Biar Cepat Antar Makanan, Wanita Ini Terjun dari Tebing

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 26 Juni 2019 08:01
Biar Cepat Antar Makanan, Wanita Ini Terjun dari Tebing
Dia melakukan aksinya setiap hari.

Dream - Seorang perempuan bernama Wan Tiandi menjadikan bungee jumping sebagai aktivitas harian.

Aksi Wan melompat dari tebing di pinggiran kota Chingqing, China, untuk mengantar makanan para koleganya. Dengan lompatan itu dia dapat memangkas waktu tempuh.

Wan mengatakan, dia dapat mengantar makanan itu dengan mobil. Tapi, perjalanan menuruni bukit akan memakan waktu selama 30 menit.

Dengan menggunakan bungee jumping, dia dapat mengambil makanan dengan durasi dua menit saja. 

Dilaporkan Shanghaiist, Wan bekerja di bagian logistik Taman Wansheng Dream Ordovician. Pekerjaan utamanya yaitu mengantarkan makan siang untuk 200 pekerja.

Para pekerja itu banyak yang berada di bagian bawah gunung. Akses dengan mobil akan membuat makanan menjadi dingin dan tak lagi nikmat. 

Ide menggunakan bungee jumping itu muncul sekitar setahun lalu. Aksi Wan melompati bukit itu telah menjadi perbincangan di media sosial China. 

Wan menyebut aksinya bagian dari pekerjaan, membantah skeptisisme warganet.

1 dari 5 halaman

China Bakal Punya Kota Islam Terbesar pada 2020

Dream - Pemerintah China terus menyelesaikan pembangunan Hui Culture Park. Pada 2020 nanti, situs ini digadang-gadang sebagai kota Islam terbesar di dunia yang ada di China.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok, Imron Rosyadi Hamid, mengatakan pembangunan Hui Culture Park menghabiskan biaya US$3,5 miliar, setara Rp45 triliun. Proyek ini berada di atas lahan seluas 67 hektare di Yongning, Yinchuan, dan dirancang sebagai Jembatan Peradaban China dan Arab.

" Tidak mengherankan jika di tempat ini banyak ditemui transliterasi China ke tulisan Arab," kata Imron, dikutip dari NU Online.

Nama Hui diambil dari etnis di China yang memeluk Islam. Mereka tinggal di kawasan barat utara dan telah menjalankan akulturasi antara Islam dengan budaya China.

Menurut Imron, terdapat tokoh Hui yang aktif membangun komunikasi antara Muslim China dengan Indonesia di masa Presiden Soekarno. Dia adalah Dapusheng.

Nantinya, Hui Culture Park bakal memiliki sejumlah masjid dengan arsitektur mirip Taj Mahal maupun Timur Tengah. Kota Islam ini juga dilengkapi museum, taman-taman raksasa, fasilitas pameran serta restoran halal.

2 dari 5 halaman

Perbaikan Layanan Haji

Hui Culture Park merupakan satu dari sekian wujud perhatian pemerintah China terhadap pengembangan Islam. Selain itu, China juga memasukkan agenda perbaikan layanan haji dalam Rencana Aksi Pemerintah 2016-2020.

" Salah satu bagian dalam yang Rencana Aksi tersebut secara eksplisit menyebut perbaikan pelayanan haji. Improving organization and services for the Islamic Hajj atau Meningkatkan kemampuan organisasi dan layanan untuk ibadah haji umat Islam," kata Imron.

Dikenal sebagai negara komunis, rupanya China juga banyak mengirimkan jemaah haji setiap tahunnya. Pada 2016 saja, kata Imron, ada 14.500 Muslim China melaksanakan ibadah haji.

 

3 dari 5 halaman

Islam Jadi Agama Populer Generasi Muda China

Wakil Ketua PCINU Tiongkok, Waki Ats Tsaqofi, mengatakan Islam merupakan agama dengan jumlah pemeluk usia di bawah 30 tahun terbanyak di China. Hal itu berdasarkan hasil survei National Survey Research Center (NSRC) of the School of Philosophy, Renman University tahun 2015.

Survei tersebut melibatkan responden dari 4.382 situs keagamaan meliputi masjid, kuil, gereja, dan lainnya. Situs tersebut tersebar di 31 wilayah di China.

" Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin, mampu diterima oleh kalangan muda yang notabene merupakan kalangan yang lebih kritis dan lebih memilih segala sesuatu sesuai dengan keinginan hati," kata Waki.(Sah)

4 dari 5 halaman

China Perkenalkan Chip Pembaca Pikiran Pertama di Dunia

Dream - China mengembangkan chip berbasis kecerdasan manusia. Chip bernama Brain-Computer Interface (BCI) yang dibubuhi aplikasi Brain Talker itu dikenalkan pada World Intellegence Congress, di Tianjin, China.

Menurut laman Xinhua, BCI merupakan sistem yang memungkinkan seseorang mengontrol komputer atau perangkat elektronik lainnya menggunakan gelombang otak. Sistem ini memotong instruksi yang biasanya dilakukan dengan gerakan atau instruksi lisan.

Brain Talker dirancang khusus untuk men-decode informasi gelombang otak. Alat ini dapat menggantikan perangkat komputer tradisional karena ukurannya yang lebih mudah dipindahkan, presisi dalam decoding, efisiensi tinggi dalam komputasi, dan kemampuan komunikasi yang lebih cepat.

 

5 dari 5 halaman

Cara Kerjanya

Direktur Akademi Teknik Medis dan Kedokteran Translasional di Universitas Tianjin, Ming Dong, mengatakan, chip tersebut dapat mengidentifikasi informasi neuron minor yang dikirim oleh gelombang otak dari korteks serebral. Secara efisien, chip ini dapat men-decode informasi dan sangat mempercepat kecepatan komunikasi antara otak dan mesin.

" Brain Talker membuat teknologi BCI lebih menjanjikan untuk penggunaan sipil karena chipnya lebih portabel, dapat dipakai dan lebih sederhana," kata Ming. 

Brain Talker dikembangkan oleh Universitas Tianjin dan China Electronics Corporation dengan hak kekayaan intelektual sepenuhnya independen.

Seorang ilmuwan data dari China Electronics Corporation, Cheng Longlong, mengatakan, para ilmuwan akan berusaha untuk meningkatkan kinerja chip untuk penggunaan yang lebih luas di bidang perawatan medis, pendidikan, kehidupan rumah dan game di masa depan.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'