Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Mungkin kita sering mendengar istilah puasa setengah hari atau puasa beduk. Maksudnya, puasa yang dijalankan sejak terbit fajar dan berbuka ketika azan Zuhur berkumandang.
Biasanya puasa ini kerap dilakukan oleh anak-anak belum baligh. Begitu beduk ditabuh siang hari atau azan Zuhur berkumandang, anak-anak yang belum baligh langsung berbuka.
Tentu praktik puasa ini tidak sesuai dengan kaidah Islam. Lantas, mengapa tetap dipraktikkan?
Dikutip dari NU Online, niat puasa setengah hari berkaitan dengan pola pendidikan anak. Para orangtua mendorong anak-anaknya untuk belajar berpuasa.
Ketika anak sudah masuk usia baligh, maka mereka terkena kewajiban puasa baligh. Sedangkan puasa setengah hari menjadi sarana berlatih bagi anak-anak untuk bisa berpuasa sehari penuh.
Abu Ishaq Ibrahim Asy Syairazy dalam kitabnya Al Muhadzdzab fi Fiqhis Syafi'i menjelaskan puasa tidak wajib bagi anak kecil.
" Adapun anak kecil, maka tidak wajib baginya berpuasa, karena ada hadis Nabi SAW, 'Kewajiban diangkat dari tiga orang, yaitu anak kecil hingga ia baligh, orang yang tidur hingga bangun, orang gila sampai ia sadar.' Anak kecil berumur tujuh tahun diperintahkan untuk berpuasa apabila ia kuat, dan anak yang sudah berumur sepuluh tahun dipukul jika meninggalkan puasa, diqiyaskan dengan sholat."
Dari penjelasan ini, orangtua diharuskan memerintahkan anaknya yang berusia tujuh tahun untuk berpuasa. Jika sudah 10 tahun, harus dipukul sebagai peringatan karena tidak berpuasa Ramadan.
Tetapi, tidak semua anak usia tujuh tahun kuat menjalankan puasa sehari penuh. Sehingga, mereka dianjurkan melaksanakan puasa secara bertahap dari setengah hari menjadi sehari penuh.
Meski begitu, orangtua harus memberikan penjelasan hakikat puasa dilaksanakan mulai fajar hingga terbenamnya matahari. Sehingga ketika anak sudah baligh, maka dia bisa menjalankan puasa sesuai ketentuan syariat.
(im)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya