6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Fery Mengajari Para Anak-anak Di Pulau Sebira, Jakarta Utara.
Dream - Sebagian orang pasti tidak tahu Pulau Sebira. Padahal, hanya berjarak 161 kilometer dari Jakarta. Pulau ini masuk dalam gugusan Kepulauan Seribu, jyga dikenal dengan nama Pulau Jaga Utara.
Meski berada di perairan kawasan Provinsi DKI Jakarta yang terkenal metropolis, kondisi di pulau ini jauh berbeda. Namun begitu, warga tak segan menempuh perjalanan jauh melintasi laut menuju Ibukota.
“ Kalau dari Ancol ke Sebira pakai kapal cepat kurang lebih 2 jam. Sementara kalau dari Angke ke Sebira pakai kapal nelayan, memakan waktu 7 sampai 8 jam,” kata Staf Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, Anton, dikutip dari kemenag.go.id.
Meskipun jarak tempuhnya cukup jauh, ada sosok bersemangat memberikan penyuluhan agama di Pulau Sebira. Sosok itu bernama Fery Karim.
Sudah tujuh tahun mengabdi sebagai guru mengaji di pulau yang dihuni sebagian besar keturunan suku Bugis ini, namun baru dua tahun lalu dia berstatus sebagai Penyuluh Agama Non-PNS pada Kankemenag Kabupaten Kepulauan Seribu.
“ Saat ini ada 40 anak yang belajar mengaji,” kata dia.
Setiap Sabtu, Fery mengajari anak-anak di Pulau Sebira mengaji Iqra dan Alquran. Lokasinya di Majelis Taklim Nurul Hamzah. “ Waktunya dari jam 08.00 WIB–09.30 WIB,” ujar dia.
© Dream
Selain mengaji, Fery juga mengajari menulis Arab serta tata cara ibadah lainnya. “ Anak-anak juga belajar bagaimana wudu, tata cara sholat, dan berdoa,” kata dia.
Masyarakat Pulau Sebira menyambut baik upaya Fery. “ Mereka menyampaikan kalau anak-anaknya sudah bisa membaca surat-surat pendek dalam Alquran,” ucap dia.
Kerja keras Fery mendidik tak sia-sia. Beberapa anak didiknya berhasil melanjutkan pendidikan ke pesantren, salah satunya di Pesantren Yayasan As Sa'adah.
Pengabdian Fery tidaklah selalu mudah. Seringkali ia harus menunggu kapal nelayan yang berangkat menuju Kepulauan Seribu atau Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.
Bukan satu atau dua jam, Fery harus menunggu dua hingga tujuh hari.
© Dream
Fasilitas komunikasi juga menjadi kendala lain yang dihadapi Fery. “ Komunikasi mengandalkan WiFi Sudin Kominfo Pulau Seribu karena tidak ada sinyal yang bagus dari provider jaringan seluler yang lain,” ucap Fery.
Untuk berkomunikasi dengan penyuluh-penyuluh agama lain di Kepulauan Seribu, Fery mengandalkan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp.
Meski dilingkupi segala keterbatasan, langkah Fery mengajari Alquran kepada generasi muda tak padam.
“ Jangan sampai ada generasi muda di Sabira yang buta huruf Alquran,” ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
