`Iron Man` Bali Bikin Dunia Kagum

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 22 Januari 2016 07:00
`Iron Man` Bali Bikin Dunia Kagum
Netizen dunia tercengang. Tawan menuai pujian dari netizen dunia.

Dream - Nama I Wayan Sumardana tak hanya ramai dibincangkan masyarakat di tanah air. Pria asal Bali yang membuat tangan robot ini juga menjadi topik hangat di sejumlah media asing.

Laman parodi dunia, 9Gag.com, mengunggah gambar Sumardana dengan judul " The Real Iron Man-Create Robot from Scraps" .

Dalam foto itu terlihat pria yang karib disapa Tawan itu tengah duduk di bengkel. Tangan kirinya mengenakan robot yang dia ciptakan.

Di bawah foto itu terdapat keterangan yang merupakan kisah pendek Tawan. " Ini adalah Tawan, Iron Man sungguhan dari Bali, Indonesia," demikian tulisan di awal keterangan itu.

" Dia hidup bersama seorang istri dan tiga anak dalam kondisi miskin. Dia bekerja sendiri di sebuah bengkel las. Sekitar enam bulan lalu, tangannya lumpuh. Dokter mendiagnosa dia mengidap stroke."

Dan yang unik, di bawah caption itu terpampang gambar Robert Downey Jr, si pemeran Mr Stark dalam film Iron Man. " Salut" demikian tulisan pad agambar Downey, yang tengah memegang gelas itu.

Iron Man Bali Bikin Dunia Kagum© 9gag.com

Kisah yang diunggah 9Gag.com itu menarik simpati pengguna internet dunia. Baru 1 jam diunggah, gambar itu telah mendapat 71 ribu like.

Gambar itu diunggah ulang oleh netizen. Dan kekaguman serta dukungan untuk Tawan terus mengalir di dunia maya.

Banyak netizen yang kagum dengan Tawan. Meski dibelenggu kemiskinan, tak membuat otaknya tumpul. Bahkan bisa melakukan sesuatu yang mungkin di luar akan kebanyakan orang.

1 dari 5 halaman

Iron Man dari Bali, Sumardana

Dream - Iron Man mungkin hanya akan menjadi tokoh imajinatif bagi sebagian besar orang. Menemukan di dunia nyata mungkin akan menjadi hal yang begitu sulit.

Meski begitu, kata bukan berarti mustahil. Di Indonesia ternyata sosok Iron Man benar-benar ada.

Adalah I Wayan Sumardana yang setiap hari berprofesi sebagai tukang las di sebuah bengkel di Jalan Gusti Ngurah Tenganan, Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Dia berhasil membuat lengan robot untuk membantunya bekerja.

Sumardana sebelumnya pernah mengalami serangan stroke yang memuat tangan kirinya lumpuh. Dia tidak bisa bekerja secara normal akibat serangan itu.

Kondisi ekonomi yang mendesak membuat Sumardana harus berpikir kreatif membuat alat yang mampu kembali menggerakkan tangannya. Tujuannya hanya satu, agar roda ekonomi bapak tiga anak ini kembali berputar.

(Ism) 

2 dari 5 halaman

Sensor di Kepala

Dream - Sampai suatu hari ketika membuka internet, Sumardana mendapat informasi berisi teknik membuat lengan robot. Dia kemudian membuat lengan itu bermodal alat sensor di kepala dan sejumlah perangkat komputer dan berhasil.

Sumardana mengaku apa yang dilakukannya bekal dari ilmu yang didapatnya di SMK di Denpasar. Dia memodifikasi tubuhnya yang mengalami kelumpuhan menjadi manusia biotik.

" Ini yang terbaru adalah alat sensor di kepala. Saya beli seharga Rp4,7 juta dari Amerika," kata Sumardana saat ditemui di bengkel tempatnya bekerja, Selasa 19 Januari 2016.

Menurut dia, alat sensor pikiran yang dipasang di kepala akan mengalirkan arah gerak ke tangan kirinya melalui alat yang dipasang di punggung dan tangan kirinya.

 

3 dari 5 halaman

`Iron Man` Rongsokan

Dream - Semua alat yang digunakannya adalah barang rongsokan semasa ia menjadi pemulung. Hanya alat di kepala yang dibelinya dalam kondisi baru.

Tak hanya itu, satu unit CPU komputer pun dipasang di bagian belakang tubuhnya sebagai penggerak dari sensor di kepala.

" Saya buat alat ini selama dua bulan. Saya buat sejak dua minggu begitu saya dinyatakan lumpuh," ucap dia.

Sumardana mengaku telah mengidap kelumpuhan sejak enam bulan lalu. Tetapi, dia tidak mau putus asa dengan penyakit yang diidapnya dan tetap ingin melanjutkan bekerja sebagai tukang las, bekal hidup baginya menyekolahkan tiga anak laki-lakinya.

 

4 dari 5 halaman

Menguras Energi

Dream - Kendati telah memiliki alat yang kini dapat kembali menggerakkan tangan kirinya, namun Sumardana mengaku alat tersebut cukup menguras energi dan pikirannya. Sebab, dia harus berkonsentrasi dan fokus terhadap benda yang ingin diangkat atau diambilnya menggunakan tangan kiri. 

Meski sudah mampu membantunya bekerja, namun alat tersebut dianggap belum sepenuhnya sempurna.

Sementara itu, saat bekerja, Sumardana selalu ditemani istri dan ketiga anaknya. Tiap hari dia menerima order las cukup banyak. Poster Iron Man terpajang di tempat dia istirahat di bengkel itu.

 

5 dari 5 halaman

Cara Kerja `Iron Man`

Dream - Sebelum membuat alat bantu tangan kirinya, Sumardana merancangnya dengan baik melalui skema yang dipelajarinya di internet.

" Skemanya sederhana, di kepala itu ada power supply. Dia sebagai penangkap dan pembagi. Lalu ada dron, elektroda dan lainnya. Posisinya ditempel di kepala sebagai penangkap sinyal, alpa, delta, nata dan eta," kata dia.

Selanjutnya ada pula tunning potensio, sensor ultasonik, sensor infra merah, sensor jumlah putaran dinamo. Tuning potensio merupakan rangkaian pengolah input dan output mikro kontroler.

Sensor ultrasonik, infra merah dan sensor jumlah putaran dinamo merupakan rangkaian penguat hasil (power). Lengan itu dilengkapi baterai litiumoin serta Electro Encephalo Graphic (EEG).

Kesemuanya tersambung kepada dinamo. " Kalau dayanya lemah, maka harus dicharger. Biasanya malam, pukul 00.00 WITA hingga 07.00 WITA. Ketahanannya tergantung beban pekerjaan," tutur Sumardana.

(Ism, Laporan: Berry Putra, Bali)

 

Beri Komentar