Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Cherie Colyer-Morris Saat Di Penangkaran Terumbu Karang (Sumber: Australia Plus)
Dream - Mahasiswa ilmu kelautan Cherie Colyer-Morris menghabiskan enam bulan sebagai pekerja magang dalam proyek kelestarian laut di Indonesia pada 2015 di Pulau Padi, Sulawesi Selatan. Cherie mengaku mendapat banyak manfaat dari pengalaman magang itu.
Kepada Australia Plus, Cherie mengatakan akan memanfaatkan hasil magang di Indonesia untuk bahan studi sarjana di University of Newcastle, Australia.
"Saya menjadi sukarelawan di program penjangkauan masyarakat, mengenalkan saya pada persoalan keberlanjutan (ekosistem) yang benar-benar ada di masyarakat," kata Cherie.
"Jika dapat memotivasi mereka, masalah ini akan memiliki solusi yang relatif sederhana," ucap dia menambahkan.
Selama magang, Cherie menjadi tertarik relasi sains dan masyarakat, serta bagaimana membuat perilaku masyarakat berubah.
"Meskipun Anda memiliki jawaban ilmiah, tidak berarti apa-apa sampai Anda bisa menerapkannya, dan orang-orang dapat menggunakannya sendiri," kata dia.
Saat Cherie melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya, dia mendapat kesempatan kembali ke Indonesia. Dia diberi kesempatan magang selama enam bulan sebagai bagian dari beasiswa New Colombo Plan.

Beasiswa Colombo Plan bertujuan untuk meningkatkan hubungan Australia dengan negara-negara lain di kawasan Indo-Pasifik, melalui hubungan antarwarga dan lembaga.
"Itu seperti cuti panjang padahal lulus kuliah," kata dia sambil tertawa.
Selama di Indonesia, Cherie magang di Mars Symbioscience Indonesia. Lembaga itu kini sedang menjalankan proyek restorasi terumbu karang terbesar di dunia.
Menurut Cherie, Indonesia punya banyak ekosistem terumbu karang. Tapi, kondisinya terus berkurang karena praktik penangkapan ikan yang merusak misalnya dengan penangkapan ikan dengan sianida dan penangkapan ikan secara sembarangan.
"Habitat mati karena Anda meracuninya dan ikan tersebut akan mati sekitar sebulan kemudian, sehingga orang yang membelinya akan terkena dampak racunnya juga," kata Cherie.
Perbedaan budaya, misalnya bahasa, menjadi tantangan yang harus dia atasi. Tetapi, bagi dia, pengalaman yang luar biasa dari proses magang itu yaitu pengalamannya memahami status dan kedudukan sosial seorang warga masyarakat.
"Ini mengubah cara saya memandang sains. Ini mengubah hidup saya dan saya sangat bersyukur," kata dia.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains