Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Tersinggung Dengan Sikap Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Yang Memarahi Anak Buahnya. (Foto: Liputan6.com)
Dream – Belum lama ini, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, memarahi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sambil menunjuk-nunjuk warganya. Sikap Risma ini membuat Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, tidak terima.
Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 1 Oktober 2021, Rusli menilai sikap Risma tidak patut dilakukan oleh seorang menteri. Mantan walikota Surabaya ini seharusnya memberi contoh cara pejabat negara bersikap.
“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri sosial memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” kata dia.
Rusli mengingatkan, Risma untuk menjaga sikap hadapan rakyat, terlebih saat berkunjung ke kampung orang. Menunjuk-nunjuk dan memarahi seorang pendamping PKH dengan emosional membuat hatinya sangat sedih.
“Pangkat, jabatan harus kita jaga. Tidak ada artinya pangkat ini semua kita tinggalkan. Kalaupun toh dia salah ya dikoreksi, di depan umum lagi,” kata dia.
Terkait aksi Risma yang marah-marah, Rusli baru mengetahui informasi tersebut. Saat itu Mensos Risma bersama pemerintah provinsi dan kabupaten kota sedang melakukan pemadanan data.
Saat itu, Rusli tidak berada di tempat karena sedang mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ke Kabupaten Boalemo. Saat itu, pendamping PKH menjelaskan ada warganya yang terdata tapi saldonya kini tidak pernah lagi terisi.
Hal itulah yang diduga membuat mantan Wali Kota Surabaya naik pitam. Ia bahkan memarahi pendamping PKH tersebut di hadapan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim.
“Pendamping PKH itu menyampaikan kepada Ibu Menteri ada nama nama ini saldonya kosong karena informasinya sudah dicoret. Itu yang bikin naik darahnya,” kata dia.
“Boleh lah emosi tapi jangan kelakuan seperti itu dong. Itu pegawai saya meskipun dia pegawai rendahan tapi manusia juga. Saya alumni STKS, tahun 80-an sudah kenal Menteri Nani Soedarsono, para Dirjen tapi tidak ada yang sikapnya begitu. Saya tersinggung, saya enggak terima,” kata dia.
Secara khusus, Gubernur Rusli meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi sikap Risma yang dalam banyak kesempatan selalu emosional. Apalagi aksinya kadung viral dan buat heboh warga Gorontalo.
“Tolonglah, mumpung Pak Presiden juga bisa lihat di Youtube, di mana mana karena sudah ribut. Memperingati stafnya karena seperti itu,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Harga Ponsel dan Barang Kebutuhan Hampir Sama di Seluruh Negeri, Mengapa UMR Bisa Jauh Berbeda?

Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan

Harga Rumah Makin Tak Terjangkau, Mengapa Terus Melonjak Dibanding Pendapatan?