Terkuak, Kode-kode Rahasia Staf Hotel

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 1 Mei 2016 17:02
Terkuak, Kode-kode Rahasia Staf Hotel
Mereka bicara di belakangmu, berbisik-bisik. Terkadang memancing rasa curiga. Ternyata....

Dream - Kamu mungkin pernah mendengar percakapan aneh di antara staf hotel. Terutama hotel-hotel di luar negeri.

Mereka bicara di belakangmu, berbisik-bisik. Terkadang memancing rasa curiga karena bicara pelan, bisa jadi kamu menjadi bahan omongan dalam gosip mereka. Hehehe...

Tapi, meskipun kamu mendengar dengan kencang, belum tentu mengerti bahasa mereka. Sebab, mirip kode. Hanya mereka yang tahu bahasa dalam percakapan itu.

Tapi jangan khawatir, ada sedikit bocoran tentang istilah-istilah yang digunakan oleh para staf hotel itu. Sehingga kamu tahu apa yang menjadi bahan omongan mereka –kalau mendengar.

Berikut beberapa istilah yang biasa dipakai oleh para staf hotel itu, sebagaimana dikutip Dream dari News.com.au:

Skipper: Seseorang yang membuat reservasi tapi tidak pernah benar-benar muncul ke hotel.

UG: Seorang tamu yang puas.

DG: Seorang tamu yang bawel, menuntut.

Pig in the pen: Seorang tamu yang terjebak di parkiran.

Peach: Tamu yang terbukti sangat sulit ditangani atau dilayani.

Ghost: Tamu yang datang mendadak dan ngotot telah booking kamar, tapi nyatanya tak pernah membuat reservasi.

Hoo ha: Pergi sesegera mungkin.

Lobby lizard: Ketika seorang anggota staf pergi ke lobi pada jam sibuk untuk menyambut dan membantu tamu.

20/10 rule: Dalam satu hotel mewah, ini berarti untuk mengenali tamu ketika mereka berada 20 langkah dari hotel, dengan menggunakan anggukan atau memandang. Ketika mereka 10 langkah lagi, kontak mata atau interaksi pribadi digunakan.

A classic: Tamu yang sangat kolot.

Cubs: Karyawan baru.

1 dari 4 halaman

Terkuak, Fakta Mengerikan Laundry Hotel

Dream - Sebuah laporan investigasi The Beijing News menguak praktik berbahaya pada laundry atau penatu hotel di Ibukota China. Ternyata, penatu-penatu hotel itu menggunakan bahan kimia berbahaya.

Laporan itu menyebut hotel-hotel di Beijing itu menggunakan berkilo-kilogram soda api untuk mencuci seprai dan juga handuk untuk tamu.

Tak hanya satu hotel. Praktik yang dinilai berbahaya itu dilakukan hampir di semua hotel di Beijing. Mulai hotel kecil hingga berbintang.

Bahan dengan nama kimia Natrium Hidroksida disebut-sebut sangat korosif. Selain itu, bisa berdampak buruk pada kulit jika terus-menerus terkena dalam jangka waktu yang lama.

Inilah yang mengundang kemarahan pengguna medis sosial di China. Mereka khawatir praktik ini akan berbahaya dan merugikan para tamu hotel.

Kepada reporter The Beijing News yang menyamar, pekerja laundry hotel di wilayah Distrik Fengtai, mengatakan, penggunaan soda api dengan jumlah banyak akan mempermudah proses pencucian.

“ Kita tidak butuh waktu terlalu lama untuk mencuci seprai, soda api bisa membersihkan bagian yang paling kotor sekalipun,” tutur pekerja itu.

Alkali Natrium Hiroksida sering digunakan sebagai bahan pembersih industri yang kuat karena dapat melarutkan lemak, minyak dan kotoran dari protein. Tetapi disarankan tidak digunakan untuk mencuci bahan seperti tempat tidur yang bersentuhan dengan kulit, karena dapat memicu masalah dermatologis.

Dalam laporan investigasi itu, reporter The Beijing News mendaftar nama-nama hotel yang melakukan praktik berbahaya pada laundry ini. Hasil tes air bekas cucian laundry pada salah satu hotel menunjukkan tingkat keasamannya mencapai 10. Padahal ukuran normal dan aman adalah 6,5 hingga 7.

Menurut Xiang Yikui, dokter kulit dari Rumah Sakit Union, sebuah rumah sakit terkemuka Beijing, alkali yang terpapar pada handuk bisa menyebabkan kulit gatal dan pada jangka pangang akan menimbulkan masalah serius pada kulit. (Sumber: CCTV News)

2 dari 4 halaman

Terkuak! Alasan Hotel Tak Menyediakan Kamar Nomor 420

Dream - Anda mungkin pernah menginap di hotel yang memiliki nomor kamar hingga lima ratusan. Namun pernahkah Anda ditawari menginap di kamar nomor 420? Karena Anda pasti hanya menemukan kamar nomor 419 atau 421.

Keanehan ini mungkin akan Anda temukan di hampir semua hotel. Dan mereka ternyata punya alasan tertentu tidak memiliki kamar bernomor 420.

Alasan mereka tidak punya kamar 420 ternyata berkaitan dengan masalah ganja. Beberapa pekan lalu Anda mungkin pernah mendengar hari khusus bagi pengguna ganja.

Sejak lama, para pencinta berat ganja di seluruh dunia menggunakan tanggal 20 April sebagai hari untuk menggelar festival tahunan.

Yang namanya festival bertaraf internasional, pasti berlaku di segala penjuru dunia. Mereka akan pesta ganja di mana saja, termasuk di dalam kamar hotel.

Tidak itu saja, ketika jam menunjukkan pukul 4.20 sore - diucapkan 'empat dua puluh' - pengguna ganja akan berkumpul di setiap negara untuk menyeru pemerintah masing-masing agar tidak memasukkan ganja ke dalam golongan narkoba.

Jadi istilah 420 ini memiliki arti khusus bagi pengguna ganja selama bertahun-tahun - dan ternyata itu mimpi buruk bagi hotel.

Dipercaya bahwa manajer hotel tidak menyediakan kamar 420 sama sekali untuk mencegah tamu menggunakannya untuk pesta ganja atau mencuri nomor pintu sebagai memorabilia.

(Ism, Sumber: mirror.co.uk)

[crosslink_1]

3 dari 4 halaman

`Hotel Istana Hantu` di Bali Gegerkan Dunia

Dream - Sejumlah media luar negeri tengah ramai memberitakan sebuah bangunan di tengah belantara Pulau Bali. Media-media asing itu menyebut bangunan ini sebagai “ Hotel Istana Hantu”.

Laman Mirror.co.uk misalnya, menulis artikel tentang gedung ini dengan judul “ Abandoned 'Ghost Palace Hotel' is 'haunted by the souls of labourers who died during its construction”.

Dari foto-foto yang dimuat berbagai media asing itu terlihat kompleks bangunan yang tak terawat. Sebagian gedung, bertingkat. Genting sudah kusam. Rumput dan ilalang terlihat sudah tumbuh di sana-sini. Bahkan sebagian memakan tembok bangunan.

Adalah Jacob Laukaitis, seorang wisatawan, yang mengklaim “ menemukan” tempat ini. Kompleks bangunan ini berada di tengah hutan di Pulau Bali. Diduga, bangunan ini dibangun pada tahun 1990-an. Namun belum pernah dibuka untuk umum dan ditinggalkan selama bertahun-tahun.

Jacob melewatkan waktu berjam-jam untuk berkeliling kompleks itu. Dia memutuskan untuk mengabadikan tempat itu dalam sebuah video. Setelah mengabadikan tempat itu, Jacob mengunggahnya ke internet.

Diunggal ke laman Youtube pada 1 Desember 2015, Jacob menuliskan sebuah kalimat berbunyi: “ Saya menemukan hotel besar yang ditinggalkan di Bali dan berkeliling selama berjam-jam”. Tapi dia tak menyebut lokasi pasti bangunan ini.

Melalui gambar video yang diunggah Jacob itulah tempat ini membetot perhatian banyak media luar negeri. Dalam rekaman itu tampak kondisi di dalam kamar-kamar hotel ini, yang berantakan. Sebuah sandal jepit terlihat di tempat itu.

Di luar, teras sudah ditumbuhi rumput liar dan tanaman merambat, sementara patung besar yang dibangun di lokasi itu telah runtuh. Semua benar-benar tak terurus.

Beberapa orang mengatakan pemilik hotel itu bangkrut sebelum kompleks ini dioperasikan. Laman Mirror, juga menulis banyak orang percaya pengelola hotel ini bangkrut akibat terkena “ kutukan” karena mengoperasikan hotel dengan harga jauh di bawah harga pesaing mereka.

Bahkan, sebagian lagi ada yang percaya tempat ini telah menjadi “ istana hantu”. Dipenuhi dengan arwah para pekerja yang meninggal selama pengerjaan bangunan ini. Benar atau tidak cerita-cerita itu, yang jelas sangat sayang jika bangunan ini tak terawat dan difungsikan dengan semestinya.

Bangunan yang ramai dibincangkan itu kemungkinan adalah gedung terlantar di kawasan Bedugul. Tempat itu dulu dibangun untuk hotel mewah. Namun, saat persiapan akhir, hotel tersebut tak jadi dibuka. Malah tutup setelah ada tragedi bom Bali 2002. Sudahkah Anda ke sana?

 

4 dari 4 halaman

Dikira Thailand, Ternyata `Surga` Ini Tersembunyi di Indonesia

Dream - Aktivitas traveling tengah populer dan makin banyak digandrungi belakangan ini. Hal ini tak terlepas dari peran media sosial yang nyaris tiap detik memunculkan unggahan-unggahan gambar tempat wisata keren yang menggelitik para traveler untuk datang.

Seperti tempat wisata berikut ini yang mendadak populer karena media sosial. Di Sulawesi Selatan, jika Anda mau menengok sedikit lebih dalam, Anda akan menemukan surga tersembunyi yang begitu indah.

Adalah Rammang Rammang Maros. Wisata alam di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang belum tersentuh modernisasi.

Di Rammang Rammang Maros traveler akan menyaksikan keindahan pegunungan Karst. Berbeda dengan pegunungan karst di daerah lain. Rammang Rammang Maros merupakan pegunungan kapur dengan tumbuhan yang hidup subur di permukaan batunya. Fenomena ini hanya satu-satunya di Indonesia.

Rammang Rammang Maros juga merupakan pegunungan kapur terluas ketiga di dunia setelah Cina Selatan dan Vietnam.

Tempat ini persis terletak di dusun Rammang Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa. Dari pusat kota Makassar dapat dijangkau sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan berkendara ke arah utara.

Panorama yang disuguhkan tempat ini akan membuat Anda tidak percaya jika Rammang Rammang Maros ada di negeri sendiri.

Bahkan banyak orang mengira tempat ini berada di Krabi, Thailand. Hanya saja, bedanya Rammang Rammang Maros dikelilingi sungai dan persawahan, bukannya pantai.

Untuk berkeliling di tempat ini, traveler bisa menyewa sampan dengan tarif Rp100-150 ribu pada warga sekitar.

Nah, Anda yang ingin berlibur, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Karena Indonesia punya segudang tempat yang lebih menarik untuk dikunjungi seperti Rammang Rammang Maros.

(Ism, Berbagai sumber)     

Beri Komentar