Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Kasus Infeksi MERS Melonjak Drastis (arabnews)
Dream - Arab Saudi mengumumkan bahwa jumlah kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS ) telah melonjak hampir dua kali lipat pada bulan April. Jumlah mereka yang terkena infeksi mencapai 36 kasus lebih selama tiga hari terakhir. Demikian seperti diberitakan Arab News, Jumat 2 April 2014.
Empat dari 10 kasus baru dilaporkan pada hari Kamis terjadi di Jeddah, tiga di Mekah, dan tiga di Riyadh. Kasus-kasus baru telah membuat jumlah mereka yang terinfeksi MERS di Arab Saudi melonjak jadi 381 kasus. Sebagian besar infeksi baru itu teridentifikasi di tiga rumah sakit di Jeddah.
Kasus infeksi baru yang dilaporkan di Riyadh termasuk kasus seorang pria 77 tahun yang dirawat di rumah sakit. Ia juga menderita diabetes dan tekanan darah tinggi serta tengah dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit.
Dari orang-orang yang terserang penyakit itu di Arab Saudi, 107 telah tewas sejak penyakit MERS didentifikasi dua tahun lalu.
Keprihatinan dunia internasional tentang penyakit akut itu makin bertambah karena Arab Saudi akan menerima kedatangan tamu dalam jumlah besar selama bulan puasa Ramadhan pada bulan Juli depan. Belum lagi kedatangan jutaan orang yang akan naik haji di bulan Oktober.
Ahli kesehatan WHO telah tiba di Arab Saudi dan tengah bekerja dengan pihak pemerintah untuk membendung penyebaran penyakit ini. Mereka berkonsentrasi di sejumlah rumah sakit. Dan mempelajari bagaimana virus itu menyebar.
Seperti diberitakan, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jeddah, Arab Saudi, meninggal dunia karena terjangkit penyakit MERS. WNI berinisial NA berusia 61 tahun itu bukanlah jamaah umroh yang sedang beribadah.
" WNI ini sudah lama tinggal di Arab Saudi," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama saat berbincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.
NA diduga terinfeksi virus MERS Cov dan langsung menjalani perawatan di King Saud Hospital sejak 20 April 2014. Kondisinya terus memburuk. Sampai akhirnya NA meninggal dunia pada 27 April 2014 sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Memburuknya kasus MERS juga telah membuat pemerintah Arab Saudi memecat Menteri Kesehatan Abdullah Al Rabeeh karena semakin menyebarnya virus MERS-Cov. Kerajaan Arab Saudi menyebut jumlah korban kritis dan meninggal akibat virus mematikan itu terus bertambah. Pemecatan ini juga disebut sebagai respons pemerintah atas semakin mewabahnya penyakit ini.
Seperti dilansir Wall Street Journal, Kamis 1 Mei 2014, Raja Saudi Abdullah mengganti Abdullah al Rabeeah sehari setelah Rabeeah mengatakan tidak tahu mengapa virus MERS sedang mewabah.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya