Aiptu Sutisna, Polisi Korban Amukan Dora, Diundang Berhaji

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 22 Desember 2016 11:08
Aiptu Sutisna, Polisi Korban Amukan Dora, Diundang Berhaji
Dia akan berangkat ke Tanah Suci pada Musim Haji 2017 tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Dream - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammed Al Shuibi mengapresiasi kesabaran Aiptu Sutisna, polisi yang diamuk Dona Natalia. Anggota satuan lalu lintas (Satlantas) Polda Metro Jaya tersebut diberi piagam penghargaan dan hadiah ibadah haji gratis ke Tanah Suci.

Aiptu Sutisna mengaku, dirinya diundang langsung ke kantor Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia pada Rabu petang, 21 Desember 2016.

" Saya diberikan penghargaan berupa piagam dan ibadah haji gratis dari Duta Besar Arab Saudi. Jadi, beliau (Osama Mohammed Al Shuibi) memberikannya secara langsung kepada saya di kantornya (Kedubes Arab Saudi)," kata Sutisna, Kamis, 22 Desember 2016.

Menurut Sutisna, dia tak henti-hentinya mengucap syukur dapat menunaikan ibadah haji. Sebab, dia telah terpilih sebagai tamu Allah SWT.

Jika tak ada halangan, Sutisna dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Musim Haji 2017 tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sutisna diamuk oleh Dora Natalia di sekitar Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Selasa, 13 Desember 2016. Kasus tersebut kini telah diselesaikan secara damai. Sutisna telah memaafkan Dora Natalia.

1 dari 5 halaman

Dora Sudah Minta Maaf

Dream - Dora Natalia Singarimbun. Wanita ini mejadi sorotan setelah tertangkap kamera mengamuk dan memaki-maki polisi lalu lintas di kawasan Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Video itu menyebar, menjadi viral di jagat maya.

Dora adalah karyawan Mahkamah Agung. Setelah peristiwa Selasa itu, Juru Bicara MA membenarkan bahwa Dora merupakan pengawai di Biro Perencanaan lembaga peradilan tertinggi di Indonesia itu. 

Setelah kasus ini ramai dibicarakan, akun Facebook atas nama Dora Natalia mengunggah sejumlah posting. Namun tak bisa dikonfirmasi kebenarannya apakah akun itu merupakan milik Dora Natalia yang menyerang polisi itu.

Yang jelas, identitas pada akun itu menyebut pemiliknya bekerja di Mahkamah Agung, lulusan Jurusan Hukum Universitas HKBP Nommensen, berasal dari Medan dan tinggal di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Salah satu unggahan akun itu dibuat pada tanggal 14 Desember 2016. Dalam unggahan itu, akun itu menyampaikan permintaan maaf.

Berikut ini permintaan maaf yang tertulis di lini masa akun tersebut:

2 dari 5 halaman

Ini Permintaan Maafnya

" Hidup awalnya hanya ada dua warna. Yaitu hitam dan putih. Dari dua warna itulah jika dipadukan dengan bijaksana akan menghasilkan berbagai warna dlm kehidupan. Tergantung bagaimana setiap indipidu menyikapi. Seperti halnya pelangi muncul setelah mendung dan hujan pergi."

" Setiap manusia psti tempatnya salah, dosa dan khilaf. Tp satu hal yg pasti.. jgn jadikan diri kalian pribadi yg tergantung pd kelakuan org lain."

" Jika org lain salah kalian malah makin menjatuhkan dan menghinanya. Itu sedikitpun tak pernah ada keuntungan buat kalian. Hanya akan menyulutkan api kebencian yg membuat diri kalian sendiri merasa meledak ledak. Yg membuat diri kalian sendiri menjadi pembenci, pencaci dan pemaki dan mungkin jadi penyakit yg buat emosi kalian yg tinggi."

" Apa itu akan menyembuhkn si pelaku. Tidak.. itu hanya akan menambah dosa kalian sendiri yg telah mendoakn yg tidak baik pada orang lain."

" Tp dengan kebaikan dan nasehat serta bantuan kalianlah.. sy akan bangkit dan belajar jadi pribadi yg lebih baik lagi.."

" Sy memohon maaf yg sebesar2nya kepada seluruh masyarakat indonsia khususnya karna telah menyakiti hati dan perasaan kalian. Sy berjanji akan berubah. Akan selalu berpikir sebelum berbuat.. akan selalu berdoa sblm berangkat. Dan akan lebih mendekatkn diri kepada yg kuasa."

" Dan kepada korban serta institusi. sy tidak mau memutar balikan fakta atau membela diri.. sy mengakui apapun alasan ny saya sudah salah besar. Dan saya akan lakukan kunjungan untuk permohonan maaf yg sedalam2nya."

" Untuk masalah hukum.. sy siap terima resiko atas kesalahan saya. Terima kasih."

3 dari 5 halaman

Ini Kata Dora Saat Bertemu Polisi Korban Amukannya

Dream - Dora Natalia Singarimbun, perempuan yang mengamuk seorang polisi itu akhirnya minta maaf. Perstiwa itu terekam dari unggahan foto Kabag Renmir Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Irvan Prawira di akun Facebook miliknya.

Dalam foto tersebut, Irvan tak menyebut apakah perempuan berjilbab yang mencium tangan Polisi tersebut adalah Dora Natalia. Dia hanya membubuhkan keterangan foto.

" Ini menjelaskan segalanya
Alhamdulilah
Allah Maha Besar
Allah Maha Mengampuni

" #stopkebencian," tulis Irvan, Jumat, 16 Desember 2016.

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar membenarkan foto perempuan berkerudung ungu tersebut ialah Dora Natalia. Menurut Indra, perempuan yang bekerja di Mahkamah Agung itu datang ke Ditlantas Polda Metro Jaya sejak Jumat pagi untuk meminta maaf.

" Itu (foto) siang jam 2 di kantor, di Ditlantas Polda Metro Jaya. Sebenarnya mereka sudah datang dari pagi," ucap Indra saat dimintai konfirmasi, Jumat, 16 Desember 2016.

 

4 dari 5 halaman

Pertemuan Mengharukan

Suasana minta maaf itu, kata Indra, berjalan dengan suasana haru. Itu lantaran saudara-saudara dan orang tua Dora yang telah berusia lanjut rela datang ke Jakarta untuk menemani putrinya.

" Tujuan mereka adalah meminta maaf dengan sedalam-dalamnya, tidak ada maksud ini dan sebagainya. Pokoknya ada acara sedih2 lah," ucap dia.

 

5 dari 5 halaman

Minta Maaf dengan Terbata-bata

Dalam momen pertemuan kedua tersebut, Dora dan korbannya, Aiptu Sutisna sempat terlibat pembicaraan. Walau terbata-bata Dora mengaku menyesal atas perbuatannya.

" Ibu Dora pun dari awal tidak bisa bicara karena memang terasa penyesalan dan pribadi pak sutisna seperti itu kan. Dari awal sampai akhir gituuuu terus (cium tangan dan menangis)," ucap dia.

Permintaan maaf secara lisan itu disambut oleh Sutisna. Menurut Indra, usai kejadian, Sutisna sebetulnya telah memberi maaf.

" Beliau dengan besar hati menerima permohonan maaf itu. Dari faktor dan alasan kemanusiaan kan kenapa tidak, Allah saja maha pemaaf," ucap dia.

 

Beri Komentar