Wanita Cantik Ini Tolak Tinggalkan Wuhan, Alasannya Bikin Kaget!

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 20 Februari 2020 07:12
Wanita Cantik Ini Tolak Tinggalkan Wuhan, Alasannya Bikin Kaget!
Padahal ia memiliki kesempatan pulang ke negaranya...

Dream - Sudah hampir sebulan sejak Wuhan dikunci dan diisolasi, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seperti diketahui, Wuhan merupakan pusat penyebaran virus corona yang mematikan.

Bagi sebagian besar penduduk Wuhan yang terperangkap di rumah, kehidupan tidaklah mudah. Maka jika ada kesempatan untuk bisa keluar dari Wuhan, tentu semua dengan senang hati akan mengikutinya.

Namun tidak untuk wanita satu ini, ia malah menolak untuk keluar dari Wuhan padahal memiliki kesempatan untuk kembali ke negara asalnya di Kanada.

1 dari 9 halaman

Memilih Menetap

Seperti diberitakan sebelumnya, kota berpenduduk 11 juta orang di provinsi Hubei itu telah dikunci sejak 23 Januari.

Penerbangan, kereta api dan bus yang berangkat dan memasuki Wuhan telah dibatalkan. Selain itu, jalan raya untuk masuk dan keluar kota diblokir dan transportasi umum dihentikan.

Kota itu kemudian bahkan melarang beberapa kendaraan pribadi untuk membatasi pergerakan sebanyak mungkin.

Pada saat itu, wanita bernama Kristina ini memiliki kesempatan kembali ke negaranya menggunakan pesawat carteran. Namun karena kucingnya tidak diizinkan untuk berada di pesawat, maka ia memilih untuk tetap berada di Wuhan.

2 dari 9 halaman

Tak Ingin Meninggalkan Kucingnya

Melansir Business Insider, Kristina sudah berada di Wuhan sejak 8 bulan lalu. Ia memutuskan tinggal sementara di Wuhan bersama kekasihnya.

Namun saat Wuhan mulai di isolasi, kekasihnya tengah berada dalam perjalanan bisnis dan tidak diizinkan untuk kembali ke Wuhan.

Alhasil selama beberapa waktu terakhir, Kristina hanya hidup berdua bersama kucingnya.

 Wuhan© Instagram Kristina

Baru-baru ini Kristina pun membuat sebuah video yang menceritakan bagaimana pengalamanya selama tinggal di Wuhan saat kota itu terisolasi.

Lewat videonya itu ia juga berharap pemerintah boleh mengizinkan dirinya meninggalkan Wuhan bersama kucingnya.

Ia mengatakan jika kuicngnya yang bernama Kitya menjadi teman satu-satunya yang ia miliki selama karantina, dan ia tidak akan meninggalkannya.

Benar-benar kucing yang beruntung! Berikut videonya:

3 dari 9 halaman

Ini Videonya

4 dari 9 halaman

Kondisi Mengerikan di Pusat Observasi Virus Corona Wuhan

Dream - China terus berupaya menangani penyebaran wabah virus corona Wuhan yang bermutasi menjadi 2019-nCoV. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat pusat observasi agar pengidap endemi ini tak menyebar.

China membangun rumah sakit baru dan mengubah fasilitas umum untuk menjadi pusat perawatan untuk pasien dalam jumlah besar.

Dilaporkan World of Buzz, salah satu fasilitas umum yang dijadikan pusat observasi yaitu Wuhan International Convention and Exhibition Centre. Tempat pameran ini disebut mampu menampung 1.600 tempat tidur untuk para pasien.

Fasilitas ini digunakan untuk mengobati mereka yang memiliki gejala ringan.

 

 

5 dari 9 halaman

Pasien Alami Batuk-batuk

Otoritas China rencananya akan mengubah lokasi semacam ini sebagai `rumah sakit darurat`.

Meski begitu, pasien yang telah dipindahkan dari rumah sakit ke `rumah sakit darurat` ini berada dalam kondisi menyedihkan. Tidak ada dokter atau perawat yang ditugaskan ke rumah sakit dadakan untuk memberikan obat-obatan selain kekurangan peralatan oksigen.

  Toilet di pusat observasi di Wuhan© World of Buzz

Sarapan disajikan dalam porsi yang sangat kecil sementara 1.000 orang harus berbagi satu toilet yang belum dibersihkan. Selain itu, pasien dapat didengar batuk satu demi satu, sehingga lebih sulit bagi mereka akan sulit pulih dari penyakit mereka.

6 dari 9 halaman

Penampakan Paru-Paru Pasien Pengidap Virus Corona... Astagfirullah

Dream - Kian hari kabar tentang penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan. Beruntung jumlahnya orang terinfeksi virus bernama resmi Covid-19 ini kembali melonjak setelah sempat menyentuh angka 15 ribu orang sehari pada 13 Februari 2020 yang lalu.

Angka itu merupakan jumlah kasus terbanyak yang dilaporkan China dalam satu hari semenjak wabah virus corona merebak pada Desember 2019.

Komisi Kesehatan Hubei juga melaporkan tambahan jumlah kasus korban virus corona yang meninggal mencapai 242 pada hari yang sama.

Peningkatan jumlah yang dramatis itu karena pemerintah Provinsi Hubei telah mengubah cara mendiagnosis pasien virus Covid-2019.

7 dari 9 halaman

Deteksi Virus Corona Pakai CT Scan

Selama ini pemerintah China hanya mengandalkan tes darah, yang persediaannya terbatas dan dapat memakan waktu berhari-hari untuk memberikan hasil.

Sekarang, pemerintah Provinsi Hubei mulai menggunakan teknik computed tomography (CT) scan untuk mengetahui seseorang terjangkit virus corona.

Dalam ilmu kedokteran Radiologi, teknik yang digunakan oleh pemerintah Provinsi Hubei ini dikenal dengan istilah Ground-glass opacity (GGO).

Dengan metode baru ini, dokter dapat dengan cepat mendiagnosis dan melakukan perawatan terhadap warga yang terjangkit virus Covid-2019.

8 dari 9 halaman

Paru-Paru yang Normal

Meskipun hasilnya kurang begitu akurat dibandingkan dengan tes darah, tapi para dokter di Wuhan tetap menggunakan teknik GGO ini.

Alasannya adalah mereka sudah kehabisan persediaan peralatan medis untuk melakukan pengujian terhadap orang yang diduga tertular virus.

Pasien yang didiagnosis melalui CT scan akan menunjukkan tanda-tanda terjangkit virus corona di paru-parunya dalam bentuk bercak-bercak ground-glass.

Seperti diketahui, paru-paru normal atau sehat akan tampak berwarna hitam saat dilakukan pemindaian. Jika ada satu atau dua bercak putih kecil, maka itu adalah hal yang wajar.

  Kondisi paru-paru yang normal akan berwarna hitam saat dilakukan pemindaian CT scan.© Shutterstock

9 dari 9 halaman

Penampakan Paru-paru Pengidap Virus Corona

Namun jika mereka terjangkit virus corona, akan muncul bercak-bercak putih di paru-parunya dalam jumlah besar.

  JIka terjangkit virus corona, maka paru-parunya dipenuhi bercak putih yang meluas hingga ke bagian tepi.© Weifang Kong and Prachi P. Agarwal

Bercak-bercak itu sebenarnya adalah cairan di ruang paru-paru.

Menurut Paras Lakhani, ahli radiologi di Universitas Thomas Jefferson, bercak-bercak putih pada paru-paru pasien belum tentu akibat terjangkit virus Covid-2019.

" Tanda-tanda putih itu bisa menunjukkan semua jenis infeksi - bakteri, virus, atau kadang-kadang penyakit tidak menular. Bercak-bercak itu bisa saja akibat vaping," kata Lakhani.

Tetapi, lanjut Paras, bercak-bercak yang meluas hingga ke tepi paru-paru pasien patut dicurigai.

  Jika bercak putih meluas hingga ke tepi paru paru, maka patut dicurigai.© Junqiang Lei, Junfeng Li, Xun Li, and Xiaolong Qi

" Bercak putih di area seperti itu tidak umum. Kita pernah melihatnya pada pasien yang terjangkit virus SARS dan juga virus MERS. Ingat, SARS dan MERS juga termasuk dalam keluarga virus corona," tambah Paras.

Sumber: Business Insider

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin