5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Stupa Borobudur Diduduki (Facebook/KhaTerine Cai)
Dream - Sebagai salah satu cagar budaya, Candi Borobudur menjadi tujuan para wisatawan. Jumlah pengunjung membeludak di hari-hari libur, terutama saat Lebaran.
Sayangnya, ulah wisatawan Borobudur ternyata malah mengundang keluhan. Sebab, mereka tidak memperhatikan adanya aturan yang diterapkan di tempat wisata di Magelang, Jawa Tengah, itu seperti dilarang duduk dan memanjat di stupa.
Perilaku tersebut dikeluhkan oleh pengguna Facebook, KhaTerine Cai. Dia yang berniat menikmati matahari terbenam di Borobudur malah menjadi jengkel.
" Saya sengaja posting pake bahasa Indo aj, biar yg baca juga cuma org Indo jg. Hari ini 29 Jun 2017, pukul 5 sore, saya mengunjungi Borobudur untuk menikmati sunset, tp bukan bikin sy happy, malah bikin stress!! Serius lho..," tulis Khaterine, diakses pada Selasa, 4 Juli 2017.

Khaterine mengeluhkan tidak adanya perhatian pada pelestarian Borobudur sebagai bangunan tua dari para wisatawan. Dia khawatir dengan banyaknya wisatawan justru memberikan dampak buruk bagi Borobudur.
" Borobudur itu bangunan tua, kenapa nggak dibatasi manusia yang masuk perhari, ramai banget kayak lautan manusia, semuanya kayak di hutan manjat-manjat di Borobudur. Apakah dia akan bertahan sampai anak cucu kita? Kan bisa dibatasi dari pengelola sehari cuma jual 1000 tiket, atau skalian harga tiketnya yang dimahalkan," tulis Khaterine.

Selain itu, dia juga mengeluhkan para pengunjung yang tidak menaati larangan. Bahkan, para orangtua terkesan membiarkan anak-anaknya memanjat atau duduk di stupa, padahal sudah ada larangan tertulis.
" Ini manusia pada tidak bisa baca? Atau memang tidak peduli? Cuma pentingin mejeng eksis saja ya? Kualitas manusia seperti apa ini, nggak tua nggak muda nggak yang kaya ataupun yang miskin sama saja, tidak menjaga sama sekali. Jelas-jelas ditulis dilarang duduk/manjat, malah sengaja duduk dan manjat di sana," tulis dia.

Sejak diunggah pada Jumat, 30 Juni lalu, keluhan Khaterine telah dibagikan sebanyak 7.172 kali dan mendapat 7.500 Likes.
Tak hanya itu, unggahan tersebut juga mendapat 2.226 komentar dari para pengguna Facebook lainnya.
" Sering banget nemuin kayak gitu.. bukannya nggak ada rasa peduli mau negur atau apa.. kadang kalau kita negur atas kesalahannya yang ada malah galakan mereka.. apalagi kalau mereka rombongan," tulis Fenna Tan.
" Semoga para pengunjung paham akan peraturan yang ada," tulis Rienae Ingidimengerti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?