Berbicara Ketika Buang Hajat, Bagaimana Hukumnya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 21 September 2018 20:00
Berbicara Ketika Buang Hajat, Bagaimana Hukumnya?
Ada beberapa adab yang patut diperhatikan ketika buang hajat.

Dream - Berbicara merupakan aktivitas yang tidak bisa dihilangkan dari kehidupan manusia. Dengan bicara, manusia menyampaikan dan menangkap pesan kepada sesamanya.

Aktivitas ini bisa dilakukan di mana saja. Karena pembicaraan bisa terjadi kapan saja.

Bahkan mungkin tidak sedikit orang yang berbicara padahal dia tengah buang hajat. Baik berbicara sendiri maupun dengan lawan bicara di luar tempat buang hajat.

Lantas, bagaimana Islam memandang masalah ini?

Dikutip dari bincangsyariah, kitab Al Fiqh Al Manhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafi'i menyebutkan beberapa adab ketika buang hajat. Beberapa di antaranya seperti tidak boleh memandang ke langit, melihat kemaluan, maupun melihat sesuatu yang keluar dari kemaluan.

Kesemuanya itu merupakan hal yang tidak patut dilakukan ketika buang hajat. Sedangkan berbicara maupun mengobrol saat buang hajat, kitab tersebut memuat ketentuan sebagai berikut.

" Dan dimakruhkan bagi orang yang sedang buang hajat berbicara dan semisalnya di tengan buang hajat."

 

1 dari 1 halaman

Ini Dasarnya

Dasarnya adalah hadis riwayat Muslim dari Ibnu Umar RA.

" Ada seseorang laki-laki yang lewat, sedangkan Rasulullah SAW sedang kencing, lalu ia mengucapkan salam pada beliau, namun beliau tidak menjawab salamnya."

Juga seperti ketentuan dalam hadis riwayat Abu Daud dari Abu Said Al Khudri.

" Dua orang laki-laki tidak lah keluar lalu mendatangi kamar mandi (wc) dengan membuka auratnya sambil berbicara (mengobrol), melainkan sungguh Allah Azza Aa Jalla marah atas perbuatan tersebut."

Penjelasan di atas menyatakan bagaimana aktivitas berbicara maupun mengobrol ketika buang hajat sebaiknya dihindari. Jumhur ulama memakruhkan perbuatan tersebut.

Selengkapnya...

© Dream
Beri Komentar