Doa `Sederhana`, Kunci Sukses Pemuda Visioner Rudy

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 14 Oktober 2015 12:00
Doa `Sederhana`, Kunci Sukses Pemuda Visioner Rudy
Doa kepada kedua orangtua menjadi teman Habibie muda tatkala tinggal di Jerman hingga meraih sukses.

Dream - Kehilangan ayah di usia 13 tahun membuat sosok Baharuddin Jusuf Habibie begitu terpukul. Rasa duka tak berhenti di situ saja, Habibie kecil yang biasa disapa Rudy itu, 40 hari kemudian dikirim sang mami melanjutkan pendidikan ke Jakarta.

" Saya disuruh naik kapal Belanda sendirian menuju Jakarta. Saat itu saya memang telah dipersiapkan untuk sekolah ke Eropa," ungkap Habibie saat dijumpai seusai peluncuran buku biografi tentang kehidupannya.

Melalui perjalanan laut yang harus ditempuh selama tiga hari, pemuda visioner itu hanya dibekali sebuah foto pamannya yang berada di Jakarta. Beserta sekoper pakaian miliknya saja.

Pelukan sang mami di tepi dermaga terus diingatnya hingga kini. Bisikan semangat melepas kepergian Habibie menuju Jakarta menjadi motivasi yang tak pernah dia lupakan, bahkan terbawa hingga ke Jerman.

Selain sang mami, Kapten Arab selaku guru ngaji selama di Parepare berjasa besar dalam membentuk keimanannya. Diungkap Habibie, jika ia diberi bekal berupa doa oleh sang guru ngaji. Sebuah doa sederhana untuk kedua orangtuanya.

" Alloohummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiraa," tuturnya menambahkan.

Sehingga pada tahun 1955, diakuinya sebagai masa-masa tersulit dalam hidupnya ketika di Jerman, hanya doa itu yang dia ingat. Bahkan saat ia harus menahan lapar dan menunaikan salat di gereja, doa itu pula yang meneguhkan keyakinan untuk terus bertahan di negeri orang.

" Tuhan, ke manapun saya harus pergi, selama itu sesuai kehendakMu akan saya laksanakan. Berilah saya dan bimbing saya kekuatan dan petunjuk agar saya dapat berhadapan dengan apa saja di masa depan dengan tenang dan tenteram sesuai dengan kehendakMu," lanjut Habibie.

Sehingga ia berharap dengan dibuatnya buku tentang perjalanan hidupnya dapat menginspirasi kaum muda dan para orangtua mereka agar selalu tegar melepas kepergian anaknya untuk menuntut ilmu. Seperti pengorbanan sang mami melepasnya 55 tahun silam. (Ism)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-