Mantan Pecandu Narkoba jadi Imam dan Juara Tilawah Alquran

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 22 November 2016 09:29
Mantan Pecandu Narkoba jadi Imam dan Juara Tilawah Alquran
HIdupnya berubah total setelah tertangkap AADK.

Dream - Tidak ada yang menyangka seorang pemuda yang dulunya pecandu berat narkoba kini menjadi imam di sebuah surau di Petaling Jaya, Malaysia.

Perubahan hidup pemuda berusia 30-an tahun ini dimulai setelah ditahan Agensi Antidadah Kebangsaan (AADK) --semacam BNN, sekitar tujuh tahun lalu.

Sejak menjalani rehabilitasi di AADK, pemuda yang hanya ingin dikenal sebuah Megat Yusof itu benar-benar bertobat. Kehidupannya berubah total.

" Sebelum ini, saya akui saya seorang pecandu berat narkoba," ujar pemuda yang dulu dijuluki  'Mat Narkoba'.

" Saya terjebak menjadi budak narkoba setelah bekerja sebagai sales di ibukota. Ketika itu, saya mulai mengenal teman-teman yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba," kata dia.

Kini, Megat Yusof sudah berubah hingga menjadi imam sebuah mushola. Hebatnya lagi, Megat Yusof baru-baru ini dinobatkan sebagai pemenang kompetisi tilawah dan hafalan Alquran tingkat nasional 2016 di negaranya.

Sumber: hmetro.com.my

1 dari 4 halaman

Kue Mahal Dijual Rp3.000 Sepotong, Alasannya Bikin Merinding

Kue Mahal Dijual Rp3.000 Sepotong, Alasannya Bikin Merinding © Dream

Dream - Kue dengan jenis seperti chocolate moist, red velvet, chocolate snow chesse dan orange chesse tentu memiliki rasa yang sangat enak. Namun untuk menikmatinya, kamu butuh uang cukup banyak. 

Tapi, itu tidak berlaku di salah satu toko kue di Kampung Kuala Ibai, Terengganu, Malaysia. Toko ini menjual kue-kue mewah dengan harga yang sangat miring, RM1 per potong, setara Rp3.000.

Usaha ini dimiliki oleh seorang mantan perawat, Nadia Hazwani Harizan, 26 tahun. Berawal dari niat sekadar menyalurkan hobi, Nadia membuka toko kue di rumahnya.

Nadia membuka tokonya sejak pukul 11.00 pagi hingga 18.00 waktu setempat. Dia tidak pernah menyangka tokonya selalu ramai didatangi pengunjung setiap harinya.

" Setelah berhenti jadi perawat tiga tahun lalu, saya mulai membuat usaha jualan kue kecil-kecilan di rumah untuk menambah pendapatan keluarga," kata Nadia.

Nadia mengatakan dia sempat membanderol kue buatannya dengan harga RM5, setara Rp15.000 per potong. Itu sudah termasuk layanan pesan antar.

" Tetapi, lama kelamaan jumlah peminat semakin menurun, menyusul kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang," kata Nadia.

Tetapi, membuat kue merupakan hobi dia, Nadia tidak putus asa dan memutuskan tetap berdagang kue mewah. Dia lalu menjual kuenya dengan harga Rp3.000 per potong.

Nadia mengaku sempat merasa ragu melanjutkan usaha lantaran mengalami kerugian. Namun demikian, dia kuatkan hati untuk berdagang sembari beramal dibantu suaminya, Mohd Affandi Mohd Azaha, 30 tahun.

" Hari pertama, kami hanya bisa meraih RM192 (setara Rp583 ribu)," kata Nadia.

Dia lalu memviralkan dagangannya melalui Facebook. Alhasil, pengunjung yang datang ke tokonya meningkat.

" Setelah beroperasi selama enam hari, kami meraup pendapatan RM1.500 sehari (setara Rp4,5 juta), sehingga membuat keluarga kami, termasuk ibu, ayah, dan saudara terlibat membantu menyediakan kue untuk dijual," ucap dia.

Nadia mengatakan dia tidak pernah sekalipun mengikuti kursus atau belajar di lembaga resmi untuk membuat kue. Dia hanya mempelajari sejumlah resep dari internet dan media sosial.

(Sah/Sumber: mynewshub.cc)

2 dari 4 halaman

Transgender Angkat Silikon Demi Umroh

Transgender Angkat Silikon Demi Umroh © Dream

Dream - Masih ingat dengan transgender Malaysia SofeaIlias? Pengusaha muda bernama asli Safiey Ilias ini pernah mengguncang dunia ketika dia memutuskan untuk kembali ke fitrahnya sebagai pria.

Perubahan positif Safiey itu mendapat liputan luas, sehingga dia diwawancarai di beberapa program televisi Negeri Jiran.

Tetapi, sambutan masyarakat Malaysia kembali berubah. Tampilan baru Safiey mengejutkan banyak pihak. Dia memutuskan untuk kembali menjadi SofeaIlias.

Ya, Safiey yang awalnya telah 'bertobat', kembali lagi ke perilaku lamanya yang keperempuan-perempuanan.

Namun kesampingkan segala kontroversi, serta isu pribadinya yang terjadi sebelum ini karena Safiey pantas mendapatkan pujian untuk usaha terbarunya kali ini.

Setiap umat Islam ingin ke Kota Suci dan SafieyIlias juga punya impian yang sama.

Kurang tiga minggu lagi, Safiey menunaikan umroh. Karena itu dia ambil keputusan untuk membuang silikon di pipi dan wajahnya.

" Alhamdulillah, setelah tiga jam di kamar bedah. Terima kasih semua perawat dan dokter. Setelah pembuangan silikon di pipi dan wajah saya,"

" Semoga cepat sembuh sebab saya tiga minggu lagi ingin pergi umrah. Terima kasih kepada semua yang mendoakan," tulis Safiey di laman Facebook-nya.

Bersama status tersebut, Safiey mengunggah foto dirinya yang baru menyelesaikan operasi pengangkatan silikon di pipi dan wajahnya.

Status Safiey itu pun mendapat dukungan dari rekan dan penggemarnya.

" Berhijrahlah karena Allah... semoga kamu cepat sembuh! InsyaAllah. Semoga dipermudahkan urusan menunaikan umrah. May Allah Bless U always @safieyilias.94," harap Sarah Halim. (Ism)

3 dari 4 halaman

Aksi `Relawan Pembersih Masjid` di Gereja Oikumene Bikin Adem

Aksi `Relawan Pembersih Masjid` di Gereja Oikumene Bikin Adem © Dream

Dream - Suasana duka masih ada di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Gereja itu menjadi lokasi pengeboman beberapa hari lalu.

Duka itu sedikit terobati. Sejumlah umat Islam turun tangan membantu membersihkan gereja itu usai pengeboman.

Beberapa Muslim yang tergabung dalam Relawan Pembersih Masjid (RPM) At Taqwa terlihat mengecat pagar gereja. Mereka membaur dengan sejumlah orang dan bersama-sama membersihkan gereja tersebut.

Aktivitas para Muslim ini sempat diabadikan oleh Greg Tanari. Dia lalu mengunggah foto aktivitas bersih-bersih Gereja Oikumene ke akun Facebook milik dia.

 

" Tak bisa menahan air mata, Pagi hari ini berkunjung ke Gereja Oikumene lokasi pengeboman Samarinda," tulis Greg, diakses pada Jumat, 18 November 2016.

" Rasa panas sisa-sisa serpihan bom menjadi sejuk ketika mendapati kerumunan saudara-saudara Muslim sedang bergotong royong mengecat pagar Gereja dan merapikan bongkahan batu-batu yg berserakan bersama Polda Kaltim," tulis dia.

" Salut pada Relawan Pembersih Masjid Harapan Baru. Terima kasih telah menunjukkan belas kasihan, jauh lebih baik dr sekadar mengutuk," tulis Greg.

4 dari 4 halaman

Kisah Kakek Penjual Tahu Tengah Malam

Kisah Kakek Penjual Tahu Tengah Malam © Dream

Dream - Rezeki memang ada di mana-mana, namun kita harus berusaha untuk mencarinya dan bukan hanya menunggu.

Itulah semangat yang dipegang oleh seorang kakek asal Dusun Klanceng, Desa Ajung, Jember untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.

Meskipun sudah berusia 95 tahun, Zubair menggunakan sisa umur yang masih ada untuk berjualan tahu keliling. Dia memikul dagangannya itu dengan berjalan kaki hingga sejauh 40 kilometer.

Kisah Kakek Zubair ini menjadi viral di media sosial, dan bahkan menjadi berita utama di portal berita Malaysia.

Menurut Zubair, dia sendiri sudah lupa berapa lama jualan tahu tersebut dilakukannya.

Menurut Zubair, dia sendiri sudah lupa berapa lama jualan tahu tersebut dilakukannya.

" Saya sudah tua, Nak. Tapi saya harus terus berjualan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sudah puluhan tahun saya berjualan, sejak dari dulu lagi saya jalan kaki," jelasnya sambil tersenyum.

Si kakek memulai jualan pukul 3 sore dan pulang ke rumah sekitar pukul 1 pagi. Rutinitas tersebut dilakukannya setiap hari.

Meskipun rata-rata pendapatan yang diperolehnya sekitar Rp 16.000, namun Zubair masih bersyukur dengan rezeki yang diberikan Allah kepadanya.

Katanya, apalah guna rezeki yang banyak jika tidak berkah dan halal.

Katanya, apalah guna rezeki yang banyak jika tidak berkah dan halal.

" Tidak ada masalah Nak. Meskipun hasilnya sedikit, tetapi berkah dan halal daripada dapat uang banyak tapi tidak berkah. Buat apa," ujarnya.

Meskipun sudah berada dalam usia renta dengan kemampuan fisik yang terbatas, Zubair tetap berdoa agar selalu diberikan kesehatan dan panjang umur untuk terus jualan tahu keliling.

" Tidak ada masalah Nak. Meskipun hasilnya sedikit, tetapi berkah dan halal daripada dapat uang banyak tapi tidak berkah. Buat apa," ujarnya.

Meskipun sudah berada dalam usia renta dengan kemampuan fisik yang terbatas, Zubair tetap berdoa agar selalu diberikan kesehatan dan panjang umur untuk terus jualan tahu keliling. (Ism) 

Beri Komentar