Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menetapkan awal puasa Ramadan 2018. NU masih menunggu hasil rukyat Lembaga Falakiyah dan sidang isbat Kementerian Agama.
"NU menunggu hasil rukyat dan sidang isbat," ujar Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri, dikutip dari nu.or.id, Senin 14 Mei 2018.
Ghazalie mengatakan dalam menetapkan awal puasa, NU menggunakan metode rukyatul hilal atau melihat langsung bulan baru. Dasarnya adalah hadis riwayat Ahmad dan Abu Dawud.
"Jika tidak terlihat, maka 30 hari (umur Sya'ban)," kata Ghazalie.
Namun demikian, bukan berarti NU tidak memiliki perhitungan mengenai kapan dimulainya puasa. Berdasarkan hasil perhitungan metode falak Lembaga Falakiyah NU, ijtimak terjadi pada Selasa sore 15 Mei 2018.
Dari hasil falak tersebut, Ramadan 2018 jatuh pada Kamis, 17 Mei. Sebab, hilal tidak dapat terlihat sehingga umur Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari.
Meski demikian, NU tetap menggelar rukyat pada hari ke-29 Sya'ban 1439 H yang jatuh pada Selasa besok.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
