Ingin Ganti Nama, Haruskah Aqiqah Lagi?

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 18 November 2017 13:01
Ingin Ganti Nama, Haruskah Aqiqah Lagi?
Biasanya, nama diberikan kepada bayi bersamaan dengan aqiqah.

Dream - Setiap bayi yang baru lahir, akan mendapat nama dari orangtuanya. Tersemat harapan orangtua agar anaknya berperilaku seperti nama yang diberikan.

Tak jarang kita temui orang memiliki nama begitu indah. Tetapi, banyak juga orang mendapatkan nama yang ternyata bermasalah secara makna.

Orang yang bersangkutan kemudian berniat untuk mengganti namanya. Apakah orang itu harus melaksanakan aqiqah lagi?

Dikutip dari konsultasi syariah, setiap bayi yang terlahir ke dunia mengharuskan orangtuanya melaksanakan aqiqah. Amalan ibadah ini dijalankan sebagai bentuk penebusan bagi si anak.

Hal ini seperti tertuang dalam hadis riwayat Ahmad, Bukhari, dan lainnya, dari Salman bin Amir RA, dari Rasulullah Muhammad SAW.

Untuk setiap kelahiran anak ada aqiqahnya. Karena itu, sembelih hewan untuknya dan buang kotoran darinya.

Juga pada hadis riwayat Ahmad dan Abu Daud dari Samurah bin Jundub, Rasulullah bersabda,

Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, untuk disembelih di hari ketujuh kelahirannya, digundul rambutnnya, dan diberi nama.

Rasulullah pun mengganti nama-nama para sahabat yang maknanya bermasalah. Beberapa di antara mereka seperti Abdurrahman bin 'Auf, yang sebelum masuk Islam bernama Abdul Kabah (hamba Kabah).

Sahabat Muthi bin Al Aswad. Sebelum memeluk Islam, dia bernama Al 'Ash (tukang maksiat). Rasulullah lalu mengganti nama sahabat tersebut menjadi Muthi (orang yang taat).

Ada juga sahabat perempuan yang diganti namanya oleh Rasulullah. Sebelumnya, sahabat perempuan itu bernama 'Ashiyah (tukang maksiat), lalu diganti menjadi Jamilah (wanita cantik).

Tetapi, tidak ada satupun riwayat Rasulullah menyuruh para sahabat yang berganti nama untuk melaksanakan aqiqah.

Selengkapnya... (ism) 

Beri Komentar