Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
© MEN
Dream - Sepekan terakhir ini wilayah Jabodetabek terjadi cuaca panas yang tidak biasa. Terasa sangat terik dan gerah. Saking panasnya, embusan angin bahkan tak terasa.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi cuaca panas dengan suhu tertinggi di Indonesia mencapai 36,1 derajat Celcius di dua daerah. Daerah yang disebutkan adalah wilayah Tangerang dan Kalimantan Utara.
" Nilai ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia lain," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, dikutip dari merdeka.com, Jumat 13 Mei 2022.
Karena hal ini pula membuat sejumlah di wilayah di Tangerang Selatan, seperti Ciputat, sangat panas terik.
Berdasarkan data pengamatan suhu udara maksimum di wilayah Ciputat, diukur dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika II antara periode tanggal 1 hingga 11 Mei 2022, suhu di wilayah tersebut berkisar antara 33.8-36.0 derajat Celcius.
Wilayah Ciputat yang cukup dekat dengan permukaan laut dan berada pada elevasi rendah menjadi faktor suhu panas. Kemudian, terbatasnya area hijau juga menjadi penyebab capaian rekor suhu terpanas itu.
" Tutupan lahan yang didominasi oleh bangunan dan minimnya area pepohonan juga cukup berpengaruh pada peningkatan suhu udara permukaan di wilayah tersebut. Keberadaan bangunan dengan ketinggian homogen juga berpengaruh pada kurang lancarnya aliran udara permukaan," kata Miming Saepudin.
Miming menyimpulkan, faktor lingkungan di wilayah Ciputat sangat berpengaruh terhadap kondisi suhu yang lebih panas dibandingkan sekitarnya.
Miming menyampaikan, suhu panas juga terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan data peta perkiraan awal musim kemarau BMKG.
Disebutkan sebagian besar wilayah Jawa mulai memasuki awal musim kemarau dan sebagian lainnya masih periode transisi
" Untuk saat ini hal tersebut tergantung pada jumlah tutupan awan di wilayah tsb dan tentunya kondisi lingkungan sekitar juga berpengaruh," ujarnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
