Viral, Emak-emak Unggah Kondisi Restoran di Padang Ramai Saat PPKM

Reporter : Cynthia Amanda Male
Minggu, 4 Juli 2021 20:12
Viral, Emak-emak Unggah Kondisi Restoran di Padang Ramai Saat PPKM
"Padang kota bebas, makan apa aja. Kita ga ada yang di lockdown".

Dream - Imbauan mengenai melonjaknya Covid-19 terus dilakukan melalui berbagai media. Anjuran untuk melakukan protokol kesehatan pun tak henti diingatkan. Hal ini agar penularan menurun dan pandemi bisa mereda di Indonesia.

Meski begitu, masih banyak orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, tidak sedikit orang yang masih tidak percaya dengan keberadaan virus tersebut.

Salah satunya adalah seorang ibu asal Padang yang videonya tengah viral. Dalam video tersebut, ia menunjukkan kondisi sebuah restoran di Padang yang tengah ramai oleh pengunjung.

" Padang kota bebas, makan apa aja. Kita ga ada yang di lockdown, ga ada pembatasan, dan sekat sekat. Tuh, lihat tuh, rame," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by OFFICIAL LAMBE TURAH ENTRNT (@lambe_turah)

Ia mempertegas bahwa di daerah tersebut cukup aman dan tidak diberlakukan jaga jarak. Warga bebas beraktivitas dan tidak takut dengan virus Covid-19.

Di akhir video, ia  mengaku keheranan dengan warga Jakarta yang panik akan pandemi virus Covid-19.

" Kenapa kita di Jakarta kok pada panik semua? Udah, jangan panik. Terus aja lawan pemerintahan dzalim," ungkapnya

Melihat tingkah ibu asal Padang, warganet pun merasa kesal dan gemas.

" Tandai mukanya wahai para nakes. Nanti kalau dia kena ga usah di tangani. Suruh pulang aja," kata @defan.rendra.

" Ibu blm tau aja rasanya kena covid gmn ???," komentar @iichaa04_.

" Blacklist aja dri rumah sakit," tulis @vminsty.

1 dari 7 halaman

Nasib Lurah Depok yang Gelar Hajatan Saat PPKM

Dream - Setelah beredar video hajatan yang diadakan Lurah Pancoranmas, Depok, akhirnya hal tersebut ditindaklanjuti oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Satgas ternyata telah meninjau lokasi. Saat didatangi, hajatan tersebut langsung dihentikan dan Lurah Pancoranmas, Depok pun dipanggil untuk dimintai keterangan.

" Jika ditemukan pelanggaran maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Sabtu kemarin dilansir dari Liputan6.com.

Penyelenggara hajatan telah diimbau sebelumnya perihal protokol kesehatan serta aturan terbaru, bahwa resepsi pernikahan hanya bisa dihadiri 30 orang. Bahkan, menurut Dadang, aturan tersebut telah diterapkan sejak 2 minggu lalu.

" Sebetulnya di Kota Depok aturan itu sudah diterapkan sejak 2 minggu yang lalu ketika pengetatan PPKM yang saat ini dikuatkan kembali dengan PPKM Darurat" .

Hingga kini, Kepala Badan Kepegawai dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri masih melakukan penyelidikan serta pemeriksaan.

Bila terbukti terdapat pelanggaran, Lurah Pancoranmas, Depok akan diberikan sanksi seperti penurunan jabatan. (mut)

2 dari 7 halaman

Warga Depok Joget di Hajatan Saat PPKM, Susi Pudjiastuti: 'Tenggelamkan!'

Dream - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah diberlakukan sejak Sabtu 3 Juli 2021 kemarin. Meski beberapa akses jalan telah ditutup dan aktivitas diminimalisir, ternyata masih ada warga yang belum mematuhinya.

Pelanggaran tersebut ditunjukkan oleh seorang warga di Pancoran Mas, Depok yang mengirimkan sebuah video hajatan. Dalam video tersebut, semua orang terlihat tidak mematuhi protokol kesehatan.

Usut punya usut, hajatan tersebut merupakan hari pernikahan anak dari lurah di kawasan Depok. Walaupun menggunakan masker, namun orang yang menghadiri hajatan tersebut sangat banyak dan tidak menjaga jarak.

      View this post on Instagram      

A post shared by OFFICIAL LAMBE TURAH ENTRNT (@lambe_turah)

 

Sementara kebijakan PPKM Darurat hanya memperbolehkan maksimal 30 orang untuk menghadiri resepsi pernikahan.

Tamunya juga tidak diperbolehkan untuk makan di tempat resepsi. Sedangkan, dalam video tersebut terlihat adanya prasmanan.

Setelah tersebar di media sosial, warganet pun ramai menghujat orang yang menghadiri hajatan tersebut karena telah melanggar kebijakan PPKM Darurat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan pun mengomentari tindakan ini. " Tenggelamkan !!! Serius!!!,"  tulisnya di Twitter.

" Kalo kena covid gausah ke RS, bawa joget aja dirumah,"  ujar @hi_jj_ca.

" Kayak ny belum pernah kena corona itu orang,"  kata @andreas.a.prasetya.75.

" Depok memang beda,"  komentar @karlinanovie.

3 dari 7 halaman

Covid-19 Terus Meningkat, Satpol PP Razia Masker di Perbatasan Depok dan Jakarta

Dream - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok dan Provinsi DKI Jakarta menggelar operasi gabungan tertib masker dengan sasaran warga yang melintas di perbatasan kedua wilayah. Operasi ini untuk menekan penularan Covid-19.

" Kami akan melakukan operasi gabungan dengan Provinsi Jabar. Lalu untuk menjaga wilayah perbatasan, kami akan berkolaborasi dengan Satpol PP DKI Jakarta," kata Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny di Depok, seperti dilansir pojoksatu.id, Jumat 4 September 2020.

Menurut Lienda, operasi gabungan tersebut mencakup pengawasan dan penindakan terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19, seperti tidak mengenakan masker saat berada di luar rumah. Guna menghindari tumpang tindih, Lienda mengatakan, pengaturan sudah dilakukan dalam penindakan pelanggar protokol kesehatan selama operasi tertib masker gabungan.

" Untuk sanksinya, bagi pelanggar yang masuk wilayah Depok akan ditangani Satpol PP Kota Depok, yang masuk wilayah Jakarta akan ditangani oleh Satpol PP DKI Jakarta," katanya.

4 dari 7 halaman

Lienda mengatakan bahwa operasi gabungan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan warga mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“ Rencananya akan terus dilakukan agar kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker terus meningkat demi memutus penularan COVID-19,” katanya.

5 dari 7 halaman

Depok Bukan Berlakukan Jam Malam, Tapi...

Dream - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, tidak ada pemberlakuan jam malam di Kota Depok.

Kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Kota Depok yakni kebijakan Pembatasan Aktivitas Warga (PAW).

" Perlu diluruskan kebijakan yang diterapkan bukan jam malam, tetapi PAW. Jadi, seluruh aktivitas sosial warga dibatasi pada jam tertentu," kata Dadang Wiahana menanggapi pemberitaan sejumlah media yang menyebutkan adanya jam malam di Depok, Kamis 3 September 2020, dikutip dari Liputan6.com.

Dadang menjelaskan, kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor : 443/408-Huk/GT tentang Peningkatan Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di Kota Depok yang diterbitkan 31 Agustus 2020, dimana aktivitas sosial masyarakat dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

Ia mengatakan, begitu juga dengan para pelaku usaha toko, rumah makan, kafe, minimarket, midimarket, supermarket, dan mal dengan jam operasional hingga pukul 18.00 WIB. Lalu, bagi layanan pesan antar hingga pukul 20.00 WIB.

6 dari 7 halaman

Lebih lanjut Dadang menjelaskan, pembatasan aktivitas sosial yang dimaksud seperti kumpul di kafe, perkumpulan komunitas, resepsi pernikahan atau aktivitas lainnya yang berpotensi terjadi perkumpulan banyak orang.

Menurut Dadang, warga yang pulang bekerja malam tak ada larangan karena itu tidak termasuk. Pihaknya selama tiga hari ini, mulai 31 Agustus hingga 2 September 2020, terus melakukan sosialisasi.

" PAW ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat, sebab masih terjadi peningkatan pasien konfirmasi positif COVID-19 yang 70 persen di antaranya merupakan imported case (kasus impor) dari luar Depok yang berdampak pada penularan klaster keluarga,” jelasnya.

 

7 dari 7 halaman

Kampung Siaga

Dadang menambahkan, dalam menjalankan kebijakan ini Pemkot Depok akan dibantu oleh Kampung Siaga COVID-19 (KSC). Di Kota Depok terdapat 925 KSC yang akan bekerja sama untuk menjalankan PAW dibantu kecamatan dan kelurahan.

" Setiap kebijakan pasti ada dampaknya. Namun, semua yang dilakukan untuk kebaikan bersama. Aturan ini pun nanti ada sanksinya, tetapi sanksi bukan tujuan utama karena tujuan kami adalah mencegah penyebaran COVID-19," ujarnya.

(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar