Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pemerintah China melaporkan banyak pasien yang positif terinfeksi virus corona, Covid-19. Dilaporkan Shanghaiist, selama 24 jam terakhir, sebanyak 2.159 pasien telah keluar dari rumah sakit.
Mereka dinyatakan pulih. Sementara itu kasus baru akibat virus ini terkonfirmasi mencapai 1.753.
Terlepas dari lonjakan yang cukup besar pekan lalu, jumlah infeksi baru telah secara bertahap menurun akhir-akhir ini.
Tren ini membantu untuk mendukung prediksi yang para ahli Cina bahwa wabah akan mencapai puncaknya bulan ini dan mungkin berakhir pada April 2020.
Sementara itu, wabah Covid-19 telah mencapai tonggak sejarah lain. Jumlah kematian akibat virus ini telah mencapai lebih dari 2.000 jiwa.
Dalam sekitar sebulan, coronavirus telah menginfeksi lebih dari 74.000 orang di Cina. Saat ini, 14.720 diantaranya telah pulih.
Dream - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura merilis kabar terbaru mengenai kondisi seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus corona, Covid-19. WNI yang masuk dalam kasus ke-21 itu telah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.
" WNI yang dinyatakan sebagai kasus ke-21 positif Covid-19 di Singapura dari cluster Yong Thai Hang medical shop pada tanggal 4 Februari 2020, telah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 serta dipulangkan," tulis KBRI Singapura, Rabu, 19 Februari 2020.
KBRI Singapura tidak menyebut secara lengkap identitas WNI tersebut karena aturan data personal pemerintah Singapura. Saat ini, KBRI Singapura akan terus memantau perkembangan kondisi WNI tersebut.
" Namun dapat dipastikan bahwa saat ini yang bersangkutan dalam keadaan baik," ucap KBRI Singapura.
Dengan kondisi terbaru ini, KBRI Singapura menegaskan, sudah tidak ada lagi WNI yang terjangkit Covid-19 di negara berlogo singa tersebut.
Dream - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja Singapura dinyatakan positif mengidap virus Corona Wuhan. WNI berjenis kelamin perempuan itu termasuk satu dari 6 warga di Singapura yang terkonfirmasi terpapar virus 2019-NCoV.
Temuan tersebut semakin mengejutkan karena perempuan yang berusia 44 tahun itu mengaku tidak pernah bepergian ke China.
Wanita yang bekerja sebagai pekerja domestik itu hanya tinggal di Jalan Bukit Merah, Singapura. Perempuan itu, dilaporkan Channel News Asia, memeriksakan gejala sakit di tubuhnya pada Minggu, 2 Februari 2020.
Perempuan itu lantas dirawat di Singapore General Hospital (SGH) pada Senin, 3 Februari 2020. Pihak rumah sakit menyatakan, perempuan itu positif virus Corona Wuhan pada Selasa, 4 Februari 2020.
Selain perempuan berpaspor Indonesia, seorang perempuan warga Singapura berumur 48 tahun disebut juga terjangkit virus Corona Wuhan. Perempuan yang bekerja sebagai penjaja produk di Yong Thai Hang ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.
Perempuan yang tinggal di Hougang Street 61 tersebut dilaporkan mengalami gejala virus Corona pada 25 Januari 2020. Dia kemudian dibawa ke Pusat Penyakit Berinfeksi Nasional (NCID) pada 3 Februari 2020.
" Dia dinyatakan terklasifikasi sebagai kasus dugaan dan segera menjalani isolasi," kata Departemen Kesehatan Singapura.
Saat ini, pasien yang diduga suspek terjangkit virus Corona Wuhan di Singapura berjumlah 24 orang. Dari empat kasus baru, Departemen Kesehatan Singapura, penyebaran virus Corona Wuhan ditransmisikan melalui pelancong dari China.
Dua wisatawan dari China disebut telah terinfeksi virus Corona. " Meskipun empat dari kasus ini merupakan kluster transmisi lokal, belum ada bukti penyebaran (virus Corona) secara meluas di Singapura," kata Departemen Kesehatan Singapura.
Dream - Kolaborasi ilmuwan dari Universitas Airlangga Surabaya dan Kobe University, Jepang menjadi salah satu kabar gembira di tengah gempuran virus Corona Wuhan (2019-nCoV).
Kerja sama penelitian itu menghasilkan alat yang mampu mengidentifikasi pasien yang diduga terjangkit virus Corona Wuhan.
" Masyarakat bisa memanfaatkan lembaga kami untuk mengkonfirmasi ada atau tidaknya virus. Identifikasinya tidak lama, hanya dalam hitungan jam, tetapi mekanisme sudah sesuai dengan standar kesehatan dunia WHO (World Health Organization)," kata Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, diakses dari laman resmi Unair, Selasa, 4 Februari 2020.
Nasih mengatakan, penelitian bersama Unair dan Kobe University telah menemukan reaktan virus Corona Wuhan. Selain di Unair, reaktan ini juga telah dimiliki Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes.
Nasih mengatakan, akurasi reaktan ini mencapai 99 persen. Sebab, ada parameter reagen yang berasal dari parameter positif tertular virus.
" Pemeriksaannya dari dahak, kalau memang hasilnya sama dengan parameter yang positif maka akan dilakukan penanganan khusus," ujar dia.
Dengan identifikasi secara spesifik ini, Nasih berharap ke depannya dapat menghasilkan riset penanganan dan pencegahan akan virus ini.
" Obatnya masih susah karena kami belum mengetahui jenis mutasi virus ini seperti apa," kata dia.
Dia mengakui kemampuan Unair dalam menemukan reaktan ini tak lepas dari akses Kobe University dan relasi di Jerman, dalam mengakses data dan gen virus corona dari bank virus.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya