Tidur Selama Pesawat Dibajak, Bangun Langsung Protes

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 31 Maret 2016 19:01
Tidur Selama Pesawat Dibajak, Bangun Langsung Protes
Seorang penumpang EgyptAir menulis pengalamannya selama pembajakan. Dia melihat respon para penumpang yang kebanyakan konyol

Dream - Pesawat milik maskapai penerbangan Mesir, EgyptAir mengalami pembajakan pada Selasa lalu. Pesawat itu terbang dari Alexandria menuju Kairo, tetapi dibajak dan dipaksa mendarat di Larcarna, Siprus.

Suasana di pesawat dengan 56 penumpang dan tujuh awak itu sangat tegang. Saking tegangnya, sejumlah penumpang sampai berbuat konyol.

Momen tersebut dikisahkan oleh salah satu penumpang pesawat itu bernama Abdullah El Ashmawy. Dia menulis suasana di pesawat dan menggunggahnya di akun Facebook miliknya setelah tiba di Kairo dan selamat dari pembajakan itu.

Ashmawy mengawali tulisan dengan mengucapkan terima kasih kepada semua teman yang telah berusaha menghubunginya. Dia mengatakan dalam kondisi aman setelah pembajakan tersebut.

" Tentu saja merupakan sebuah pengalaman yang menyakitkan berada di pesawat yang dibajak di tengah laut dengan seseorang di bagian belakang dan mengaku membawa bahan peledak," tulis Ashmawy.

Ashmawy menulis para awak pesawat sangat profesional dalam mengatasi situasi. Mereka dengan cakap berusaha menenangkan para penumpang.

" Saya dapat menyaksikan satu dari mereka menangis di bangku depan, tapi kemudian dia berdiri lagi dan tetap tersenyum untuk memenangkan orang-orang," tulis Ashmawy.

" Kebanyakan orang berusaha untuk tetap tenang," tulis dia. " Seorang warga Mesir berusaha menelepon seluruh keluarga dan teman-temannya satu demi satu."  

" Seorang suami begitu lucu menelepon istrinya dan memberitahunya mengenai sejumlah uang yang dia sembunyikan di bank. Lebih lucunya lagi, sang istri mengabaikan pembajakan itu dan meminta suaminya mengulangi nama bank tersebut," tulis Ashmawy.

" Sementara seorang pria begitu konyol, tidur selama pembajakan dan terbangun ketika diberitahu kami mendarat di Siprus dan respon konyol dia adalah 'Mengapa Siprus??!... Saya bisa kehilangan hubungan saya'," tulis Ashmawy.

Pembacakan dilakukan oleh Mustafa, 59 tahun. Hanya karena ingin rujuk dengan istrinya, Mustafa dengan sangat berani membajak pesawat.

(Ism, Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar