan gedung World Trade Center (WTC) di New York pada 11 September 2001. Gedung itu runtuh setelah ditabrak pesawat, yang diduga dibajak kawanan teroris.

Dan lima tahun silam, Osama diberitakan tertembak di rumahnya di Abbotabad itu. Mayatnya dikabarkan dibuang ke laut. Meski sejumlah pihak meragukan kabar ini dengan argumen mayat Osama tak pernah ditunjukkan ke publik.

Dan kini, “ wasiat terakhir” Osama dirilis ke publik. Media massa internasional memuat wasiat yang berisi beberapa poin itu. Berikut isi tulisan yang diklaim milik Osama, sebagaimana dikutip Dream dari laman USA Today, Rabu 2 Maret 2016:

(Ism)

2 dari 7 halaman

Harta Rp 385 Miliar

Dream - Dalam wasiat dengan tulisan tangan ini, Osama menginginkan sebagian besar kekayaannya –yang ditaksir sekitar US$ 29 juta atai sekitar Rp 385 miliar– digunakan untuk “ berjihad”.

“ Saya berharap untuk saudara-saudara lelaki saya, saudara perempuan dan bibi ibu untuk mematuhi wasiat saya dan menghabiskan semua uang yang telah tinggalkan di Sudan untuk jihad, demi Allah,” tulis Osama.

Dia juga berencana membagi uangnya kepada anggota keluarga. Wasiat itu tidak menjelaskan bagaimana Osama mengumpulkan kekayaan tersebut.

3 dari 7 halaman

Alat Pelacak di Gigi

Dream - Dalam sebuah surat kepada salah satu istrinya, Osama menyatakan kemungkinan adanya sebuah chip telah ditanamkan ke gigi atau di bawah kulit sang istri saat berobat ke dokter gigi.

Osama khawatir alat pelacak yang kemungkinan ditanam oleh dokter gigi Iran itu bisa menunjukkan persembunyian Osama.

Menurut Osama, dokter gigi Iran mungkin telah menggunakan jarum suntik untuk implan pelacak itu. Dia menggambarkan chip itu seukuran biji gandum.

 

4 dari 7 halaman

Kegagalan AS

Dream - Dalam salah satu suratnya, Osama menuliskan masalah mendasar yang dihadapi AS di Afghanistan. Sebab, pasukan AS sudah 10 tahun di Afghanistan, namun belum bisa menang.

“ Di sini kita berada di tahun ke sepuluh perang, dan Amerika dan sekutunya masih mengejar fatamorgana, hilang di laut tanpa pantai,” tulisnya.

Osama menulis bahwa Amerika Serikat berpikir perang akan mudah dan akan mencapai “ tujuan dalam beberapa hari atau beberapa minggu.”

Dia menulis, AS tidak siap secara finansial dan bahwa perang tidak mendapat dukungan rakyat.

“ Amerika tampaknya tergantung oleh benang tipis,” tulis dia. “ Kita perlu bersabar sedikit lebih lama. Dengan kesabaran, ada kemenangan!”

 

5 dari 7 halaman

Prediksi Kebrutalan ISIS

Dream - Sebelum Islamic State (ISIS) memisahkan diri dari Al Qaeda, Osama bin Laden mendengar keluhan dari pengikutnya tentang kebrutalan kelompok sempalan di Irak.

Dalam satu surat, Osama merespons daftar keluhan tentang ekses oleh ISIS, yang dikenal sebagai Al Qaeda di Irak.

“ Kami mendengar dari lebih dari satu orang di tingkat kepemimpinan yang mereka mengaku sebagai negara merdeka dan tidak memiliki hubungan dengan (Al Qaeda),” demikian kata surat yang ditulis atas nama Abu al-Abbas.

Al-Abbas menjelaskan anggota " Negara" merampas harta dan mobil Muslim “ dengan dalih bahwa mereka tidak melakukan jihad,” menyiksa orang, dan membunuh 15 tahanan dari milisi saingan.

6 dari 7 halaman

Kampanye Tragedi WTC

Dream - Menurut dokumen itu, Osama dan para pembantunya berencana melakukan promosi media untuk memeringati ulang tahun ke-10 serangan 9/11 di New York dan Washington.

Osama berusaha untuk membentuk liputan berita dengan mengusulkan, tim medianya menjangkau outlet berita tertentu dan berkolaborasi dengan mereka untuk mendapat liputan yang menguntungkan.

7 dari 7 halaman

Firasat Osama Bin Ladin Sebelum Ditembak Mati

Dream - Osama bin Laden dikenal sebagai sosok yang ahli dalam merancang strategi. Tidak hanya itu, dia ternyata juga sosok yang memiliki insting intelijen yang tajam.

Salah satu contohnya, dia sempat berpikir untuk pindah dari rumahnya di Abbottabad, Pakistan. Osama pun sempat menyampaikan hal itu kepada pengawalnya, Abu Ahmed Al Kuwaiti.

Entah apakah dia sudah berfirasat akan terjadi hal buruk ketika menulis maksud itu. Yang jelas, pada 2 Mei 2011, NAVY SEAL menyerbu tempat persembunyiannya dan menyebabkan Osama tewas.

Keinginan itu tertuang dalam salah satu dari sekian banyak surat yang dikirimkan Osama kepada orang-orang kepercayaannya, termasuk kepada istrinya. Surat-surat tersebut beserta sekian banyak buku koleksi Osama dibawa pasukan NAVY SEAL ke badan intelijen Amerika Serikat.

Keseluruhan dokumen tersebut kini dapat diakses pada situs milik Officer of the Direktor of National Intelligence di www.dni.gov. Situs tersebut membuat akun khusus untuk memudahkan pengunjung menemukan dokumen seputar Osama bin Laden dengan nama Bin Ladin's Bookshelf.

Melalui keterangan tertulis yang diunggah dalam situs tersebut, Deputy Director Public Affair National Intelligence Jeffrey Anchukaitis menyatakan seluruh dokumen tersebut dibuka untuk umum terhitung sejak Rabu, 19 Mei 2015. Seluruh dokumen tersebut dibuka setelah menjalani pemeriksaan oleh komunitas inteligen Amerika Serikat.

Beri Komentar