Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Polisi (Foto: Agung Wilis Yudha)
Dream - Ratusan polisi berada di depan kantor Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), malam 21 Mei 2019 hingga dini hari. Mereka bertahan untuk menghadapi para pendemo dan menjaga situasi tetap terkendali.
Sebuah momen mengharukan tertangkap kamera Agung Wilis Yudha, seorang fotografer. Ia memotret di tengah demonstrasi Pemilu, seorang polisi yang tengah melakukan video call dengan sang anak.
Sambil duduk beristirahat di tengah jalan, malam buta, ia hanya bisa melepas rindu melalui telepon dengan buah hatinya.
Polisi tersebut juga menjadi sandara temannya yang tampak sudah sangat kelelahan menjaga keamanan.
View this post on Instagram
" Bawaslu sedang ramai. Sementara itu rasa lelah dan rindu rumah memang benar adanya #pilpres2019 #bawaslu," tulis Agus dalam keterangan foto tersebut dalam akun Instagramnya.
Foto ini kemudian viral. Banyak warganet yang merasa haru dengan pengorbanan para petugas kepolisian yang membuatnya jauh dari keluarga demi menjaga keamanan.
Dream - Demo penolakan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) berujung kericuhan. Massa mengamuk mulai tadi malam sampai pagi ini.
Kerusuhan terjadi di sejumlah titik di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seperti di ruas Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, massa berbuat rusuh dan melakukan pembakaran.
Kerusuhan meluas hingga Jati Baru, tepatnya di kawasan Fly Over Tanah Abang. Jalur yang mengarah ke Pasar Tanah Abang ditutup.
Massa mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas umum. Tiang penunjuk jalan juga rubuh akibat amukan massa.
Polisi berusaha menenangkan massa dengan menembakkan gas air mata.
Sementara itu, massa berhamburan di kawasan jalur masuk dan keluar Fly Over.
Dream - Pada hari ini, 22 Mei 2019, para pengguna KRL Commuter Line diimbau untuk menghindari naik dari Stasiun Tanah Abang dan Palmerah, maupun bertujuan ke stasiun tersebut.
Pihak manajemen KRL Commuter Line menyarankan untuk naik dan turun di stasiun lain. Hal ini karena kondisi stasiun yang sangat dipadati pengguna, sehubungan penutupan sebagian akses jalan di luar stasiun.
" Untuk pengguna dengan tujuan Stasiun Palmerah dapat menggunakan Stasiun Kebayoran. Sementara pengguna dengan tujuan Stasiun Tanah Abang dapat menggunakan Stasiun Karet, Sudirman, maupun Duri," kata Anne Purba, VP Corporate Communications Commuter Line.
Perjalanan KRL hingga saat ini tetap melayani naik turun pengguna di Stasiun Palmerah maupun Stasiun Tanah Abang untuk pengguna yang hendak transit maupun yang hendak berpindah KRL kembali ke arah Stasiun keberangkatan awalnya.
Perjalanan KRL secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya juga hingga saat ini beroperasi normal.
" PT KCI mengimbau para pengguna untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan keamanan, dengan tetap memperhatikan imbauan dari petugas serta tidak memaksakan diri untuk naik/turun saat KRL maupun stasiun tujuan kondisinya sangat padat," pesan Anne. (ism)
Dream - Polda Metro Jaya membantah adanya kabar polisi mengejar massa aksi semalam hingga masuk ke masjid-masjid.

" Kemudian ada isu bahwa personel pengamanan masuk ke masjid-masjid untuk mengejar pengunjuk rasa adalah tidak benar," ujar Kepala Bidang HubunganMasyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu 22 Mei 2019.
Ia mengatakan, aksi yang dilakukan di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sudah tertib dari siang hingga pukul 21.00 WIB.
" Bahwa aksi demo kemarin sudah tertib dan bubar dengan damai, tapi malamnya ada segelintir orang yang sengaja membuat provokasi agar membuat warga terlibat, tapi semua sudah bisa kita atasi," ucap dia.
Argo melanjutkan, dalam aksi semalam ada beberapa orang yang diamankan polisi. Meski demikian, ia belum dapat menyebut berapa banyak massa yang diamankan itu.
" Ada (yang diamankan). (Jumlahnya) masih didata," kata dia.
Massa yang diamankan itu saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh polisi. (ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan