CONNECT WITH US!

Yang Dilihat dan Dirasakan Saat Membedah Mayat

Reporter : Maulana Kautsar | Kamis, 7 Desember 2017 08:02
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Lemak manusia ternyata sangat banyak.

Dream - Seseorang kerap merasakan penasaran dengan tubuh mereka sendiri. Selain melalui foto rontgen, seseorang membedah dirinya sendiri agar tahu bagaimana organ-organ yang dimiliki.

Kondisi itu tidak mungkin dilakukan sembarang orang. Perlu bimbingan khusus dari dokter yang sudah punya banyak pengalaman menangani pasien atau contoh mayat.

Dilaporkan Mirror UK, Chirs Gethard, mahasiswa kedokteran membagikan perasaan mereka saat membedah mayat.

Dalam koleksi video Beautiful/Anonymous yang berjudul Cadaver Epiphany, dia menjelaskan bahwa tubuh jasad manusia tersusun dari banyak sekali lemak.

" Tidak masalah jika Anda orang kurus atau orang gemuk. Lemak ada di mana-mana. Bukan seperti bayangan kita ada lapisan kulit, lalu lapisan lemak, kemudian lapisan otot dan organ," kata dia.

Gethard mengatakan begitu banyaknya sampai terdapat di bagian-bagian terkecil tubuh misalnya kelopak mata.

" Ada banyak sekali lemak dalam tubuh mayat," ucap dia. Bau anyir kerap menempel pada tubuhnya.

Mengenai bau mayat ini, lain Gethard, lain pula pengalaman seorang mahasiswa kedokteran yang mendapat pertanyaan di Reddit.

" Aku biasanya mengoleskan balsem di bawah hidungku sebelum masuk ke ruang praktik bedah mayat. Tapi bau mayat tetap lebih kuat, seolah mengelilingimu," kata mahasisa kedokteran itu.

Dia sempat heran dengan pembimbingnya yang betah berlama-lama di dalam rumah praktik bedah mayat. Ternyata ada alasan tersendiri kenapa pembimbingnya itu bisa bertahan dari bau yang menyengat.

" Awalnya aku tidak tahu bagaimana dia bisa keluar masuk ruang praktik dengan mudahnya. Sampai aku diberitahu bahwa dia menderita anosmia.

" Ternyata dia kehilangan daya penciumannya dalam sebuah kecelakaan motor sekitar satu dekade yang lalu," dia menambahkan.

Anehnya, meski sudah melihat dan menghadapi banyak hal yang menjijikkan, para mahasiswa kedokteran tidak berusaha menjauh dari makanan. Justru membedah mayat seperti memiliki efek sebaliknya.

" Justru rasa lapar adalah bagian yang paling buruk. Bau mayat malah membuat seluruh kelas lapar saat selesai praktik, tidak peduli jam berapa sekarang," ucap mahasiswa lainnya.

Meskipun begitu ada kesan sedih ketika membedah mayat tersebut. Salah satu dari mereka mengatakan, pada akhirnya semuanya akan mati.

" Memegang otak mayat di dalam genggaman menjadi pengalaman tak terlupakan. Ternyata ukurannya lebih kecil dari kami perkirakan selama ini," ujar mahasiswa lainnya. (ism) 

Afif Kalla Menikah - Raditya Dika Lamaran