Rekaman Rintihan Laskar FPI Sebelum Tewas: 'Pak Tolong, Sakit'

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 18 Desember 2020 11:36
Rekaman Rintihan Laskar FPI Sebelum Tewas: 'Pak Tolong, Sakit'
Rekaman didapatkan dari pembicaraan teleconference para anggota laskar yang melakukan pengawalan pada malam kejadian.

Dream - Rekaman obrolan terakhir Laskar FPI sebelum tewas tertembak di KM 50 Tol Cikampek terbongkar. Melalui program acara Mata Najwa, Sekertaris Umum sekaligus juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munawarman, menunjukkan rekaman suara di lokasi kejadian.

Menurut keterangan Munarman, rekaman itu didapatkan dari pembicaraan teleconference para anggota laskar yang melakukan pengawalan pada malam itu. Teleconference itu, menyambungkan para laskar yang ada di 3 lokasi perbeda yakni, di lokasi acara, di dalam mobil avanza, dan 6 orang di dalam mobil Chevrolet Spin.

Para Laskar FPI di mobil itulah yang kemudian dinyatakan pihak kepolisian diamankan anggotanya, namun karena melawan, aparat kepolisian menembak mereka.

1 dari 4 halaman

Rekaman Suara

Dalam rekaman yang beredar, terdengar suara tangisan dari salah satu anggota laskar. Suara rintihan kesakitan dari salah satu anggota itu, terdengar membuat bingung anggota laskar lain yang ada di lokasi berbeda hingga mereka menyadari sesuatu terjadi pada anggota yang berada di mobil Chevrolet.

" Tolong kami pak tolong pak, sakit sakit," kata seorang pria sambil menangis.

" Itu kenapa dia?," kata salah seorang usai mendengar jeritan tolong dan kesakitan.

" Astaghfirullah, mlipir dulu di tempat aman," kata seseorang terdengar dari lokasi yang lain.

" Kembali ke markas aja balik ke markas masuk tol," perintah pria lain.

" Itu kena anak-anak," kata suara lain sambil menahan tangis

2 dari 4 halaman

Disebut Rekaman Asli

Munawarman memastikan jika penggalan percakapan itu asli dari malam kejadian. Kendati demikian, Munarman mengaku tak bisa berspekulasi lebih, apakah jeritan kesakitan itu dikarenakan anggota laskar yang disiksa oleh pihak lain.

Oleh sebab itu, ia meminta agar penggalan bukti tersebut bisa membantu penyelidikan agar ditemukan titik terang kasus penembakan polisi terhadap 6 anggota laskar FPI.

" Ini menurut keterangan anggota laskar satunya yang ada di mobil avanza, ini adalah suara salah satu laskar yang ada di mobil chevrolet. Nah kita tidak tahu persis justru itu kita perlu adanya tim penyelidikan karena kita tidak tahu persis apakah kita dalam kondisi yang (disiksa) karena ada jeritan awal tadi ya," paparnya.

 

 

3 dari 4 halaman

Kronologi Menurut Keterangan Polisi

Sementara itu, pihak kepolisian memberikan gambaran kronologi kejadian yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh anggota ormas FPI. Pihak kepolisian telah menggelar rekonstruksi pada Senin, 14 Desember 2020. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, rekonstruksi merupakan hasil dari berita acara pemeriksaan, petunjuk dan olah tempat kejadian perkara.

Menurut Argo, rekonstruksi digelar pada dini hari karena menyesuaikan dengan rangkaian peristiwanya yang terjadi pada 7 Desember pukul 00.30 WIB. Ia mengatakan, sesuai dengan adegan yang dilakukan dalam rekonstruksi, sejak di titik pertama lokasi kejadian petugas sudah diadang dan mendapat serangan dari kelompok FPI.

Petugas berusaha membela diri, mereka terus menyerang hingga akhirnya terjadi baku tembak seperti yang terjadi dalam adegan rekonstruksi di titik kedua lokasi kejadian. Setelah terjadi baku tembak, kelompok orang itu kabur masuk jalan Tol Jakarta-Cikampek dan akhirnya bisa dibekuk di rest area Kilometer 50 jalan Tol Jakarta-Cikampek, seperti adegan dalam rekonstruksi di titik ketiga.

 

4 dari 4 halaman

Dari enam pelaku dalam satu mobil, dua orang di antaranya ternyata sudah meninggal akibat baku tembak. Sehingga polisi membawa dua orang itu terlebih dahulu untuk dibawa ke rumah sakit.

Sedangkan empat pelaku lainnya masih masih dalam penanganan di rest area. Setelah itu, petugas membawa empat orang tersebut ke Mapolda Metro Jaya dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia.

Sekitar 1 kilometer dari rest area, keempat pelaku itu justru menyerang petugas sampai berupaya merebut senjata milik petugas di dalam mobil. Karena itulah petugas menembak pelaku hingga akhirnya meninggal dunia. Kejadian itu terungkap dalam adegan-adegan di titik keempat rekonstruksi.

Beri Komentar