Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Update Corona 6 Desember: Kasus Baru Kembali Naik

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 6 Desember 2020 17:50
Update Corona 6 Desember: Kasus Baru Kembali Naik
total yang terinfeksi hingga hari ini 6.089 jiwa

Dream - Kasus baru infeksi Covid-19 di Indonesia dalam tiga hari terakhir kembali menunjukkan tren meningkat. Dalam sehari terakhir, kasus baru Covid-19 mencapai 6.089.

Angka yang dirilis laman Covid19.go.id, Minggu 6 Desember 2020 itu lebih tinggi dari sehari sebelumnya, yang tercatat 6.027 kasus. Lebih banyak pula daripada hari Jumat yang hanya 5.803 kasus. Catatan Jumat itu turun drastis dari hari Kamis yang mencapai 8.369.

Dengan tambahan baru itu, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 575.796. Sebanyak 83.285 atau 14,5 persen di antaranya merupakan kasus aktif.

Sementara, kasus sembuh mengalami sedikit kenaikan. Hari ini, ada 4.322 pasien yang sembuh, lebih banyak dari hari kemarin yang hanya 4.271 pasien sembuh.

Dengan demikian, hingga saat ini total ada 474.771 pasien di Indonesia yang sembuh dari Covid-19, atau 82,5 persen kasus terkonfirmasi.

Kasus kematian harian pasien Covid-19 meningkat. Dalam 24 jam terakhir tercatat 151 pasien Covid-19 yang meninggal, lebih tinggi dari catatan hari Sabtu, yang mencapai 110 pasien.

Dengan tambahan baru itu, hingga saat ini total pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 17.740 atau 3,1 persen dari total kasus terkonfirmasi.

1 dari 5 halaman

Virus Corona Disebut Sebagai Patogen Terkuat dan Mematikan Setelah Flu Spanyol

Dream - Lima pandemi terakhir berkaitan dengan flu yaitu Flu Spanyol (1918-1920), Flu Asia (1957-1958), Flu Hong Kong (1968-1969), Flu Babi (2009-2010), dan Covid-19 yang sedang berlangsung sampai saat ini.

Seperti yang diketahui, Pandemi Covid-19 berbeda dari empat pandemi sebelumnya yang disebabkan satu atau beberapa jenis virus flu burung (varietas HxNx).

Hal ini yang menjadi alasan mengapa setelah Flu Spanyol, tidak ada pandemi yang memiliki skala atau kekuatan yang dahsyat. Namun, Covid-19 setara dengan Flu Spanyol.

Pandemi terakhir yakni Flu Burung, tidak menyebar begitu cepat dan meluas karena diketahui lansia memiliki semacam kekebalan terhadap virus Flu Burung.

Covid-19 disebabkan virus Corona, keluarga virus yang menyebabkan wabah SARS pada 2002-2003 dan MERS pada 2012. Namun SARS-CoV-2 saat ini dampaknya lebih dahsyat dari dua virus sebelumnya.

 

 

 

2 dari 5 halaman

Covid-19 Virus Adaptif

Virus Corona

Dikutip dari India Today, Jumat 27 November 2020, ada sejumlah penjelasan terkait hal tersebut. Di antaranya karena virus ini tergolong baru dan adaptif.

Keluarga virus corona tidak sepenuhnya asing bagi tubuh manusia. Tapi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 sebagai agen yang sama sekali baru.

Sistem kekebalan manusia tidak memiliki gambaran bagaimana menangkap patogen baru. Virus tersebut justru mengalami mutasi kunci yang membuatnya makin tak efektif.

3 dari 5 halaman

Sang Penipu Ulung

Virus yang paling sukses adalah yang penipu. Mereka tidak langsung membuat sakit orang yang diserang, sehingga mengulur waktu untuk berkembang biak dalam jumlah yang cukup.

Virus corona baru melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda. Hal ini membingungkan pengirim pesan kimiawi “ neraka” yang dilepaskan oleh sel-sel tubuh membiarkan inangnya percaya bahwa dia sehat sampai tahap paling akhir dari siklus hidupnya. Gejala biasanya mulai sekitar 5-7 hari setelah infeksi.

Sejumlah besar orang yang positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala apa pun yang memungkinkan virus corona baru menemukan lebih banyak inang karena orang tersebut tidak tampak sebagai pembawa.

Selain itu, karena baru dan tidak dapat diprediksi, infeksi virus corona baru tidak menunjukkan pola gejala dan penyakit yang tetap di tubuh.

4 dari 5 halaman

Jangkauan Lebih Luas

Sebagian besar virus flu tetap berada di organ sistem pernapasan. Virus corona baru melampaui lubang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Oleh karena itu menyebabkan peradangan di beberapa organ otot, pembuluh darah dan usus, di mana virus hidup selama berminggu-minggu.

Selain itu, ketika virus flu lain menyelesaikan siklusnya dalam sistem pernapasan, paru-paru pulih dengan cepat dari kerusakan yang terjadi. Namun dalam kasus Covid-19, paru-paru tidak hanya membutuhkan waktu yang lama tetapi juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Paru-paru yang berkinerja buruk menurunkan kualitas pasokan oksigen dan makanan ke semua organ tubuh yang membuat Covid-19 lebih mematikan dari virus lainnya.

5 dari 5 halaman

Rute Keluar Terbuka

Virus corona baru mulai berkembang biak segera setelah memasuki tubuh. Virus terus berkembang biak untuk waktu yang cukup lama sebelum sistem kekebalan tubuh mulai meresponsnya.

Seiring berjalannya waktu, kekebalan tubuh melawan virus - dengan 8-11 hari infeksi atau pasien mendekati kematian, SARS-CoV-2 mulai keluar dari tubuh ke inang baru.

Inilah perbedaan kontras Covid-19 dengan wabah SARS tahun 2002. SARS sangat menular pada saat tubuh mulai menunjukkan gejala. Sementara Covid-19 terus menyebar.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar