Sejarah Ditertibkannya Urutan Surat dalam Alquran

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 8 Oktober 2018 15:00
Sejarah Ditertibkannya Urutan Surat dalam Alquran
Proses penyusunan Alquran dijalankan menggunakan metode tawqifi, ijtihadi, maupun keduanya,

Dream - Proses penyusunan Alquran berjalan dengan tidak mudah. Para sahabat harus mengumpulkan ayat demi ayat yang tertulis padaa berbagai media, baik kertas, kulit, dan yang lainnya.

Alquran memang turun secara berangsur-angsur. Sehingga, ayat-ayat yang tertulis juga tidak berurutan, demikian pula surat-suratnya.

Dikutip dari NU Online, ada tiga pendapat terkait proses penyusunan Alquran. Pendapat-pendapat itu menyebut Alquran disusun dengan cara tawqifi, ijtihadi, maupun keduanya.

Ijtihadi adalah cara penyusunan yang didasarkan ijtihad para sahabat. Sehingga mushaf yang disusun beberapa sahabat bisa berbeda urutannya.

Pandangan ini dinisbatkan kepada jumhur ulama, termasuk Imam Malik dan Al Qadhi Abu Bakar.

Ibnu Faris menyatakan terdapat dua proses penghimpunan Alquran. Proses pertama, urutan surat diserahkan kepada para sahabat, sedangkan proses kedua penghimpunan ayat-ayat Alquran ditentukan oleh Rasulullah.

1 dari 3 halaman

Dasar Cara Ijtihadi

Dasar pendapat yang menyatakan penyusunan Alquran secara ijtihadi adalah adanya beberapa mushaf yang dimiliki para sahabat memiliki perbedaan satu sama lain. Masing-masing mengurutkannya berdasarkan apa yang mereka terima dari Rasulullah.

Contohnya, mushaf milik Ubay bin Ka'ab yang didahului Surat Al Fatihah lalu disusul Al Baqarah, An Nisa, Ali Imran, dan Al An'am. Lalu ada mushad Ibnu Mas'ud yang diawali Al Fatihah lalu An Nisa dan Ali Imran.

Berbeda lagi dengan mushaf milik Ali bin Abi Thalib. Urutan surat pada mushaf Ali sama seperti yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, diawali dengan Iqra', dilanjutkan dengan Al Mudattsir, lalu Qaf, Al Muzammil, Al Lahab, At Takwir, dan seterusnya.

2 dari 3 halaman

Cara Tawqifi

Setelah itu, pengumpulan Alquran dijalankan secara tawqifi. Berarti cara penyusunannya didasarkan petunjuk yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Pendapat ini berpegang pada riwayat yang menyatakan para sahabat sepakat atas satu mushaf di masa kepemimpinan Usman bin Affan RA. Kemudian, mushaf yang berbeda seluruhnya dilenyapkan sehingga tersisa satu mushaf tunggal.

Dalam riwayat Muslim disebutkan demikian.

" Rasulullah bersabda pada kami, 'Telah turun kepadaku hizb (bagian) Alquran, sehingga aku tidak ingin keluar sampai selesai.' (Aus bin Hudzaifah) berkata, 'Kami bertanya kepada para sahabat Rasulullah SAW, 'Bagaimana kalian membagi pengelompokan Alquran?' Mereka menjawab, ‘Kami membaginya menjadi tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb Al-Mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir'."

3 dari 3 halaman

Sebagian Ijtihadi, Sebagian Tawqifi

Sedangkan pendapat ke tiga menyebut penyusunan surat Alquran menggunakan dua cara di atas. Sebagian surat disusun secara tawqifi, sebagian lainnya ijtihadi.

Hal ini seperti dituturkan Al Qadhi Abu Muhammad 'Athiyyah.

" Sesungguhnya kebanyakan surat-surat dalam Alquran sudah diketahui urutannya pada masa Nabi, seperti surat Sab’u ath-Thiwal, dan al-Mufasshal. Adapun selainnya, urutannya kemungkinan diserahkan kepada generasi selanjutnya."

Selengkapnya...

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone