Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Doni Monardo: Covid-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa, Bukan Konspirasi!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 14 Juli 2020 15:00
Doni Monardo: Covid-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa, Bukan Konspirasi!
Masih ada sejumlah pihak yang menganggap ini adalah konspirasi. Covid ini rekayasa, Covid ini adalah konspirasi

Dream - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap virus corona sebagai konspirasi atau hasil rekayasa. Padahal, kasus infeksi Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

" Masih ada sejumlah pihak yang menganggap ini adalah konspirasi. Covid ini rekayasa, Covid ini adalah konspirasi," kata Doni di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 13 Juli 2020.

Dia mengatakan, pasien yang meninggal dunia akibat virus Corona di Indonesia sudah melampaui angka 3.500 kasus. Bahkan, pasien Covid-19 yang meninggal di dunia sudah melebihi 550.000 orang.

" Jadi ini nyata, ini fakta. Oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini," jelasnya.

1 dari 4 halaman

Perlu Sosisialisasi Masif

Menurut Doni, perlu sosialisasi yang masif agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Salah satu caranya dengan mengajak tokoh masyarakat dan ulama ikut berpatisipasi dalam mengedukasi masyarakat, sehingga penyebaran virus corona dapat ditekan.

" Khususnya para ulama. Ini juga menjadi penekanan Bapak Wapres untuk melibatkan para ulama di seluruh daerah. Agar seluruh program sosialisasi ini bisa betul-betul dipahami secara baik," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya menekan angka kematian Covid-19. Salah satunya yakni, dengan sosialisasi efektif dengan melibatkan seluruh komponen dengan kearifan lokal seperti antropolog, sosiolog, serta psikolog.

" Menyampaikan pesan-pesan bahwa Covid ini ibaratnya, mohon maaf, ibaratnya adalah malaikat pencabut nyawa bagi mereka yg rentan. Siapa saja yang rentan? Adalah lansia. Yang rata-rata adalah usia di atas 60 tahun-70 tahun," tutup Doni.

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Sesumbar Corona Cuma Hoaks, Pemuda 30 Tahun Meninggal Usai Pesta Covid

Dream - Pemuda 30 tahun asal Bexar County, San Antonio, Texas, Amerika Serikat, meninggal dunia akibat infeksi Covid-19. Sebelumnya, dia sempat ingin membuktikan virus corona adalah hoaks.

Pemuda tersebut ternyata sempat mengikuti 'Covid-Party', pesta yang digelar dengan tantangan siapa saja yang tertular Covid-19 akan mendapatkan uang. Pesta ini sempat dianggap hanya rumor namun belakangan terbukti benar-benar terjadi.

Pesta itu sendiri digelar sejumlah pemuda untuk membuktikan Covid-19 hanyalah hoaks. Yang terjadi berikutnya justru fatal.

3 dari 4 halaman

Kepala staf medis di Methodist Healthcare, dr Jane Appleby, mengatakan pria tersebut jatuh sakit usai menghadiri Covid-Party. Sempat ada kejadian tragis sebelum pria itu meninggal.

" Beberapa saat sebelum dia meninggal, dia memandang ke perawat dan berkata, 'ternyata saya salah, tadinya saya pikir ini hoaks, rupanya bukan," ujar Appleby, dikuti dari ABC News.

Appleby mengatakan pasien tersebut sempat memberitahu perawat mengenai pesta tersebut. Menurut pasien itu, pesta yang dia datangi dipandu oleh host yang didiagnosa tertular virus corona.

" Pikirnya orang-orang berkumpul untuk menyaksikan virus ini nyada dan untuk memastikan seseorang tertular," kata dia.

4 dari 4 halaman

Appleby menyatakan cerita yang dia sampaikan bukan untuk menakut-nakuti orang. Tetapi memastikan mereka paham virus dapat menginfeksi semua orang.

Di Bexar sendiri dilaporkan ada 18.602 kasus terkonfirmasi. Jumlah tersebut sudah mengalami peningkatan sebanyak 923 orang pada Jumat lalu.

Rata-rata orang yang terinfeksi berada di kisaran usia antara 20 hingga 29 tahun sebanyak 24 persen. Sedangkan usia 30-39 tahun menyumbang 20 persen dari total angka positif Covid-19 di Bexar.

Sedangkan Appleby melihat pasien yang dirawat di rumah sakitnya bertambah. Kebanyakan di kisaran 20 dan 30 tahunan.

Sebagian pasien bisa dirawat dengan penanganan ringan. Sementara lainnya menderita penyakit serius.

Beri Komentar