Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Nurul Musthofa)
Meski sedang menderita sakit parah, Ia tetap melangkahkan kakinya ke masjid.
Dream - Bagi seorang muslim, terutama laki-laki, berjamaah di masjid harus diutamakan. Namun sayangnya, tak semua dari kita mudah untuk membiasakan diri melaksanakan sholat berjamaah di masjid.
Tak sedikit di antara kita yang berat melangkahkan kakinya ke masjid. Rasanya begitu sulit dan jauh. Padahal, kini masjid dapat kita temui dimana-mana.
Dan sepertinya, untuk urusan satu ini, kita harus belajar pada alim ulama berikut. Dialah Amir bin Abdillah bin Zubair.
Dikisahkan, Mush'ab bin Abdillah bercerita bahwa ketika itu 'Amir sedang menderita sakit parah. Bahkan, ia sedang berada dalam kondisi sakaratul maut.
© Dream
Dream - Saat itu, azan Maghrib berkumandang. 'Amir meminta agar orang-orang yang ketika itu bersamanya, mengantarkan ke masjid. Mendengar permintaannya, mereka menolak, mengingat ia sedang berada dalam kondisi nafas-nafas terakhir.
Kemudian, ia berkata, "Aku mendengar muazin mengumandangkan azan sedangkan aku tidak menjawab (panggilan)-Nya? Pegang tanganku, antar aku ke masjid!"
Maka, mereka memapahnya pergi ke masjid. 'Amir pun bisa melaksanakan sholat Maghrib. Ia bisa melaksanakan sholat satu rakaat, kemudian meninggal dunia. (Lihat Taariiikh Al-Islam 8/142)
Kisah selengkapnya baca di sini. (Ism)