Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Soewandhi, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo.
" Benar beliau dirawat di sini," kata Kepala Humas RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Pesta Parulian, dikutip dari Jatimnow, Rabu 26 Juni 2019.
Menurut Pesta, Risma dirujuk atas persetujuan pihak keluarga. " Nanti semua informasi akan disampaikan ke masyarakat melalui Humas Pemkot Surabaya," ujar dia.
Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, mengatakan, belum mendapat penjelasan dari dokter mengenai penyakit yang diderita Risma.
" Kalau penjelasan dokter saya sih belum tahu," kata Fikser.
Sebelumnya beredar kabar, Risma menderita penyakit paru-paru basah. Tetapi, kabar itu dibantah Fikser.
" Untuk konfirmasi lebih lanjut, kenapa dan penangannya seperti apa, kami besok akan melakukan presscon bersama dokter yang menangani," kata Fikser, dikutip dari Liputan6.com.
Namun secara umum, kata Fikser kondisi masih stabil seperti saat di RSUD Dr Soewandhi.
Dream - Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, membantah kabar yang menyebut Wali Kota Tri Rismaharini tengah dirawat di ICU RS dr Soewandhi.
" Saya enggak pernah bilang ibu di ICU, saya sudah protes ke media yang memberitakan itu," kata Fikser, dikutip dari Jatimnow, Selasa 25 Juni 2019.
Meski demikian, Fikser membenarkan perawatan yang dijalani Risma. " Ibu hanya butuh istirahat saja," ujar dia.
Menurut Fikser, hingga saat ini belum menerima kabar mengenai penyakit yang diderita Risma. Sejak tiba di rumah sakit, kata dia, Risma menjalani pemeriksaan.
" Dan diminta untuk istirahat," ucap dia.
Fikser enggan memastikan penyakit yang diderita Risma. " Yang harus menyatakan kan dokter," kata dia.
Yang jelas, Fikser memastikan bahwa Risma tidak diopname. Risma sudah diperbolehkan pulang.
" Tidak menjalani rawat inap atau opname di RS Soewandhi dan sudah diizinkan pulang ke kediaman siang ini," kata Fikser, dikutip Liputan6.com.
Dream - Ada yang spesial saat pertemuan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis, 14 Maret 2019. Dalam unggahannya di Twitter, Moazzam tertarik dengan sepatu yang dikenakan Tri Rismaharini.
" Saya kira sepatu Dr Martens dipakai Ibu Risma jauh lebih keren dari pada sepatu Dr Martens saya. Bagaimana pendapat Anda?" tulis Moazzam, Jumat, 15 Maret 2019.
Saya kira sepatu Dr Martens dipakai Ibu Risma jauh lebih keren dari pada sepatu Dr Martens saya. Bagaimana pendapat Anda? pic.twitter.com/1NnsfSoWGo
— Moazzam Malik (@MoazzamTMalik)March 14, 2019
Dari foto yang diunggah Moazzam, tampak Risma mengenakan kebaya berbalut rok batik panjang. Alas kaki yang dipakai Tri Risma berupa Dr Martens warna hitam.
Dilaporkan Jatimnow, koleksi sepatu Risma memang tergolong banyak. Di bagasi mobilnya terdapat beragam jenis merek sepatu.
Sepatu merek Dr Martens tersebut pertama kali terlihat oleh awak media ketika Risma blusukan.
Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser menyebut sepatu Dr Martens warna merah tua itu dikenakan Risma atas saran dokter.
" Bu Wali disarankan selama sakit (kaki) tidak mengenakan sepatu kets," kata Fikser, Januari 2019.
Fikser menyebut, Risma memiliki tiga jenis sepatu Dr Martens. Tiga sepatu tersebut berwarna, hitam, merah tua, dan ungu.
Sepatu jenis itu, kata Fikser, terasa cocok untuk penyembuhan sakit kaki kanannya. Sebab, sepatu tersebut terasa pas dan tidak miring serta ringan.
" Kelihatan mbois ya?" ucap dia.
(ism)
Dream - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, terkenal gesit memantau kondisi wilayah yang dipimpinnya. Itulah yang dia tunjukkan saat memantau perbaikan Jalan Raya Gubeng, Kamis sore, 20 Desember 2018.
Meski dalam keadaan sakit dan berkursi roda, walikota yang karib disapa Risma ini memantau Jalan Raya Gubeng yang ambles pada hari Rabu lalu. Menurut Liputan6.com, Risma didampingi stafnya tiba di sisi utara jalan yang ambles sekitar pukul 15.00 WIB.
Usai turun dari mobil, Risma didorong menggunakan kursi roda untuk memantau langsung pengerjaan perbaikan jalan.
" Tolong mobil PMK semuanya keluar, termasuk (Bronto) Sky Lift. Tolong truk yang sudah (kirim pasir) juga segera keluar. Biar alat berat sama truk pengangkut pasir yang lain mudah masuk," ujar Risma.
Risma juga menginstruksikan jajarannya di masing-masing sisi untuk memastikan lampu penerangan jalan umum (JPU) terpasang. Dia berharap penerangan itu akan membantu pengerjaan di malam hari.
" Itu lampunya (PJU) pasangin di sini, buat penerangan. Terus di sisi selatan juga dipasang. Jadi masing-masing sisi ada empat lampu penerangan," ucap dia.
Risma berharap perbaikan Jalan Raya Gubeng bisa rampung kurang dari seminggu. Dia telah menghitung jumlah kebutuhan pasir untuk pengurukan dan pengerjaan akan dilakukan hingga malam hari.
" Saya usahakan sebelum satu minggu, kalau bisa lima hari. Ini kita hitung ternyata butuhnya 1.800 dump truk (pengangkut pasir)" kata dia.
Selama 45 menit Risma meninjau dan mengoordinasikan perbaikan Jalan Raya Gubeng di sisi utara. Masih menggunakan kursi roda, dia kemudian bergeser ke selatan.
Di sisi ini, dia memberi instruksi kepada jajarannya agar seng pembatas segera dibuka.
" Pembatas sengnya tolong dibuka semua Pak. Agar alat berat sama truknya mudah masuk," ucap dia, memerintahkan salah satu petugas.
Tenaga Ahli Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, yang turun ke lokasi bertemu dan memanjatkan doa untuk kesembuhan Risma.
" Meski kesehatannya terganggu, beliau (Risma) tetap datang ke lokasi menggunakan kursi roda untuk memberikan motivasi kepada anak buahnya. Beliau pasti lebih sakit lagi kalau jalan-jalan ini ndak segera selesai," ujar Ngabalin.
Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya