Kasus Infeksi MERS Melonjak Dua Kali Lipat di Arab Saudi

Reporter : Ismoko Widjaya
Jumat, 2 Mei 2014 10:24
Kasus Infeksi MERS Melonjak Dua Kali Lipat di Arab Saudi
Setidaknya 107 orang telah tewas sejak penyakit MERS didentifikasi dua tahun lalu. Bagaimana cara kerja penyakit ini dan bagaimana pula dunia medis mengatasinya? Dunia internasional prihatin.

Dream - Arab Saudi mengumumkan bahwa jumlah kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS ) telah melonjak hampir dua kali lipat pada bulan April. Jumlah mereka yang terkena infeksi mencapai 36 kasus lebih selama tiga hari terakhir. Demikian seperti diberitakan Arab News, Jumat 2 April 2014.

Empat dari 10 kasus baru dilaporkan pada hari Kamis terjadi di Jeddah, tiga di Mekah, dan tiga di Riyadh. Kasus-kasus baru telah membuat jumlah mereka yang terinfeksi MERS di Arab Saudi melonjak jadi 381 kasus. Sebagian besar infeksi baru itu teridentifikasi di tiga rumah sakit di Jeddah.

Kasus infeksi baru yang dilaporkan di Riyadh termasuk kasus seorang pria 77 tahun yang dirawat di rumah sakit. Ia juga menderita diabetes dan tekanan darah tinggi serta tengah dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit.

Dari orang-orang yang terserang penyakit itu di Arab Saudi, 107 telah tewas sejak penyakit MERS didentifikasi dua tahun lalu.

Keprihatinan dunia internasional tentang penyakit akut itu makin bertambah karena Arab Saudi akan menerima kedatangan tamu dalam jumlah besar selama bulan puasa Ramadhan pada bulan Juli depan. Belum lagi kedatangan jutaan orang yang akan naik  haji di bulan Oktober.

Ahli kesehatan WHO telah tiba di Arab Saudi  dan tengah bekerja dengan pihak pemerintah untuk membendung penyebaran penyakit ini. Mereka berkonsentrasi di sejumlah rumah sakit. Dan mempelajari bagaimana virus itu menyebar.

Seperti diberitakan, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jeddah, Arab Saudi, meninggal dunia karena terjangkit penyakit MERS. WNI berinisial NA berusia 61 tahun itu bukanlah jamaah umroh yang sedang beribadah.

" WNI ini sudah lama tinggal di Arab Saudi," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama saat berbincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.

NA diduga terinfeksi virus MERS Cov dan langsung menjalani perawatan di King Saud Hospital sejak 20 April 2014. Kondisinya terus memburuk. Sampai akhirnya NA meninggal dunia pada 27 April 2014 sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Memburuknya kasus MERS juga telah membuat pemerintah Arab Saudi memecat Menteri Kesehatan Abdullah Al Rabeeh karena semakin menyebarnya virus MERS-Cov. Kerajaan Arab Saudi menyebut jumlah korban kritis dan meninggal akibat virus mematikan itu terus bertambah. Pemecatan ini juga disebut sebagai respons pemerintah atas semakin mewabahnya penyakit ini.

Seperti dilansir Wall Street Journal, Kamis 1 Mei 2014, Raja Saudi Abdullah mengganti Abdullah al Rabeeah sehari setelah Rabeeah mengatakan tidak tahu mengapa virus MERS sedang mewabah.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian