Fakta Mengejutkan Wanita Penjual Senpi ke Perusuh 22 Mei: Istri Purnawirawan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 29 Mei 2019 12:00
Fakta Mengejutkan Wanita Penjual Senpi ke Perusuh 22 Mei: Istri Purnawirawan
Senjata itu akan digunakan oleh kelompok tertentu dalam aksi demo 22 Mei. Kelompok ini juga berencana membunuh 4 tokoh nasional.

Dream - Sosok AF alias VV, wanita yang menjual senjata api kepada kelompok perusuh aksi 22 Mei terkuak. Wanita yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangkan itu ternyata istri seorang purnawirawan.

Meski demikian, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, enggan menyebut kesatuan asal suami AF. " Enggak usah dikasih tahu itu sudah tahu," ujar Dedi di Kemenpolhukam, Jakarta, Selasa 28 Mei 2019.

Menurut Dedi, AF mendapat senjata api dan menjualnya secara ilegal dari seorang perantara. Saat ini, polisi masih menyelidiki perantara tersebut. AF menjual senjata api jenis revolver senilai Rp50 juta kepada HK, pemimpin kelompok eksekutor yang ditugaskan membunuh empat tokoh nasional.

Selain AF, polisi turut menangkap AD yang juga menjual senjata api laras panjang dan laras pendek rakitan kepada HK. " (Pemilik sebenarnya) mereka masih didalami," ucap dia.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap kelompok HK, AZ, TJ, dan IR. Satu eksekutor lainnya masih buron. Para eksekutor ini dituding menumpang pada aksi demo 21 dan 22 Mei yang berujung pada kerusuhan.

Aksi demonstrasi 21 dan 22 Mei memang berakhir ricuh. Semula aksi itu berjalan damai tanpa ada kekerasan. Menurut polisi, peserta aksi membubarkan diri setelah melaksanakan sholat tarawih.

Namun menjelang pukul 22.30 WIB atau 23.00 WIB, datang massa dari arah Tanah Abang menuju ke Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin. Massa ini berbeda dengan peserta unjuk rasa yang berada di depan Gedung Bawaslu pada siang hingga sholat tarawih itu.

Massa yang datang belakangan itu datang langsung menyerang. Sehingga Polri menyebut mereka sebagai perusuh. Berbeda dengan peserta aksi pada siang hari. Sehingga polisi bertahan dengan menggunakan tameng. Polisi juga melepaskan tembakan gas air mata serta peluru karet.

2 dari 5 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Steve Emmanuel Divonis 9 Tahun Penjara