Promosi Zakat dan Wakaf ke `Anak Kekinian` Ala Kemenag

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 27 Agustus 2019 16:01
Promosi Zakat dan Wakaf ke `Anak Kekinian` Ala Kemenag
Ada lomba dengan hadiah jutaan rupiah lho.

Dream - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) mendorong kaum muda untuk lebih mengenal zakat dan wakaf. Untuk mewujudkan visi ini, Dirjen Bimas Islam menggelar Festival Literasi Zakat dan Wakaf

Kasubdit Edukasi, Inovasi, Kerja Sama, Kemitraan, Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati mengatakan, acara puncak festival ini diselenggarakan pada 6 November 2019 mendatang.

" Festival zakat dan wakaf merupakan suatu rangkaian kegiatan yang diawali kompetisi lomba menulis esai untuk mahasiswa," ujar Wida di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa 27 Agustus 2019.

Masa pendaftaran kompetisi esai berlangsung pada 29 Juli-31 Agustus 2019. Sedangkan rangkaian acaranya yaitu seminar " Zakat Goes To Kampus" digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

" Seminar akan dilaksanakan di 2 Oktober 2019," ucap dia.

 

1 dari 5 halaman

Potensi Besar Zakat dan Wakaf

Selain itu, ada juga kompetisi video animasi berdurasi 1-2 menit dan lomba menulis di blog. Masa pendaftaran untuk dua kompetisi ini dibuka pada 20 Agustus-30 September 2019.

" Malam puncaknya itu di penganugerahan pada 6 November 2019 di Jakarta, akan dihadiri pak Menteri Agama yang akan menyerahkan hadiah kepada para juara," kata dia.

Wida memastikan para peserta tidak dipungut biaya untuk mengikuti kompetisi ini. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi literasizakatwakaf.kemenag.go.id.

Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengedukasi masyarakat, khususnya kaum kekinian.

Menurut Amin, potensi zakat pada 2017 itu mencapai Rp50 triliun. Sementara wakaf uang potensinya mencapai Rp60 triliun.

" Bayangkan, kalau asumsi 50 juta Muslim Indonesia mewakafkan uang Rp100 ribu per bulan, maka realisasi wakaf yang akan diterima sebesar Rp185 miliar," kata Amin.

2 dari 5 halaman

Kemiskinan di Jakarta Zakat Bisa Diatasi dengan Ziswaf

Dream - Kemiskinan masih menjadi persoalan yang dihadapi Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Masalah ini sejatinya merupakan tanggung jawab masyarakat kelas menengah atas.

Potret kemiskinan bisa dikurangi tidak hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak perlu terlibat, termasuk umat Islam melalui mekanisme dana zakat, infak, sedekah maupun wakaf (ziswaf).

Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menjadi salah lembaga amil zakat yang terjun membantu mengurangi kemiskinan di Ibu Kota.

Berdasarkan data pada Peta Kinerja Pemberdayaan Masyarakat DKI Jakarta 2018, dana Ziswaf yang disalurkan YBM PLN mencapai Rp17,37 miliar.

" Sebanyak 49.534 jiwa penerima manfaat yang terdiri dari 35.705 jiwa menerima manfaat program sosial kemanusiaan, 5.500 jiwa menerima manfaat program kesehatan, 5.064 jiwa penerima manfaat program pendidikan," ujar Deputi Direktur YBM PLN, Al Farisi, dalam diskusi publik bersama Institut Manajemen Zakat (IMZ) bertajuk 'Potret Kaum Marjinal Jakarta Dulu, Kini dan Nanti' di Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019.

 Diskusi Publik Zakat

Al Farisi mengatakan YBM PLN berkhidmat mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa dengan pengentasan dari kemiskinan.

Lembaga ini juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui sejumlah program ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan dakwah.

Pegiat sosial IMZ, M Chozin Amirullah, mengutip pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengatakan kemiskinan merupakan problem ideologis bukan politis. Sehingga, pengentasan kemiskinan harus menjadi persoalan yang diperjuangkan.

" Soal kemiskinan itu adalah soal ideologi. Bukan politik tapi ideologi. Salah satu jalan untuk menjalankan ideologi adalah politk, Jadi jangan dibalik," kata dia.

(Sah, Laporan: Vika Novianti Umar)

3 dari 5 halaman

Nigeria Belajar Kelola Zakat ke Indonesia

Dream - Tata kelola zakat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menarik minat sejumlah pihak. Tidak sedikit lembaga dunia yang belajar ke Baznas.

Salah satunya lembaga pengelola zakat Negara Bagian Sokota, Nigeria, Sokoto State Zakat and Waqf Commission (Sozecom). Beberapa pengurus lembaga tersebut datang langsung ke Indonesia untuk belajar pengelolaan zakat ke Baznas.

" Baznas dan Sozecom sepakat untuk memajukan kedua organisasi, sehingga makin besar manfaatnya bagi umat," ujar Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, dalam keterangan tertulisnya, Senin 22 Juli 2019.

Dalam kerja sama yang disepakati, Baznas memberikan izin program penghimpunan dan penyaluran zakat diadopsi oleh Sozecom.

Selama berada di Tanah Air, Sozecom juga diajak mengunjungi Baznas Microfinance Desa (BMD) dan Sekolah Cendekia, salah satu program penyaluran Baznas.

" Baznas sangat terbuka dengan lembaga di dunia yang ingin mempelajari program-program penghimpunan dan penyaluran zakat yang dilaksanakan dengan baik oleh Baznas," ucap dia.

Selain itu, Baznas juga telah menjalin beberapa kerja sama di bidang kemanusiaan bersama UNICEF.

Selain itu, Baznas juga menjadi inisiator dibentuknya World Zakat Forum (WZF) yang membawahi lembaga zakat di 33 negara. Bambang juga mendapatkan amanah sebagai Sekretaris Jenderal WZF.

4 dari 5 halaman

Pakai Hitungan Nisab Zakat, Ketua Baznas Sebut Orang Miskin RI Lebih Banyak

Dream - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo menyatakan 40 persen masyarakat Indonesia tergolong dalam kategori miskin. Penilaian itu merujuk pada perhitungan nisab zakat untuk kategori warga miskin. 

Untuk diketahui, pemerintah menyatakan jumlah penduduk miskin Indonesia hanya mencapai 9,6 persen atau 25 juta jiwa.

" Kriteria miskin kalau menggunakan data pemerintah itu, kalau per orang penghasilan minimumnya Rp772 ribu perbulan. Kalau per keluarga itu Rp3 juta per bulan," ujar Bambang di kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Bambang menjelaskan, apabila berdasarkan nisab zakat, kriteria miskin menurut Islam melekat pada warga yang masuk kategori mustahik atau penerima zakat.

" Kalau gunakan standar emas itu Rp4,7 juta per bulan, kalau beras Rp5,2 juta per bulan," ucap dia.

Merujuk dari perhitungan tersebut, Bambang memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia lebih banyak dari yang ditetapkan pemerintah. 

" Menurut pemerintah itu 9,6 persen penduduk miskin, tapi kalau gunakan garis nisab, 40 persen," kata dia.

5 dari 5 halaman

Baznas Gandeng Unicef Bantu Anak-Anak Miskin

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalin kerja sama dengan United Nation Children's Fund (Unicef). Kerja sama ini memungkinkan Baznas menyalurkan batuan kepada anak-anak miskin.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, kerja sama ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih banyak lagi membantu anak-anak di dunia. Khususnya Indonesia yang masuk kategori miskin.

" Bentuk bantuan terfokus pada anak-anak dan remaja yang bersifat berkelanjutan agar masa depan mereka bisa lebih baik," ujar Bambang di Kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid itu berujar sebelum kerja sama ini dijalin, Baznas juga telah memiliki banyak program untuk membantu anak-anak kurang mampu. Salah satunya mendirikan Sekolah Cendekia Baznas.

Perwakilan Unicef Indonesia, Debora Comini, mengatakan, kerja sama ini berfokus pada kesehatan dan pendidikan. Dari sisi kesehatan akan berfokus pada kebutuhan mandi, cuci, kakus serta perbaikan sistem sanitasi yang merupakan masalah dasar pemicu penyakit.

Selain itu, Baznas dan Unicef juga berfokus pada kecukupan gizi, perlindungan anak dan sosial serta pemberdayaan kaum muda. " Saya berharap, kerja sama ini menjadi model untuk negara-negara lain," kata Debora.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham