Di Pulau Pelosok Jakarta, Guru Mengaji Itu Mengabdi

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 9 November 2017 18:00
Di Pulau Pelosok Jakarta, Guru Mengaji Itu Mengabdi
Tekadnya, tak ingin pemuda di Pulau Sebira buta huruf Alquran.

Dream - Sebagian orang pasti tidak tahu Pulau Sebira. Padahal, hanya berjarak 161 kilometer dari Jakarta. Pulau ini masuk dalam gugusan Kepulauan Seribu, jyga dikenal dengan nama Pulau Jaga Utara.

Meski berada di perairan kawasan Provinsi DKI Jakarta yang terkenal metropolis, kondisi di pulau ini jauh berbeda. Namun begitu, warga tak segan menempuh perjalanan jauh melintasi laut menuju Ibukota.

“ Kalau dari Ancol ke Sebira pakai kapal cepat kurang lebih 2 jam. Sementara kalau dari Angke ke Sebira pakai kapal nelayan, memakan waktu 7 sampai 8 jam,” kata Staf Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, Anton, dikutip dari kemenag.go.id.

Meskipun jarak tempuhnya cukup jauh, ada sosok bersemangat memberikan penyuluhan agama di Pulau Sebira. Sosok itu bernama Fery Karim.

Sudah tujuh tahun mengabdi sebagai guru mengaji di pulau yang dihuni sebagian besar keturunan suku Bugis ini, namun baru dua tahun lalu dia berstatus sebagai Penyuluh Agama Non-PNS pada Kankemenag Kabupaten Kepulauan Seribu.

“ Saat ini ada 40 anak yang belajar mengaji,” kata dia.

Setiap Sabtu, Fery mengajari anak-anak di Pulau Sebira mengaji Iqra dan Alquran. Lokasinya di Majelis Taklim Nurul Hamzah. “ Waktunya dari jam 08.00 WIB–09.30 WIB,” ujar dia.

1 dari 2 halaman

Hadapi Sejumlah Tantangan

Selain mengaji, Fery juga mengajari menulis Arab serta tata cara ibadah lainnya. “ Anak-anak juga belajar bagaimana wudu, tata cara sholat, dan berdoa,” kata dia.

Masyarakat Pulau Sebira menyambut baik upaya Fery. “ Mereka menyampaikan kalau anak-anaknya sudah bisa membaca surat-surat pendek dalam Alquran,” ucap dia.

Kerja keras Fery mendidik tak sia-sia. Beberapa anak didiknya berhasil melanjutkan pendidikan ke pesantren, salah satunya di Pesantren Yayasan As Sa'adah.

Pengabdian Fery tidaklah selalu mudah. Seringkali ia harus menunggu kapal nelayan yang berangkat menuju Kepulauan Seribu atau Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.

Bukan satu atau dua jam, Fery harus menunggu dua hingga tujuh hari. 

2 dari 2 halaman

Andalkan WiFi Gratisan

Fasilitas komunikasi juga menjadi kendala lain yang dihadapi Fery. “ Komunikasi mengandalkan WiFi Sudin Kominfo Pulau Seribu karena tidak ada sinyal yang bagus dari provider jaringan seluler yang lain,” ucap Fery.

Untuk berkomunikasi dengan penyuluh-penyuluh agama lain di Kepulauan Seribu, Fery mengandalkan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp.

Meski dilingkupi segala keterbatasan, langkah Fery mengajari Alquran kepada generasi muda tak padam.

“ Jangan sampai ada generasi muda di Sabira yang buta huruf Alquran,” ucap dia.

Beri Komentar