Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ratna Dewi Pettalolo (YouTube BNPB)
Dream - Kampanye dalam bentuk tatap muka masih menjadi pilihan utama calon pasangan kepala daerah, meski saat ini tengah dalam pandemi Covid-19. Sehingga terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan.
" Ada 91.640 bentuk kampanye yang dilakukan dalam bentuk tatap muka dan ini berkonsekuensi terhadap pelanggaran protokol kesehatan yang sangat tinggi," kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Ratna Dewi Pettalolo.
Dalam webinar yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat 4 Desember 2020 itu, Bawaslu juga mencatat pelanggaran protokol kesehatan menempati peringkat paling atas.
" Dari beberapa catatan kami, protokol kesehatan menduduki peringkat teratas, sebanyak 2.126 pelanggaran protokol kesehatan di masa kampanye yang akan berakhir pada tanggal 6 Desember," tambah dia.
Beberapa bentuk pelanggaran protokol kesehatan selama kampanye pilkada yang dinilai tidak mematuhi aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) antara lain batasan jumlah orang paling banyak 50 peserta, terjadi kerumunan, dan tak pakai masker.
Selain itu, tambah Ratnaa, " Tempat tidak sesuai protokol kesehatan tak perhatikan jarak dalam pengaturan tempat duduk dan juga sirkulasi di dalam ruangan tempat pelaksaan kampanye tatap muka."
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang