Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Viral Video Perawat Laporkan Ada 90 Ribu Pasien Terjangkit Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 27 Januari 2020 16:00
Viral Video Perawat Laporkan Ada 90 Ribu Pasien Terjangkit Corona
Rumah sakit-rumah sakit di sebagian besar China penuh pasien.

Dream - Jumlah kasus virus corona dan kematian di Wuhan meningkat pesat tiap hari. Ada sekitar 2.813 kasus terkonfirmasi dan dilaporkan sekitar 80 korban telah meninggal dunia.

Tetapi, jumlah kematian diduga jauh lebih banyak daripada yang dilaporkan sejumlah media. Di China, pemerintah menyatakan ada 2.761 kasus terkonfirmasi dan 80 angka kematian menurut media mainstream.

Namun, belakangan muncul video seorang perawat mengklaim ada 90 ribu orang di China telah terinfeksi virus corona. Video tersebut viral di media sosial. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Tirai Bambu tersebut.

Mengenakan masker putih menutupi wajahnya, wanita yang mengaku sebagai perawat itu menyampaikan kabar yang mengejutkan.

" Saya sekarang di kawasan terinfeksi Distrik Hankou di Wuhan. Izinkan saya memberitahu Anda mengenai situasi di Provinsi Hubei dan China saat ini," kata perawat itu, dikutip dari World of Buzz.

" Sejauh ini, lebih dari 90 ribu telah terinfeksi virus corona," lanjut dia.

1 dari 4 halaman

Tingkat Infeksi Tinggi

" Berapa tingkat orang terinfeksi? Tanpa karantika atau penanganan efektif secepatnya, satu orang terinfeksi dapat menularkan virus ke 14 orang terdekat darinya. Tingkat infeksi sangat tinggi," kata dia.

Kabar ini tidak mengherankan, mengingat banyak rumah sakit dipenuhi pasien terinfeksi. Banyak dari mereka sampai tergeletak di lantai sementara staf rumah sakit sangat terbatas.

Yang menbuat virus corona Wuhan sangat mematikan yaitu orang yang terinfeksi bisa menyebarkan virus kepada orang lain selama masa inkubasi. Bahkan sebelum tanda-tanda sakit muncul.

Ini berarti orang yang melewati bandara dan pemindaian suhu tubuh bisa jadi sudah terinfeksi. Tetapi, mereka dibolehkan pergi karena tanda-tanda penyakit belum muncul.

Setelah lolos, siapapun bisa menulari orang lain yang mengadakan kontak dengan dia. Ini membuatnya semakin sulit dilacak begitu gejala mulai terlihat.

Pasien termuda yang terinfeksi virus corona adalah bayi berusia sembilan bulan. Bayi itu sebelumnya punya kontak dengan pasien terinfeksi di Hubei.

Dilaporkan Oriental Daily, ini merupakan kasus pertama di mana bayi menjadi pasien positif terjangkit corona.

2 dari 4 halaman

Ini Videonya

3 dari 4 halaman

Liburan ke Raja Ampat, WN China Terduga Corona Diisolasi di RSUD Sorong

Dream - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele be Solu di Kota Sorong, Papua Barat, menerima pasien rujukan dari rumah sakit swasta. Pasien tersebut diduga terjangkit virus corona.

Direktur RSUD Sele Be Solu, Mavkren Kambuaya, mengatakan pasien tersebut merupakan Warga Negara China asal Hunan berinisial YP, 39 tahun. Pasien tersebut kini tengah dirawat intensif dalam ruang isolasi.

YP merupakan warga China yang sedang berlibur ke kawasan Raja Ampat. Pria itu mengalami demam tinggi dan batuk.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, membenarkan hal tersebut. Tetapi, belum dapat dipastikan apakah pasien tersebut positif terserang corona atau bukan.

" Benar ada satu orang di Sorong yang diduga terjangkit virus corona. Ini masih diduga, dia adalah wisatawan asal China yang mau ke Raja Ampat," ujar Otto, dikutip dari Liputan6.com.

 

4 dari 4 halaman

Pemeriksaan Medis WN China

Untuk mencegah penyebaran virus corona di Papua Barat, pemerintah setempat mewajibkan seluruh tenaga kerja asing asal China menjalani pemeriksaan medis.

Pemeriksaan akan dijalankan di setiap perusahaan yang mempekerjakan warga China.

" Ini sebagai langkah antisipasi, belum ditemukan kasus corona di Papua Barat tapi pencegahannya wajib dilakukan agar virus tersebut tidak menyebar dan mewabah," kata Otto.

Pemeriksaan juga dilakukan di tiap pintu masuk bandara dan pelabuhan. " Kami akan terus melakukan pemantauan, begitu pula teman-teman di Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota," kata dia.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar