Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Thair Abud, Muslim Pejalan Kaki Austria-Arab Saudi (saudigazette.com.sa)
Dream - Seorang Muslim Austria berdarah Irak-Jerman, Thair Abud berjalan kaki dari Jerman ke Mekah selama 300 hari. Melampaui 12 negara dan 12.000 kilometer untuk membantu adiknya terkena kanker, Thair tiba di Jeddah pada 17 Mei 2015.
Tiba di Jeddah dini hari, Thair melanjutkan perjalanan melewati jalan utama menuju Kota Suci Mekah. Sesampai di sana, Thair memesan kamar untuk menginap di Anjum Hotel, yang dimiliki dan dikelola Abdul Latif Jameel Real Estate Invesment Company.
Sepanjang perjalanan, Thair dielu-elukan orang-orang yang menemaninya berjalan. Pimpinan Abdul Latif Jameel Real Estate Invesment Company Yousef Jameel memuji upaya pejalan kaki ini untuk memenuhi janjinya kepada sang adik.
Setiba di Mekah, Thair kemudian menjalankan ibadah umroh. Dia lalu bertemu dengan pejabat senior hotel yang telah memberinya sejumlah fasilitas selama perjalanan.
" Selesainya perjalanan Thair menunjukkan kekuatan spirit manusia dan bagaimana Anda bisa meraih tujuan melalui pikiran dan hati," kata Jameel, dikutip Dream.co.id dari saudigazette.com, Jumat, 29 Mei 2015.
" Kami ucapkan selamat kepada Thair yang sudah tiba di Kota Suci Mekah dan mungkin ini bisa menjadi perjalanan yang menginspirasi bagi semua," lanjut dia.
Terlahir dari ayah warga Irak dan ibu warga Jerman, Thair memulai perjalanannya dari Austria menuju Santiago, Spanyol. Perjalanan ini dia dedikasikan sebagai amal untuk membantu adiknya yang mengidap kanker payudara.
Setelah janjinya terbayar, adiknya mengatakan terus memantau perjalanannya dan melupakan rasa sakit yang dideritanya. Thair kemudian menawarkan kepada adiknya, dia mau berjalan menyusuri jalanan Kota Mekah dengan syarat adiknya harus sembuh.
Thair mengabadikan perjalanannya dalam blognya dengan judul 'Saat di Jalan Hari Ini', mulai dari Graz, Austria pada 25 Juli 2015. Dia menyusuri rute ziarah kuno dari Austria ke Mekah melintasi Eropa serta dari masjid ke masjid.
Sepanjang perjalanannya, dia bertemu dengan banyak orang asing yang membantunya ketika tersesat. Thair berjalan dengan kecepatan rata-rata 4 Km/jam sambil menggendong bawaan seberat 14 kilogram di punggungnya setiap hari. Thair sampai berganti sepatu sebanyak enam pasang.
Pada postingan terbarunya di blog, dia mengakui perjalanan ziarahnya sukses berkat bantuan dan dukungan dari banyak orang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya