Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muhammad Abdullah Syukri Saat Masih Menjadi Mahasiswa Di Jerman (nu.or.id)
Dream - Bagi Muslim, menjalankan ibadah puasa Ramadan tentu sudah jadi hal biasa. Tetapi, hal itu ternyata jadi pengalaman unik bagi masyarakat luar negeri.
Seperti diceritakan Muhammad Abdullah Syukri. Santri Indonesia yang juga alumnus Universitas Duisberg Essen, Jerman ini punya pengalaman menarik tentang puasa di Negeri Der Panser.
Pria akrab dengan sapaan Abe ini bercerita dia dianggap aneh oleh warga Jerman. Sebabnya hanya karena dia tidak makan minum seharian karena berpuasa.
" Aneh, katanya, kok bisa nggak makan seharian full," ujar Abe, dikutip dari NU Online, Kamis 31 Mei 2018.
Di Jerman, Abe harus menjalani puasa selama 19 jam. Puasa dimulai pukul 03.00 waktu setempat dan baru berbuka pukul 22.00 waktu setempat.
" Menantang, tapi bisa kok, yang penting niat," kata Abe.
Dia mengaku awalnya sempat merasa lemas. Lama kelamaan, Abe sudah terbiasa. Malah saat di Tanah Air, Abe tidak merasa sedang berpuasa lantaran singkatnya waktu.
" Malah pas pulang ke Indonesia, tidak terasa puasa," ucap pemuda lulusan Pondok Pesantren Al Anwat, Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini.
Kala di Jerman, Abe mengaku kerap menjalankan Tarawih bersama para Muslim lainnya. Di sana, Tarawih dilakukan dengan 20 rakaat dan tiga rakaat witir.
Kebanyakan masjid dibangun oleh Muslim Turki dan Arab. Setiap hari, tersedia takjil untuk jemaah namun jarang makan berat.
" Di masjid hari-hari tertentu ada bukber (buka bersama), tapi tidak setiap hari," ucap Abe. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya