Bersedekah Kepada Kiai Kaya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 28 Januari 2016 06:30
Bersedekah Kepada Kiai Kaya?
Ada konsep al ghoni al muttaqi dalam sedekah, yaitu bisa bersedekah lewat orang kaya ahli sedekah. Sedekah itu tidak diambil orang yang dititipi, tapi malah ditambahi.

Dream - Sedekah adalah salah satu amalan yang memiliki derajat sangat dianjurkan. Lazimnya, sedekah dibayarkan kepada mereka yang kurang mampu agar dapat tetap melanjutkan hidup dan beribadah.

Tetapi, ada sebagian orang yang mempraktikkan sedekah kepada kiai kaya. Mereka kerap berkunjung ke pesantren dan bertemu dengan kiai pesantren itu yang sudah kaya raya.

Fenomena ini sempat membuat bingung Ustaz Yusuf Mansur saat masih menjadi santri. Yusuf Mansur sering menjumpai praktik-praktik semacam ini ketika bersilaturahim ke pondok pesantren.

Sampai suatu saat, Yusuf muda mengenal begitu dekat dengan seorang kiai. Teringat salah satu istilah dalam sedekah. Al ghoni al muttaqi, yaitu guru sedekah yang jadi pilihan tempat sedekah.

" Satu saat, dapat kesempatan menyaksikan seseorang memberi sedekah kepadanya. Lalu setelah yang ngasih, pulang, ia panggil santrinya," kata Yusuf.

Yusuf menirukan perintah sang kiai kepada santrinya. Sang kiai itu menyuruh santrinya untuk segera membagikan sedekah dari tamunya itu sampai habis.

" 'Jangan kamu ambil ongkos dari uang itu'," ucap Yusuf menirukan.

Kemudian, kiai itu mengeluarkan uang dari sakunya. Kiai itu mengatakan uang dari saku itu bisa digunakan sebagai ongkos mengantarkan sedekah.

" Dan ini sedekah saya nambahin sedekah fulan fulanah tadi. Mintain doa dari mereka-mereka tersebut, buat fulan fulanah tadi," kata Yusuf menirukan perkataan sang kiai.

Yusuf lantas menemani sang kiai berkunjung ke rumah jemaahnya. Dia tetap heran mengapa kiai tersebut masih menerima sedekah, sementara untuk pergi ke rumah jemaah mengendarai mobil mewah.

" Saya sekian tahunan yang lalu, bertanya-tanya, 'Ga malu tah? Nerima sedekah-sedekah orang? Sementara, engkau guru, kaya?"

Kiai itu kemudian menjawab " Ketika engkau berbuat, mikirin persepsi, penilaian dan pemikiran orang lain, maka itulah riya. Ikhlas saja."

" 'Biar aja persepsi orang terhadap diri kita. Bukan urusan kita', begitu katanya. wuah," kata Yusuf.

Yusuf merasa malu mendapat jawaban tersebut. Dia merasa sudah salah lantaran telah berprasangka kepada sang kiai kaya itu.

Lambat laun, Yusuf paham dengan konsep al ghoni al muttaqi dalam sedekah. Beberapa tahun kemudian, Yusuf kembali berkunjung ke kiai tersebut dan ditanya apakah sudah paham dengan istilah tersebut.

" Saya bilang, 'Paham sedikit. Ustaz-ustaz yang kategori al ghoni al muttaqi. Minimal, mereka nggak ngambil (sedekah) buat mereka, malah nambahi'," tutur dia.

(Ism, Sumber: yusufmansur.com)

Beri Komentar