Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Yeti
Dream - Beberapa tahun terakhir ini dunia ilmu pengetahuan digemparkan oleh temuan sisa-sisa Yeti, makhluk legenda dari Gunung Himalaya.
Tetapi, menurut penelitian terbaru, temuan yang disebut sebagai sisa-sisa Yeti itu ternyata palsu. Delapan spesimen, termasuk tulang, gigi, kulit, rambut dan sampel feses Yeti itu sebenarnya berasal dari beruang dan anjing.
Laporan Mirror UK, semua sisa-sisa yang dikumpulkan dari Himalaya dan dataran tinggi Tibet itu diklaim sebagai bukti keberadaan si manusia salju Yeti.
Hasil tes DNA membuktikan bahwa sisa-sisa tersebut tidak ada hubungannya dengan makhluk mirip manusia berbulu yang tinggal di daerah terpencil di Nepal dan Tibet tersebut.
Dr Charlotte Lindqvist, ilmuwan terkemuka dari University of Buffalo, Amerika Serikat, mengatakan, "Temuan ini membuat kami sangat yakin bahwa ciri-ciri biologis legenda Yeti dapat ditemukan pada beruang lokal. Ini semakin jelas bahwa sebagian besar legenda Yeti itu berkaitan dengan beruang."
Lindqvist mengatakan, penelitian yang ditulis dalam jurnal Proceedings of The Royal Society B itu merupakan 'analisis yang paling terperinci sampai saat ini' tentang makhluk mitos tersebut.
Legenda Yeti selama ini merupakan bagian dari cerita rakyat Nepal yang telah berusia ratusan tahun. Tetapi, kisah manusia salju itu baru pertama kali muncul dalam budaya populer Barat pada abad ke-19.
Sejumlah penampakan dan jejak kaki makhluk itu diduga sengaja dibuat, dengan dukungan foto buram dan rekaman video berkualitas rendah.
Selain membongkar mitos Yeti, penelitian ini telah menemukan informasi tentang sejarah evolusi beruang Asia.
"Beruang di wilayah ini rentan atau terancam punah, namun tidak banyak yang diketahui tentang sejarah masa lalu mereka," kata Lindqvist.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari