Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Virus MERS Mewabah, Menkes Arab Dipecat

Reporter : Ismoko Widjaya
Kamis, 1 Mei 2014 11:18
Virus MERS Mewabah, Menkes Arab Dipecat
Pernyataan Rabeeah kepada wartawan itu akhirnya berbuntut pemecatan. Posisi sementara Rabeeah diambil alih Menteri Tenaga Kerja Adel Fakieh.

Pemerintah Arab Saudi memecat Menteri Kesehatan Abdullah Al Rabeeh karena semakin menyebarnya virus mematikan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov). Kerajaan Arab Saudi menyebut jumlah korban kritis dan meninggal akibat virus mematikan itu terus bertambah. Pemecatan ini juga disebut sebagai respons pemerintah atas semakin mewabahnya penyakit ini.

Seperti dilansir Wall Street Journal, Kamis 1 Mei 2014, Raja Saudi Abdullah mengganti Abdullah al Rabeeah sehari setelah Rabeeah mengatakan tidak tahu mengapa virus MERS sedang mewabah.

Dalam keterangan persnya, Rabeeah menyebut tidak ada alasan medis pencegahan yang ketat untuk mengendalikan penyakit ini. Tapi, pernyataan Rabeeah kepada wartawan itu akhirnya berbuntut pemecatan. Posisi sementara Rabeeah diambil alih Menteri Tenaga Kerja Adel Fakieh.

Mewabahnya penyakit ini menjadi pusat perhatian pemerintah setempat karena hanya dalam waktu 1-2 bulan ke depan, Arab Saudi akan kedatangan jutaan jamaah haji. Rabeeah juga mengatakan para calon jamaah haji tidak perlu mengkhawatirkan kondisi ini.

Ibadah haji tahun lalu berlangsung tanpa masalah besar. Tetapi kini Kerajaan Saudi berada di tengah-tengah wabah penyakit yang terus menyebar. Penyakit yang dapat membunuh 1 dari 3 orang yang terinfeksi.

MERS merupakan virus yang mulai terdeteksi pada April 2012 di Arab Saudi, merupakan varian dari coronavirus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, mulai dari penyakit flu biasa sampai dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Dikutip dari situs Setkab, menurut penelitian, meskipun serumpun, virus MERS-Cov secara genetis berbeda dengan virus SARS yang pernah menghebohkan dunia pada 2003 silam. Arab Saudi menjadi negara terbanyak yang jumlah penduduknya terinfeksi virus mematikan ini. Hingga saat ini tercatat 194 kasus dengan angka kematian sebanyak 69 orang. Bahkan satu warga negara Indonesia asal Madura, yang bekerja di sana dilaporkan meninggal dunia. 

Beri Komentar