Niat Hati Tolong Penjual Takjil, Si Wanita Itu Malah Diejek

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 15 Juni 2017 11:30
Niat Hati Tolong Penjual Takjil, Si Wanita Itu Malah Diejek
Perempuan itu akhirnya memberi pelajaran berharga kepada pedagang itu.

Dream - Siapa yang tidak jengkel hatinya. Dalam hati berniat menolong penjual takjil di bazar Ramadan, tapi malah diejek habis-habisan. Orang yang mau menolong penjual takjil itu malah dikatakan gemuk dan rakus.

Pengalaman tak mengenakkan ini dialami oleh seorang warganet Malaysia bernama Innanie Ariffin.

Dia berbagi cerita di laman Facebook, ketika dibilang gemuk dan rakus oleh penjual takjil kebab di bazar Ramadan.

Menurut Innanie, tujuannya cuma satu, yaitu untuk menolong penjual takjil kebab itu. Sebab, sepanjang pengamatan Innanie, lapak penjual takjil kebab tersebut sepi pembeli.

 

1 dari 3 halaman

Pedagang Kebab itu Mengolok-oloknya...

" Tadi ke bazar Ramadan dekat kantor karena ingin makan kebab. Setelah beli kue, terlihat satu lapak kebab dekat pintu masuk bazar. Lapaknya sepi, tak ada satu pun pembeli yang mau singgah di lapak kebab itu," tulis Innanie di Facebook miliknya.

Dengan niat suci dan ingin menolong, Innanie bertanya harga satu porsi kebab kepada penjualnya. Pedagang itu menjawab RM 4.50, setara Rp14ribu. Innanie kemudian berniat membeli satu porsi saja. Saat itulah kejadian yang menurut Innanie tak pantas tersebut terjadi.

Innanie kemudian menceritakan bagaimana dia merasa terhina dengan ucapan yang dilontarkan penjual kebab itu.

" Satu? Ambil 5 saja. Orang gemuk macam kamu ini biasanya rakus, makannya banyak. Satu saja tidak cukup. Agar kamu kenyang mesti beli 5 hingga 10 kebab," kata penjual takjil itu.

 

2 dari 3 halaman

Innanie Menjelaskan Maksudnya

Innanie hanya tersenyum saja, meski dia merasa penjual kebab itu telah menghinanya. Setelah itu Innanie mencoba memberi pelajaran tentang etika kepada penjual kebab itu.

" Sepanjang jalan tadi, saya lihat lapak abang kosong. Ada lapak kebab di ujung sana, tapi saya tak singgah karena teringat lapak abang ini," kata dia.

" Niat saya memang ingin beli di abang karena ingin membantu. Tapi dengan mulut abang yang seperti ini, seenaknya menghina orang gemuk, saya rasa ini terakhir kali saya beli dari abang," ucap dia menambahkan.

3 dari 3 halaman

Jawabannya Buat Pedagang Itu Terdiam

" Abang boleh makan sendiri kebabnya. Orang berjualan itu harus jaga hati pelanggan bang. Abang, dapat pelanggan malah dihina. Sudahlah. Satu lagi, abang hanya ingat orang gemuk itu semua rakus?" ujar dia bertanya.

Innanie meletakkan uang RM 5, setara Rp15 ribu, di meja dan segera pergi meninggalkan penjual kebab yang ingin ditolongnya. Penjual kebab itu hanya diam seribu bahasa.

" Tolong ya. Kalau mau dagangan laku, jangan punya mulut yang lancang. Siapa pun kalian. Buruk atau cantik, kurus atau gemuk, tinggi atau pendek, sempurna atau cacat, hitam atau putih, miskin atau kaya, tak berhak untuk menghina orang lain. Apalagi kepada seorang pelanggan," tulis dia.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini yaitu, sebagai penjual, meskipun Anda hanya bercanda, namun tak semua pelanggan bisa menerimanya. Apalagi gurauan kasar macam yang dikatakan terhadap Innanie tersebut. Baik penjual dan pembeli harus saling hormat-menghormati, tahu adab dan etika dalam berbisnis.

(Sumber: Malaysia News Hub)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik