Sambut Ramadan dengan Doa Ini, Insya Allah Amalan Diterima

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 8 Mei 2018 20:02
Sambut Ramadan dengan Doa Ini, Insya Allah Amalan Diterima
Selama Ramadan, ibadah kita diganjar pahala berlipat-lipat.

Dream - Ramadan akan datang. Tentu kita begitu bergembira menyambutnya.

Sebab, bulan ini membawa berkah yang begitu luar biasa banyak. Saking banyaknya, kita bisa meraihnya dengan sangat mudah.

Tidak hanya lewat ibadah utama yaitu puasa. Berkah Ramadan tetap bisa kita raih dengan amalan sederhana. Salah satunya, mengucap zikir atau bersedekah.

Bahkan ganjaran yang kita dapat berlipat-lipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Sehingga wajar saja kita selalu disarankan untuk meningkatkan ibadah sepanjang Ramadan.

Namun demikian, bergembira saja dalam menyambut Ramadan ternyata kurang. Sebaiknya, iringi kebahagiaan dengan melafalkan doa ini agar amalan kita diterima.

Doa sambut Ramadan© dream.co.id

Allahumma sallimnii ilaa ramadlaana wa sallim lii ramadlaana wa tasallamhu minni mutaqobbalaa.

Artinya:

" Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan."

(ism) 

1 dari 2 halaman

Ramadan Tiba Sebentar Lagi, Sambut dengan Doa Ini

Dream - Saat ini kita tengah berada di sepuluh hari terakhir bulan Sya'ban. Sebentar lagi, Ramadan akan hadir menyapa kita.

Ramadan merupakan bulan utama bagi umat Islam. Kehadirannya didahului dua bulan yang juga penuh berkah, Rajab dan Sya'ban.

Karena itulah tiga bulan ini memiliki kedudukan begitu mulia bagi Muslim. Kita bahkan dianjurkan untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperbanyak amalan sholeh.

Sayangnya, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di waktu ke depan dalam kehidupan. Setiap muslim sangat dianjurkan agar memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Dalam doa tersebut, kita haturkan permohonan agar Allah SWT memberikan kesempatan kembali berjumpa dengan Ramadan. Kita pun bisa memanfaatkan saat Ramadan sebaik untuk untuk meraih keberkahan.

Doa menyambut Ramadan© dream.co.id

Allahumma baarik lanaa fii rajab wa sya'bana, wa balighna ramadan.

Artinya:

" Ya Allah, berkahilah kami di Rajab dan Sya'ban, serta pertemukan kami dengan Ramadan."

2 dari 2 halaman

Lupa Jumlah Utang Puasa, Begini Cara Membayarnya

Dream - Setiap kali Ramadan, potensi berutang puasa selalu ada. Bisa karena kesibukan yang menguras energi atau karena haid, nifas, ataupun menyusui bagi wanita sehingga tidak bisa melaksanakan puasa.

Utang puasa itu tidak segera ditebus, malah bertambah di setiap Ramadan. Karena saking banyaknya, jadi lupa berapa utang puasa yang sudah dimiliki.

Terkait hal ini, bagaimana cara membayarnya?

Dikutip dari NU Online, puasa Ramadan tetap menjadi utang apabila tidak ditunaikan di hari lain. Bahkan sampai meninggal, seseorang masih terkena kewajiban mengqadha puasa yang sudah ditinggalkan.

Hal ini seperti dijelaskan Imam Al Haramain dalam kitab Al Waraqat.

" Perintah (Allah) adalah tuntutan melalui ucapan untuk melakukan sesuatu terhadap pihak yang lebih rendah serta bersifat wajib… Bila perintah itu sudah dikerjakan, maka pihak yang diperintah keluar (terbebas) dari beban perintah tersebut."

Sementara apabila lupa jumlah puasa yang ditinggalkan, Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami menyarankan orang yang bersangkutan memperbanyak puasa sunah. Ibadah itu diniatkan untuk mengqadha puasa.

Hal ini termaktub dalam Al Fatawa Al Fiqhiyatul Kubra karya Syeikh Ibnu Hajar.

" Dari masalah wudhu ini (kasus orang yang yakin sudah hadats dan ragu sudah bersuci atau belum, lalu ia wudhu dengan niat menghilangkan hadats bila memang hadats, dan bila tidak maka niat memperbarui wudhu, maka sah wudhunya) bisa dipahami bahwa jika seseorang ragu punya kewajiban mengqadha puasa misalnya, lalu ia niat mengqadhanya bila memang punya kewajiban qadha puasa, dan bila tidak maka niat puasa sunah, maka niatnya itu juga sah, dan qadha puasanya berhasil dengan mengira-ngirakan memang wajib mengqadha. Bahkan bila memang jelas wajib mengqadha. Bila tidak (ada kewajiban qadha), maka ia mendapat pahala puasa sunah seperti halnya dalam masalah wudhu... Dengan demikian diketahui, bahwa orang yang ingin berpuasa sunah sebaiknya berniat mengqadha puasa wajib bila memang ada kewajiban mengqadha. Bila tidak (ada kewajiban), maka puasanya bernilai puasa sunah. Hal ini dilakukan agar menghasilkan qadha bila memang punya kewajiban qadha."

Demikian penjelasan Syeikh Ibnu Hajar. Sehingga kita tetap harus melunasi utang meski harus dengan puasa sunah.

Selengkapnya...

Beri Komentar