Muslim Amerika Kembali Perjuangkan Libur Idul Fitri

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 24 Maret 2015 14:44
Muslim Amerika Kembali Perjuangkan Libur Idul Fitri
Para pelajar Muslim terpaksa memilih antara tidak masuk sekolah atau tidak ikut merayakan Idul Fitri dan Idul Adha.

Dream - Warga Muslim Baltimore di Maryland, Amerika Serikat menggelar kampanye agar hari-hari besar Islam dijadikan hari libur sekolah. Keinginan ini sempat ditolak Montgomery County yang terletak di sebelah timur Maryland beberapa bulan yang lalu.

" Saya tidak minta banyak, hanya ingin kesetaraan," kata Farah Ibrahim, salah satu Muslim di kota Baltimore, kepada ABC, seperti dikutip dari onislam.net, Selasa, 24 Maret 2015.

Farah adalah salah satu wali murid di Baltimore County Public Schools yang ikut hadir dalam rapat peninjauan kebijakan tentang hari libur pada Senin kemarin. Permintaan Farah sama dengan yang diajukan oleh ulama Baltimore selama beberapa dekade lalu.

Para pelajar Muslim harus menghadapi kenyataan pahit. Mereka harus memilih antara tidak masuk sekolah atau tidak ikut merayakan dua hari raya besar Islam, Idul Adha dan Idul Fitri.

Kebijakan ini tidak berlaku bagi pelajar Kristen dan Yahudi. Mereka mendapat kesempatan libur untuk merayakan hari raya keagamaannya.

" Saya bersama anggota komunitas kami dan anak-anak melihat bahwa mereka merasa benar-benar dikecualikan," kata Muhammad Jameel dari Islamic Society of Baltimore.

Komunitas Muslim Baltimore telah menyampaikan keinginan mereka dalam sebuah rapat oleh pihak otoritas pendidikan setempat. Rapat ini sebelumnya rutin digelar secara tertutup untuk membahas isu-isu yang berkembang.

Namun demikian, rapat pada Senin pekan lalu tersebut menjadi sejarah baru. Ini karena rapat tersebut baru pertama kali digelar secara terbuka dan mengizinkan publik hadir, mengambil kesaksian dari orang-orang yang ingin berbagi pendapat dan kekhawatiran mereka.

Panel akan mengambil kesaksian, bersama dengan penelitian mereka, dan membuat rekomendasi tentang kalender sekolah kepada Dewan Pendidikan County.

" Saya percaya panitia terdiri dari pendengar yang baik dan kami akan membuat rekomendasi yang berarti," kata Ketua Komite Kebijakan Romaine Williams.

Mengenai keputusan rapat, komite belum bisa membuat rekomendasi kalender kepada Dewan Pendidikan County. Para pejabat yakin amandemen tidak mungkin dilakukan sebelum tahun ajaran 2016-2017 diselenggarakan.

Sementara itu beberapa kota lain di Amerika Serikat memasukkan dua hari raya besar Islam dalam kalender hari libur sekolah mereka.

Boston sudah menerapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur sejak 2010 silam. Jersey, Dearborn, Michigan diyakini sebagai kota-kota pertama di AS yang meliburkan siswanya pada dua hari raya besar Islam.

Pada September 2010, sekolah-sekolah negeri di kota Burlington, Vermont juga menutup sekolah mereka saat Idul Fitri. (Ism) 

 

Beri Komentar