Wilayah Jakarta, Depok dan Bekasi Alami Pemadaman Listrik

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 1 November 2020 14:42
Wilayah Jakarta, Depok dan Bekasi Alami Pemadaman Listrik
Sebelum pemadaman terjadi, hujan dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek.

Dream - Sebagian listrik di wilayah Jakarta mengalami pemadaman pada hari ini, Minggu 11 Oktober 2020. Pantauan Dream, pemadaman terjadi di daerah Cawang, Pondok Bambu dan Duren Sawit, Jakarta Timur, sejumlah warga mengeluhkan mati listrik.

Beberapa area di Jakarta Selatan seperti Pejaten, mengalami hal yang sama. Rupanya pemadaman juga terjadi kawasan Kelapa Dua Depok dan sebagian wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Saat ini listrik sudah menyala. Pemadaman berlangsung selama sekitar 45 menit. Pihak PLN belum memberi pernyataan resmi terkait penyebab pemadaaman tersebut. Sebelum pemadaman terjadi, hujan dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek.

1 dari 5 halaman

Daerahmu Kena Pemadaman Listrik? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Dream – Sejumlah wilayah Jakarta dan Bekasi mengalami pemadaman listrik. Hal ini terjadi setelah hujan deras yang mengguyur dua wilayah ini. 

Malah, tadi siang ada beberapa daerah yang terkena pemadaman listrik. PT PLN (Persero) meminta maaf kepada masyarakat yang terkena pemadaman listrik.

Vice President Public Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah, mengatakan pemadaman listrik yang sempat terjadi disebabkan oleh gangguan yang terjadi di Gardu Induk Jatirangon, Bekasi, Pondok Kelapa, dan Duren Tiga.

" Gangguan yang menyebabkan padamnya sebagian pelanggan tersebut diakibatkan adanya gangguan Saluran Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET 500 kV jalur Bekasi-Cawang, Cawang-Muara Tawar, Cibinong-Bekasi)," kata Abdullah di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Minggu 3 November 2019.

Dia mengatakan pihaknya tengah melakukan upaya pengecekan dan perbaikan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Dikatakan bahwa saat ini pelanggan listrik di Cawang sudah kembali normal listriknya.

“ Kami akan segera memberitahukan setiap perkembangan terkait proses recovery tersebut,” kata dia. (mut)

2 dari 5 halaman

Buntut Listrik Padam, Dua Pemilik Ikan Koi Gugat PLN

Dream - Padamnya listrik di sebagian Pulau Jawa pada Minggu 4 Agustus 2019 berbuntut panjang. Kini, dua pemilik ikan koi, Ariyo Bimmo dan Petrus Bello, menggugat PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Ariyo dan Petrus merasa dirugikan, sebab pemadaman listrik selama berjam-jam membuat ikan koi peliharaan mereka mati. Mereka telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

 

© Dream

 

" Akibat pemadaman listrik, aerator kolam ikan penggugat tidak berfungsi dan menyebabkan kematian ikan koi milik para penggugat," kata pengacara Ariyo dan Petrus, David Tobing, Kamis 8 Agustus 2019.

Gugatan Ariyo dan Petrus tercatat nomor register 08/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL dan 09/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL.

3 dari 5 halaman

Ikan Koi

David mengatakan, aerator berfungsi menghasilkan gelembung udara oksigen bagi ikan koi.

" PLN telah melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak melaksanakan kewajiban hukumnya untuk menyediakan tenaga listrik yang memenuhi standar mutu dan keandalan yang berlaku serta memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada konsumen dan masyarakat," ujar David.

David menambahkan, PLN juga telah melanggar hak subyektif konsumen, yaitu hak untuk mendapat tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik sebagaimana ketentuan Pasal 29 ayat (1) huruf b UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

" PLN harus bertanggung jawab dengan memberikan ganti kerugian kepada para penggugat selaku konsumen, hal ini pun telah diatur secara tegas dalam Pasal 19 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen," ujar dia.

David menguggat PLN dengan biaya kerugian material sebesar Rp1,925 juta dan Rp9,200 juta.

4 dari 5 halaman

Dirut PLN Blak-Blakaan Soal Penyebab Mati Listrik Massal

Dream - PT PLN (Persero) memastikan putusnya aliran listrik massal pada akhir pekan lalu bukan dikarenakan pohon sengong. Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani mengatakan pemicu gangguan tidak bisa disebabkan satu faktor saja.

" Jadi kalau persoalan pemadaman listrik kemarin (pohon sengon) itu bukan penyebab kita, jadi mohon izin berikan kami waktu untuk melakukan investigasi untuk melakukan assesement menyeluruh," kata Sripeni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019 dikutip Dream dari Liputan6.com.

Sripeni mengatakan perusahaan belum bisa memastikan penyebab utama gangguan listrik di beberapa daerah tersebut.

Persoalan putusnya aliran listrik, lanjutnya, untuk sistem kelistrikan di Jawa terlalu kompleks. Dalam sistem kelistrikan untuk Jawa dan Bali ada sekitar 250 pembangkit, 500 gardu induk, 5.000 kilo meter (Km) Sirkuit transmisi 500 kilo Volt (kV) dan 1000 Km transmisi 150 kV.

5 dari 5 halaman

Sripeni menyampaikan permohonan maaf karena sampai saat ini belum bisa menyampaikan penyebab pemadaman listrik akhir pekan lalu itu.

" Saya mohon maaf sampai saat ini mohon izin tidak bisa menyampaikan apa sebenernya karena ini sangat kompleks izin yaa mohon diberi waktu," katanya.

Proses investigasi penyebab sirkuit utara Ungaran-Pemalang sistem Jawa Bali 500 kilo Volt (kV) terputus akan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak. Untuk itu, PLN meminta izin agar diberikan waktu untuk melakukan penelaahan mencari sumber penyebab pemadaman.

" Jadi mohon izin berikan kami waktu untuk melakukan investigasi untuk melakukan assesment menyeluruh‎," tandasnya.

Beri Komentar