Viral! Foto Polisi Video Call dengan Anak Saat Jaga Demo Bawaslu

Reporter :
Rabu, 22 Mei 2019 11:01
Viral! Foto Polisi Video Call dengan Anak Saat Jaga Demo Bawaslu
Sebuah momen mengharukan tertangkap kamera Agung Wilis Yudha, seorang fotografer.

Dream - Ratusan polisi berada di depan kantor Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), malam 21 Mei 2019 hingga dini hari. Mereka bertahan untuk menghadapi para pendemo dan menjaga situasi tetap terkendali.

Sebuah momen mengharukan tertangkap kamera Agung Wilis Yudha, seorang fotografer. Ia memotret di tengah demonstrasi Pemilu, seorang polisi yang tengah melakukan video call dengan sang anak.

Sambil duduk beristirahat di tengah jalan, malam buta, ia hanya bisa melepas rindu melalui telepon dengan buah hatinya.

Polisi tersebut juga menjadi sandara temannya yang tampak sudah sangat kelelahan menjaga keamanan.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Mas Agung Wilis Yudha Baskoro (@masagungwilis) on

"Bawaslu sedang ramai. Sementara itu rasa lelah dan rindu rumah memang benar adanya #pilpres2019 #bawaslu," tulis Agus dalam keterangan foto tersebut dalam akun Instagramnya.

Foto ini kemudian viral. Banyak warganet yang merasa haru dengan pengorbanan para petugas kepolisian yang membuatnya jauh dari keluarga demi menjaga keamanan.

1 dari 3 halaman

Jati Baru Tanah Abang Rusuh, Massa Rusak Fasilitas Umum

Dream - Demo penolakan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) berujung kericuhan. Massa mengamuk mulai tadi malam sampai pagi ini.

Kerusuhan terjadi di sejumlah titik di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seperti di ruas Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, massa berbuat rusuh dan melakukan pembakaran.

Kerusuhan meluas hingga Jati Baru, tepatnya di kawasan Fly Over Tanah Abang. Jalur yang mengarah ke Pasar Tanah Abang ditutup.

Massa mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas umum. Tiang penunjuk jalan juga rubuh akibat amukan massa.

Polisi berusaha menenangkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Sementara itu, massa berhamburan di kawasan jalur masuk dan keluar Fly Over. 

2 dari 3 halaman

Stasiun Tanah Abang Ditutup Sementara

Dream - Pada hari ini, 22 Mei 2019, para pengguna KRL Commuter Line diimbau untuk menghindari naik dari Stasiun Tanah Abang dan Palmerah, maupun bertujuan ke stasiun tersebut.

Pihak manajemen KRL Commuter Line menyarankan untuk naik dan turun di stasiun lain. Hal ini karena kondisi stasiun yang sangat dipadati pengguna, sehubungan penutupan sebagian akses jalan di luar stasiun.

" Untuk pengguna dengan tujuan Stasiun Palmerah dapat menggunakan Stasiun Kebayoran. Sementara pengguna dengan tujuan Stasiun Tanah Abang dapat menggunakan Stasiun Karet, Sudirman, maupun Duri," kata Anne Purba, VP Corporate Communications Commuter Line.

Perjalanan KRL hingga saat ini tetap melayani naik turun pengguna di Stasiun Palmerah maupun Stasiun Tanah Abang untuk pengguna yang hendak transit maupun yang hendak berpindah KRL kembali ke arah Stasiun keberangkatan awalnya.

Perjalanan KRL secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya juga hingga saat ini beroperasi normal.

" PT KCI mengimbau para pengguna untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan keamanan, dengan tetap memperhatikan imbauan dari petugas serta tidak memaksakan diri untuk naik/turun saat KRL maupun stasiun tujuan kondisinya sangat padat," pesan Anne. (ism)

3 dari 3 halaman

Polisi Bantah Kejar Demonstran Masuk Masjid

Dream - Polda Metro Jaya membantah adanya kabar polisi mengejar massa aksi semalam hingga masuk ke masjid-masjid.

  Polisi Bantah Kejar Demonstran Masuk Masjid

 

" Kemudian ada isu bahwa personel pengamanan masuk ke masjid-masjid untuk mengejar pengunjuk rasa adalah tidak benar," ujar Kepala Bidang HubunganMasyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu 22 Mei 2019.

Ia mengatakan, aksi yang dilakukan di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sudah tertib dari siang hingga pukul 21.00 WIB.

" Bahwa aksi demo kemarin sudah tertib dan bubar dengan damai, tapi malamnya ada segelintir orang yang sengaja membuat provokasi agar membuat warga terlibat, tapi semua sudah bisa kita atasi," ucap dia.

Argo melanjutkan, dalam aksi semalam ada beberapa orang yang diamankan polisi. Meski demikian, ia belum dapat menyebut berapa banyak massa yang diamankan itu.

" Ada (yang diamankan). (Jumlahnya) masih didata," kata dia.

Massa yang diamankan itu saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh polisi. (ism) 

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo