12 Ribu Jemaah Umroh Masuk Saudi, Seluruhnya Belum Divaksin Booster

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 1 Oktober 2021 16:00
12 Ribu Jemaah Umroh Masuk Saudi, Seluruhnya Belum Divaksin Booster
Konsul Haji Endang Jumali mengatakan jemaah umroh yang masuk Saudi kemungkinan menggunakan vaksin yang ditetapkan negara tersebut.

Dream - Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan, sudah ada sekitar 12 ribu jemaah umroh masuk Arab Saudi sejak kembali dibuka pada 1 Muharram 1443 H atau 10 Agustus 2021. Seluruhnya belum mendapatkan vaksin booster.

" Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang saya peroleh, belum ada jemaah yang memakai vaksin booster," ujar Endang, dikutip dari Kemenag.

Menurut Endang, para jemaah tersebut berasal dari 10 negara, yaitu Irak, Nigeria, Sudah, Yordania, Senegal, Bangladesh, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Uni Emirat Arab. Dengan belum dapatnya booster menandakan jemaah menggunakan vaksin yang ditetapkan Saudi.

" Artinya, semua menggunakan vaksin yang juga digunakan di Arab Saudi," kata dia.

1 dari 5 halaman

Syarat Masuk Saudi

Saudi menetapkan empat vaksin untuk menangani Covid-19, yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Empat vaksin ini juga menjadi syarat bagi warga asing, termasuk jemaah umroh, untuk masuk Saudi.

" Bangladesh infonya hanya memberangkatkan jemaah yang menggunakan vaksin seperti yang digunakan oleh Arab Saudi," kata dia.

Selanjutnya, Endang menjelaskan jemaah umroh sudah mendapatkan vaksinasi penuh dengan vaksin yang digunakan oleh Saudi atau sudah mendapatkan booster bisa bebas dari aturan karantina ketika tiba di Jeddah maupun Madinah. Para jemaah bisa langsung menjalankan ibadah umroh.

Sedangkan bagi jemaah yang baru mendapatkan satu dosis vaksinasi berlaku kewajiban isolasi mandiri selama empat hari setelah tiba di Saudi. Sedangkan ketika di Mekah dan Madinah, jemaah mendapatkan kesempatan sekali umroh dan sekali sholat di Raudah.

" Adapun untuk sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu bisa dilakukan setiap waktu," kata Endang.

2 dari 5 halaman

Sinyal Positif Penyelenggaraan Umroh untuk Jemaah Indonesia

Dream - Penyelenggaraan umroh untuk jemaah Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif. Ini ditandai dengan sejumlah pertemuan antara menteri dan pejabat Indonesia dengan perwakilan otoritas Arab Saudi.

Salah satunya, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu Saudi, Faishal bin Farhan. Dalam pertemuan yang berlangsung di New York, Amerika Serikat itu, Retno meminta Saudi mengevaluasi kebijakan vaksin untuk jemaah umroh.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia, Firman M Nur, menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut. Dia berharap Saudi dapat mencabut suspen terhadap jemaah umroh Indonesia.

" Alhamdulillah, Menlu Retno secara langsung meminta Kerajaan Saudi meninjau ulang status suspend masuknya jemaah umroh Indonesia, dikarenakan kondisi pandemi di Indonesia sudah sangat membaik," ujar Firman melalui keterangan tertulis.

Sinyal positif juga ditunjukkan Kemenag melalui pertemuan antara Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Khoirizi bersama beberapa pejabat Kemenag dengan Duta Besar Saudi, Essam bin Abed Al Thaqafi. Lewat pertemuan itu, Kemenag menyampaikan kesiapan Indonesia dalam mengirim jemaah umroh seiring membaiknya pandemi.

 

3 dari 5 halaman

Ditambah lagi, pertemuan antara Dubes Essam dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pertemuan ini menguatkan sinyal positif penyelenggaraan umroh bagi Indonesia.

" AMPHURI sangat mengapresiasi tanggapan positif Pemerintah dari usulan kami agar Pemerintah lebih mendalam dan meningkatkan diplomasi untuk memperjuangkan keberangkatan jemaah umrah Indonesia ke Tanah Suci," kata Firman.

Saudi sendiri telah mencabut suspen atau penundaan kesempatan masuk bagi WNI untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Tetapi, keputusan tersebut baru berlaku untuk WNI yang memegang izin tinggal (Iqomah), sementara jemaah umroh belum dibolehkan.

" Semoga tidak lama lagi kebijakan tersebut berlaku bagi jemaah umroh," kata dia.

Lebih lanjut, Firman menyampaikan ucapan selamat kepada Kerajaan Arab Saudi atas peringatan Al Yaum Al Wathani (Hari Nasional) ke-91 yang jatuh pada 23 September 2021. Dia mendoakan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz beserta Putra Mahkota, Pangeran Mohamed bin Salman senantiasa dalam lindungan Allah.

" Semoga Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam memimpin rakyat Saudi menuju negara yang maju dan sejahtera," kata dia.

4 dari 5 halaman

Bertemu Dubes Saudi, Kemenag Harap Suspen Umroh Jemaah Indonesia Dicabut

Dream - Kementerian Agama terus melobi Arab Saudi untuk membuka kemungkinan jemaah Indonesia bisa menjalankan umroh. Hingga saat ini, Saudi belum membuka pintu bagi jemaah umroh asal Indonesia.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi, kembali menemui Duta Besar Saudi, Esham Altsaqafi. Lewat pertemuan itu, Khoirizi mengupayakan agar penundaan bagi Indonesia segera dicabut.

" Kami berharap Pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspen dan memberi kesempatan kepada jemaah umroh Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci," ujar Khoirizi melalui keterangan tertulis.

Menurut Khoirizi, penanganan Covid-19 di Indonesia terus membaik. Dia juga meyakinkan jemaah Indonesia siap menjalankan seluruh ketentuan yang diberlakukan Saudi, terutama soal protokol kesehatan.

Terlebih, Indonesia masuk dalam lima besar negara pengirim jemaah umroh terbanyak. Sementara lima negara tersebut hingga saat ini belum dapat mengirimkan jemaah umrohnya.

" Ada lima negara pengirim jemaah umroh terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jemaah umrahnya. Kami berharap jemaah umrah Indonesia diprioritaskan untuk bisa segera diberangkatkan," kata Khoirizi.

5 dari 5 halaman

Tanggapan Dubes

Dalam pertemuan tersebut, Esham menegaskan kembali Saudi tidak pernah melarang umat Islam Indonesia melaksanakan ibadah umroh. Hanya, diperlukan pengaturan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Esham mengaku telah melaporkan kondisi pandemi yang membaik di Indonesia ke otoritas Saudi. Hal itu menjadi pertimbangan Pemerintah Saudi dalam mengambil keputusan.

Selain itu, Esham juga mengatakan meski sudah dibuka sejak Muharram 1443 Hijriah, peminat umroh masih sedikit. Dalam satu hari hanya sekitar 1.000-1.500 jemaah yang melaksanakan umroh disebabkan prosedur yang ketat untuk mencegah meluasnya pandemi.

Beri Komentar