Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Doni Monardo (Liputan6)
Dream - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap virus corona sebagai konspirasi atau hasil rekayasa. Padahal, kasus infeksi Covid-19 di Indonesia terus meningkat.
" Masih ada sejumlah pihak yang menganggap ini adalah konspirasi. Covid ini rekayasa, Covid ini adalah konspirasi," kata Doni di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 13 Juli 2020.
Dia mengatakan, pasien yang meninggal dunia akibat virus Corona di Indonesia sudah melampaui angka 3.500 kasus. Bahkan, pasien Covid-19 yang meninggal di dunia sudah melebihi 550.000 orang.
" Jadi ini nyata, ini fakta. Oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini," jelasnya.
Menurut Doni, perlu sosialisasi yang masif agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Salah satu caranya dengan mengajak tokoh masyarakat dan ulama ikut berpatisipasi dalam mengedukasi masyarakat, sehingga penyebaran virus corona dapat ditekan.
" Khususnya para ulama. Ini juga menjadi penekanan Bapak Wapres untuk melibatkan para ulama di seluruh daerah. Agar seluruh program sosialisasi ini bisa betul-betul dipahami secara baik," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menekan angka kematian Covid-19. Salah satunya yakni, dengan sosialisasi efektif dengan melibatkan seluruh komponen dengan kearifan lokal seperti antropolog, sosiolog, serta psikolog.
" Menyampaikan pesan-pesan bahwa Covid ini ibaratnya, mohon maaf, ibaratnya adalah malaikat pencabut nyawa bagi mereka yg rentan. Siapa saja yang rentan? Adalah lansia. Yang rata-rata adalah usia di atas 60 tahun-70 tahun," tutup Doni.
Sumber: Merdeka.com
Dream - Pemuda 30 tahun asal Bexar County, San Antonio, Texas, Amerika Serikat, meninggal dunia akibat infeksi Covid-19. Sebelumnya, dia sempat ingin membuktikan virus corona adalah hoaks.
Pemuda tersebut ternyata sempat mengikuti 'Covid-Party', pesta yang digelar dengan tantangan siapa saja yang tertular Covid-19 akan mendapatkan uang. Pesta ini sempat dianggap hanya rumor namun belakangan terbukti benar-benar terjadi.
Pesta itu sendiri digelar sejumlah pemuda untuk membuktikan Covid-19 hanyalah hoaks. Yang terjadi berikutnya justru fatal.
Kepala staf medis di Methodist Healthcare, dr Jane Appleby, mengatakan pria tersebut jatuh sakit usai menghadiri Covid-Party. Sempat ada kejadian tragis sebelum pria itu meninggal.
" Beberapa saat sebelum dia meninggal, dia memandang ke perawat dan berkata, 'ternyata saya salah, tadinya saya pikir ini hoaks, rupanya bukan," ujar Appleby, dikuti dari ABC News.
Appleby mengatakan pasien tersebut sempat memberitahu perawat mengenai pesta tersebut. Menurut pasien itu, pesta yang dia datangi dipandu oleh host yang didiagnosa tertular virus corona.
" Pikirnya orang-orang berkumpul untuk menyaksikan virus ini nyada dan untuk memastikan seseorang tertular," kata dia.
Appleby menyatakan cerita yang dia sampaikan bukan untuk menakut-nakuti orang. Tetapi memastikan mereka paham virus dapat menginfeksi semua orang.
Di Bexar sendiri dilaporkan ada 18.602 kasus terkonfirmasi. Jumlah tersebut sudah mengalami peningkatan sebanyak 923 orang pada Jumat lalu.
Rata-rata orang yang terinfeksi berada di kisaran usia antara 20 hingga 29 tahun sebanyak 24 persen. Sedangkan usia 30-39 tahun menyumbang 20 persen dari total angka positif Covid-19 di Bexar.
Sedangkan Appleby melihat pasien yang dirawat di rumah sakitnya bertambah. Kebanyakan di kisaran 20 dan 30 tahunan.
Sebagian pasien bisa dirawat dengan penanganan ringan. Sementara lainnya menderita penyakit serius.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya