Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Selalu Jadi 'magnet' Bagi Para Peneliti Seantero Dunia (Mashable)
Dream - Bangunan Piramida di Mesir masih jadi 'magnet' bagi para peneliti seantero dunia. Mereka berusaha memecahkan teka-teki cara masyarakat Mesir kuno membuat bangunan itu.
Kali ini giliran peneliti dari University of Amsterdam, Belanda. Menurut mereka orang Mesir kuno mengandalkan trik pintar, pasir basah. Mereka menempatkan benda berat (batu dan patung besar) pada sebuah kereta luncur di pasir gurun, yang sebelumnya telah dibasahi dengan air.
Melansir Mashable dan Daily Mail, Jumat 2 Mei 2014, saat pasir gurun kondisinya lembab, pasir akan menjadi lebih kaku jika dibandingkan saat kering. Kelembaban yang tepat dapat menghasilkan pasir yang lebih padat dan rata.
Menurut salah satu peneliti, dengan perpaduan air yang tepat kereta dapat meluncur lebih mudah dan cepat. " Itu karena pasir tidak akan menumpuk di depan kereta luncur, sebagaimana yang terjadi saat pasir dalam kondisi kering," kata dia.
Teori peneliti ini ternyata diperkuat dengan lukisan pada dinding makam salah satu Firaun, Djehutihotep yang menggambarkan trik mengangkut patung dan blok batu besar. Lukisan itu persis seperti percobaan yang dilakukan peneliti.
Hasil penelitian yang telah diterbitkan di Physical Review Letters ini bisa menjadi inspirasi baru bagi para ahli, agar dapat diterapkan pada transportasi di masa kini. Sebagai upaya penghematan konsumsi bahan bakar dari minyak bumi yang kian menipis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam