BJ Habibie: SDM Unggul RI Terbuang Sia-sia Jika....

Reporter : Syahid Latif
Senin, 18 Mei 2015 13:15
BJ Habibie: SDM Unggul RI Terbuang Sia-sia Jika....
BJ Habibie menilai pemerintah seharusnya membiayai setiap rumah tangga

Dream – Mantan Presiden RI, Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie menilai pemerintah harus membiayai setiap rumah tangga jika ingin memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) andal di masa depan.

“ Masa depan tiap bangsa harus mengandalkan SDM terbarukan. Sebanyak apapun sumber daya alam (SDA) yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas Indonesia,” tegas Habibie saat membuka pidatonya dalam Kultum Supermentor 6, seperti dikutip Dream, Senin, 18 Mei 2015.

Habibie menjelaskan, produktivitas SDM Indonesia bergantung pada tiga elemen dasar yaitu budaya, agama dan pengertian terhadap mekanisme ilmu pengetahuan. Setiap pribadi di Indonesia semestinya mengalami proses penambahan nilai pribadi dari dua jalur yakni pembudayaan dan pendidikan.

“ Jalur pembudayaan ini output-nya adalah kualitas iman dan taqwa, bermula dari keluarga, oleh karena itu, pemerintah harus membiayai setiap rumah tangga agar mereka dapat mencapai kesejahteraan dan mampu mendidik anak-anak mereka dengan baik,” kata Habibie. “ Sedangkan dari jalur pendidikan, output-nya adalah keterampilan.”

Namun lanjut Habibie, seluruh rumusan tersebut akan menjadi sia-sia jika tidak tersedia lapangan pekerjaan yang cukup memadai. Disinilah tugas pemimpin negara untuk melakukan proses nilai tambah pribadi masyarakat dari jalur pembudayaan, jalur pendidikan dan menyediakan lapangan kerja.

Terkait peningkatan kualitas SDM, suami Almarhumah Ainun Habibie ini menyatakan keberagaman seharusnya tidak menjadi sumber konflik melainkan kekuatan yang mampu meningkatkan produktivitas bangsa.

“ Indonesia harus pandai-pandai menjaga kenyamanan penduduknya yang multikultur agar keberagaman Indonesia justru bisa menjadi motor perubahan bangsa,” terang Habibie.

Menurut Habibie, mengutip teori ilmu pengetahuan, jagad raya yang sudah berusia empat juta tahun ini dapat terus hidup karena ada energi dari para penghuninya. Begitu pula 250 juta masyarakat Indonesia dengan segala keberagamannya merupakan modal energi yang harusnya mampu diberdayakan untuk menghidupi negara ini.

Lebih dalam lagi, Habibie menekankan pembangunan sumber daya manusia Indonesia berkunci pada cinta yang ada dalam diri bangsa. “ Yakni cinta kepada sesama manusia, pada karya sesama manusia, pada lingkungan sekitar dan kepada tugas masing-masing,” pungkas lelaki yang ingin dipanggil eyang oleh seluruh generasi muda Indonesia itu. “ Dari semua cinta tadi, tentu harus dibungkus dengan kecintaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

(Laporan: Kurnia.Yunita)

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen