5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dua Mahasiswi Membantu Seorang Petugas Sanitasi Kehilangan Ponsel (Sumber: Shanghaiist)
Dream - Kebaikan itu bisa datang dari dan kepada siapa saja. Salah satu kisah itu terjadi kepada seorang pekerja sanitasi universitas di China.
Kisah itu bermula ketika, pekerja sanitasi di Universitas Sinchuan bernama Ren Xingyu, 63 tahun, kehilangan telepon genggamnya saat berada di jalanan. Beberapa mahasiswa Universitas Nanchong China West Normal berusaha membantu.
Para mahasiswa itu kemudian menyebar poster dan pengumuman melalui media sosial. Tetapi, ponsel Ren belum juga ditemukan.
Ketika usaha itu hampir musnah, seorang mahasiswi membuka penggalangan dana untuk membeli telepon baru bagi Ren.
© Dream
Dilaporkan laman Shanghaiist, dalam waktu empat jam mahasiswi itu berhasil mengumpulkan donasi total 817,24 yuan, setara Rp158 ribu.
Bahkan, toko tempat membeli ponsel untuk Ren turut memberi sumbangan. Mereka memberi diskon sebesar 100 yuan, setara Rp193 ribu.

Ren sempat menolak donasi ponsel itu. Dia beralasan para mahasiswa itu belum dapat menghasilkan uang.
© Dream
Para siswa akhirnya berbohong. Mereka mengatakan, ponsel tersebut merupakan 'hadiah dari operator seluler'.
Tindakan itu telah menjadi viral di media sosial China dan memberi harapan mengenai masa depan China. Sebab, saat ini di Negeri Tirai Bambu itu terus terjadi kesenjangan kekayaan ekonomi yang tinggi.
Semoga Ren mampu juga menerima kebohongan kecil yang dibuat para mahasiswa.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?