Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara kaya mendonasikan 10 juta dosis vaksin Covid-19 kepada 20 negara miskin di dunia. Ini untuk memastikan pemerataan jangkauan vaksin di seluruh dunia.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan peningkatan permintaan vaksin Covid-19 mengakibatkan terjadinya penundaan pengiriman.
Padahal setelah hampir seperempat tahun berlalu 36 negara masih menunggu untuk mendapatkan jatah vaksin sehingga bisa segera memulai program vaksinasi.
Diketahui sebanyak 16 negara dijadwalkan menerima vaksin pertama dari COVAX pada 15 hari ke depan. Sedangkan 20 negara masih menunggu jatah vaksin.
Tedros mengungkapkan jika COVAX membutuhkan 10 juta dosis segera, sehingga 20 negara yang masih menunggu jatah vaksin dapat mulai melakukan program vaksinasi kepada petugas kesehatan dan lansia dalam dua minggu kedepan.
Untuk segera mencapai target tersebut, Tedros meminta negara-negara dengan dosis vaksin Covid-19 yang memiliki Daftar Penggunaan Darurat WHO untuk menyumbangkan dosis sebanyak yang mereka bisa.
" Saya meminta produsen untuk membantu memastikan negara-negara ini dapat dengan segera mendonasikan vaksin tersebut," tutur Teros dikutip dari Anadolu Agency.
Selain itu, Tedros juga meminta perusahaan untuk meningkatkan produksi mereka sehingga vaksin tambahan dapat disumbangkan ke negara-negara miskin.
Dia juga mengkritik banyaknya kesepakatan privat dilakukan oleh negara-negara yang memiliki perusahaan farmasi sendiri. Akibatnya, lebih sedikit vaksin tersedia untuk negara-negara berkembang.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan