Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Muslimah Bersalaman Dan Berbincang (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Seorang Muslim memang mendapat kewajiban untuk melaksanakan ibadah. Mereka harus sholat, puasa, zakat, serta haji bagi yang mampu.
Selain itu, banyak sekali anjuran ditujukan bagi para Muslim. Contohnya seperti membaca Alquran, sholat dan puasa sunah, dan lain sebagainya.
Setiap Muslim yang melakukan itu, tentu mendapat gelar sebagai sholeh sholehah. Tetapi, apakah rajin menjalankan ibadah formal di atas sudah bisa menjadi patokan seseorang untuk disebut sholeh sholehah?
Dikutip dari rumah fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Zarkasih Lc., menyatakan kesholehan tidak cukup hanya diraih lewat ibadah formal. Karena Islam juga menuntut umatnya menjadi orang yang sholeh secara sosial.
Bahkan para ulama menyatakan seorang Muslim yang baik bukanlah yang rajin ibadah. Muslim yang baik adalah mereka yang memiliki jiwa sosial tinggi, peduli pada si miskin lewat zakat, infak dan sedekahnya, dan tidak takabur ketika menjadi kaya dan berkecukupan.
Dalam hadis riwayat Muslim diingatkan bagaimana orang yang rajin ibadah namun justru merugi. Penyebabnya, orang yang bersangkutan abai, tidak peduli pada lingkungannya.
Dari Abu Hurairah RA Rasul SAW bersabda, "Orang yang bangkrut nanti di hari kiamat itu ialah yang datang –kepada Allah- dengan membawa pahala sholat, zakat, akan tetapi –di dunia- ia telah mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain tidak haq, menumpahkan darah yang lain, memukul orang lain. Maka kebaikannya diambil dan diberikan kepada korban-korbannya. Sampai jika kebaikannya habis dan tanggungannya belum selesai, kesalahan –dosa- yang ada pada orang-orang –korban- tersebut diambil dan ditimpahkan kepadanya. Kemudian ia dilempar ke neraka."
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?