Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menkes Arab Saudi Abdullah Al Rabeeah
Pemerintah Arab Saudi memecat Menteri Kesehatan Abdullah Al Rabeeh karena semakin menyebarnya virus mematikan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov). Kerajaan Arab Saudi menyebut jumlah korban kritis dan meninggal akibat virus mematikan itu terus bertambah. Pemecatan ini juga disebut sebagai respons pemerintah atas semakin mewabahnya penyakit ini.
Seperti dilansir Wall Street Journal, Kamis 1 Mei 2014, Raja Saudi Abdullah mengganti Abdullah al Rabeeah sehari setelah Rabeeah mengatakan tidak tahu mengapa virus MERS sedang mewabah.
Dalam keterangan persnya, Rabeeah menyebut tidak ada alasan medis pencegahan yang ketat untuk mengendalikan penyakit ini. Tapi, pernyataan Rabeeah kepada wartawan itu akhirnya berbuntut pemecatan. Posisi sementara Rabeeah diambil alih Menteri Tenaga Kerja Adel Fakieh.
Mewabahnya penyakit ini menjadi pusat perhatian pemerintah setempat karena hanya dalam waktu 1-2 bulan ke depan, Arab Saudi akan kedatangan jutaan jamaah haji. Rabeeah juga mengatakan para calon jamaah haji tidak perlu mengkhawatirkan kondisi ini.
Ibadah haji tahun lalu berlangsung tanpa masalah besar. Tetapi kini Kerajaan Saudi berada di tengah-tengah wabah penyakit yang terus menyebar. Penyakit yang dapat membunuh 1 dari 3 orang yang terinfeksi.
MERS merupakan virus yang mulai terdeteksi pada April 2012 di Arab Saudi, merupakan varian dari coronavirus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, mulai dari penyakit flu biasa sampai dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Dikutip dari situs Setkab, menurut penelitian, meskipun serumpun, virus MERS-Cov secara genetis berbeda dengan virus SARS yang pernah menghebohkan dunia pada 2003 silam. Arab Saudi menjadi negara terbanyak yang jumlah penduduknya terinfeksi virus mematikan ini. Hingga saat ini tercatat 194 kasus dengan angka kematian sebanyak 69 orang. Bahkan satu warga negara Indonesia asal Madura, yang bekerja di sana dilaporkan meninggal dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam