Yang Terjadi Saat Tembakkan Peluru di Dalam Air, Ternyata...

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 31 Januari 2016 16:03
Yang Terjadi Saat Tembakkan Peluru di Dalam Air, Ternyata...
Yang terjadi sungguh di luar dugaan. Anda bakal terkejut. Video ini sudah ditonton jutaan orang di YouTube.

Dream - Dalam film laga, kadang kita menyaksikan sang jagoan melompat ke dalam air dan ditembak dari atas tebing.

Saat sang jagoan sedang berenang ke sana ke mari menghindari tembakan, peluru terlihat berdesingan dengan cepat di dalam air.

Seolah-olah peluru-peluru itu bisa melesat dan sama mematikannya ketika ditembakkan di permukaan. Benarkah demikian?

Seorang ilmuwan fisika asal Norwegia, Andreas Wahl, berhasil membuktikan adegan tembakan di dalam air dalam film tidak seperti yang terjadi dalam kehidupan nyata.

Wahl membuat video eksperimen fisika yang sangat mendebarkan. Dia ingin membuktikan apakah peluru sama mematikannya ketika ditembakkan dalam air.

Dia melakukan eksperimen dengan masuk ke dalam kolam renang dan menjadikan ia sebagai sasaran hidup. Sementara sebuah senapan berada di depannya dengan pelatuk yang sudah diikat dengan tali yang dia pegang.

Yang membuat eksperimen Wahl ini sangat mendebarkan adalah karena dia menggunakan peluru tajam. Jika eksperimennya gagal, tentu nyawa Wahl yang menjadi taruhannya.

Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan. Ketika Wahl menarik pelatuk, senapan tersebut menembakkan peluru dengan kekuatan yang sama seperti di permukaan.

Anehnya, peluru tersebut melesat sebentar saja dan seperti kehilangan kecepatan dengan sangat drastis. Sehingga hanya mampu keluar beberapa sentimeter saja dari moncong senapan dan jatuh ke dasar kolam.

Wahl rupanya sudah memperkirakan bahwa peluru tersebut tidak akan melesat secepat di permukaan karena gaya tekan air yang lebih besar.

" Lebih sulit melakukan gerakan di dalam air daripada di permukaan karena molekul air lebih rapat daripada molekul udara," kata Wahl.

Meski sebagai ilmuwan dia sudah memperkirakan segala kemungkinannya, dalam video wajah Wahl tetap memperlihatkan perasaan lega.

Bukan senapannya yang membuat Wahl takut, tetapi peluru yang ditembakkan.

" Senapan berfungsi di bawah air dengan cara yang sama di permukaan," menurut keterangan dalam seri Outrageous Acts of Science yang tayang di TV Science Channel 1.

Namun peluru yang dimuntahkan dengan tenaga yang besar akan kehilangan kekuatan daya lontarnya. Karena air memiliki kerapatan 800 kali lebih besar daripada udara. Inilah alasan Wahl tetap selamat dalam eksperimen menantang maut tersebut.

(Ism, Sumber: Daily Mail, YouTube/NRK Viten)

1 dari 4 halaman

Dokter Bedah Benjolan Misterius di Bibir, Ternyata Isinya...

Dream - Jangan main-main dengan komedo. Bersihkan wajah Anda. Jika tidak, komedo bakal memberikan masalah serius bagi Anda.

Simaklah pengalaman wanita di Inngris ini. Semula dia menemukan benjolan pada bagian atas bibirnya. Karena merasa ada keanehan pada benjolan di atas bibir itu, dia lantas mendatangi dokter. Memeriksakan diri.

Setelah diperiksa, dokter memutuskan untuk melakukan operasi kecil. Membedah benjolan yang aneh. Dan betapa terkejutnya para dokter dan wanita itu. Benjolan itu ternyata berisi komedo yang tidak mampu keluar sempurna di permukaan kulit.

Dalam video, dokter kulit Sandra Lee, menangani pasien wanita ini. Dokter yang semula tak tahu isi benjolan itu kemudian melakukan pembedahan. Setelah benjolan itu dibedah, dokter Lee mencubit area sekitar luka operasi dan muncullah sebuah komedo yang sangat besar dan keras berbentuk pipih.

Dokter Lee mengatakan, komedo itu terjebak di bawah kulit dan tidak pernah muncul ke permukaan. Alih-alih panik dan merasa ngeri, pasien dokter Lee malah terpesona dengan apa yang dilihatnya.

" Ini sesuatu yang keren yang bisa dibuat tubuh Anda," kata dokter Lee.

Dokter Lee adalah dokter kulit di dokter kulit dan ahli bedah di Upland, California. Dia sering mengunggah rekaman prosedur operasi yang dibuatnya di YouTube untuk disaksikan penggemarnya.

Dokter Lee mengakui prosedur mengangkat jerawat adalah operasi yang sangat menarik baginya. (Sumber: Mirror)   

2 dari 4 halaman

Dokter Bedah Benjolan di Bawah Perut, Ternyata Isinya...

Dream - Komedo di perut? Mungkin Anda tak pernah menyangka. Dan lebih sering mendengar komedo pada bagian muka atau wajah saja.

Tapi simaklah kisah ini. Proses operasi yang dilakukan oleh dokter spesialis kulit, Sandra Lee. Dokter asal Amerika Serikat ini membedah benjolan di bawah perut seorang pasien wanita.

Dokter Sandra Lee kerap mengunggah proses operasi yang dia lakukan ke laman berbagai video, Youtube. Dan kali ini, perempuan yang lebih dikenal dengan nama Dr Pimple Popper itu mengunggah video operasi pasien yang punya benjolan misterius itu.

Semula pasien itu tak tahu apa isi benjolan aneh di perutnya itu. Karena merasakan sakit nyeri pada benjolan itu, dia datang ke dokter Sandra Lee untuk memeriksakan diri.

Alangkah terkejutnya pasien itu setelah tahu hasil pemeriksaan. Benjolan itu ternyata berisi komedo yang sangat besar. Pasien itu tak pernah menyangka bahwa benjolan itu berisi komedo.

Setelah melakukan pembiusan lokal, dokter Sandra membedah benjolan tersebut. Dengan pisau bedah, dokter Sandra menyayat kulit perempuan itu. Tepat di atas benjolan.

Dokter Sandra lantas menekan benjolan yang sudah mengaga itu. Dan terlihatlah zat berwarna kuning dari luka goresan itu.

Meski sudah diambil sebagian, sisa-sisa komedo warna kuning tersebut masih ada dan dokter Sandra menariknya keluar dengan menggunakan pinset.

Setelah dibersihkan, lubang bekas tempat bersarang komedo itu langsung ditutup dengan jahitan. Seperti video operasi lainnya, video dokter Sandra itu juga menarik perhatian ratusan ribu pengunjung di YouTube. (Ism)

3 dari 4 halaman

Dokter Bedah Benjolan dan Menemukan Sesuatu Mengejutkan!

Dream - Dokter kulit Sandra Lee, yang dikenal di dunia online sebagai Dr Pimple Popper, menangani pasien dengan kasus langka.

Dalam video yang diunggahnya, Lee awalnya mengira pasien menderita kista ganglion saat memeriksa benjolan besar di kaki kanan pasiennnya.

Kista ganglion adalah benjolan berisi cairan yang biasanya berkembang di dekat sendi atau tendon.    

Tapi setelah gagal mengempiskan benjolan tersebut, ia menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan sesuatu yang tidak biasa.

Dalam keterangan di bawah video yang diunggahnya, Lee menulis: " Saya tidak yakin apa itu sebelum mengeluarkannya."

" Dan sekarang saya tahu mengapa. Dalam dunia Patologi kasus ini disebut Palisaded Encapsulated Neuroma, yang tidak sangat umum. Ini adalah kumpulan sel-sel saraf yang tumbuh jinak di dalam sebuah benjolan. Namun ini tidak ganas atau mengancam keselamatan jiwa."

Lee bekerja di Skin Physicians & Surgeons di Upland, California. Dia sering mengunggah rekaman prosedur pengempisan benjolan yang membuat yang melihatnya merasa ngeri di Instagram dan YouTube.      

(Sumber: Mirror.co.uk)  

4 dari 4 halaman

Jangan Mandi di Tiga Waktu Ini, Bisa Buat Kamu Mati Mendadak!

Dream - Terkait kebiasaan mandi, setiap orang memiliki waktu dan frekuensi mandi berbeda. Namun menurut Rasulullah SAW, mandi yang tepat sebanyak di waktu subuh atau sebelum subuh.

Karena pada saat itu air mengandung ozon lebih tinggi, sehingga sangat baik untuk tubuh dan bisa membuat Anda awet muda, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Sebaliknya, ada tiga waktu yang seharusnya tidak boleh kamu lakukan untuk mandi. Apa saja?

1. Jangan Mandi 30 Menit Setelah Salat Ashar

Di waktu itu kondisi darah dalam tubuh sedang panas, jika Anda mandi pada saat itu maka tubuh akan terasa lemah dan letih. Jadi kurangi mandi pada waktu ini jika ingin tetap sehat.

2. Jangan Mandi Setelah Magrib

Lebih baik pada waktu ini Anda disarankan tidak mandi lagi. Sebab pada pukul 18.00-19.00 kondisi jantung melemah sehingga jika Anda masih melakukan mandi akan sangat bahaya bagi kesehatan tubuh. Penyakit paru-paru basah pun akan menyerang tubuh anda.

3. Sesudah Isya hingga jam 12 malam

Di waktu ini seharusnya tubuh istirahat dan jantung tidak siap menerima siraman air pada jam tersebut. Bukan hanya itu penyakit rematik pun akan menyerang tubuh kamu kapan saja.

Beri Komentar